Top 5 This Week

Related Posts

Tawuran, Tujuh Belas Remaja Aksi Tawuran Di Tangkap Polisi, Ini Perintah Tegas Kapolres Bitung 

Kota Bitung, Kompas :Aksi tawuran antar dua kelompok pelajar kembali viral di media sosial Facebook di Jalan  Bitung timur, Kecamatan Maesa,Kota bitung, Minggu 8/03/2026

 

Kedua kelompok remaja dari Empang dan Sarikalapa itu datang dari arah berlawanan dan mengatur posisi layaknya pasukan gladiator perang.

 

Berdasarkan video, para remaja yang memegang senjata tajam dan benda tumpul, berada di barisan terdepan di masing – masing kelompok.

 

Mereka melakukan upaya menyerangan dengan mengayunkan senjata tajam ke arah lawan. Jarak antar kedua kelompok sangat berdekatan, dan saling mengayunkan Sajam ke arah lawan.

 

Akibat terjadinya tawuran, Kepolisian Resort bitung bergerak melakukan penangkapan terhadap para remaja dalam tawuran di dua kampung Empang dan Sarikalapa kota bitung.

 

Dari Hasil ini di sampaikan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK,MH mengatakan bahwa, tawuran tersebut terjadi di pertigaan Sari Kelapa–Empang yang melibatkan dua kelompok pemuda. Dalam aksi tersebut, para pelaku menggunakan berbagai benda seperti batu, katapel, hingga panah wayer sebagai alat untuk saling menyerang.

 

“Berdasarkan video yang viral di media sosial pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 07.00 pagi, terlihat sekelompok anak muda melakukan perkelahian menggunakan batu, katapel, panah wayer dan benda lainnya,” ujar Kapolres.

 

Setelah melakukan penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengamankan 17 orang, yang terdiri dari 7 orang dari kelompok Sari Kelapa dan 10 orang dari kelompok Empang.

 

Menurut Kapolres, sebagian besar pelaku masih berusia muda, bahkan ada yang masih di bawah umur.

 

“Rata-rata usia mereka masih sangat muda, ada yang berumur 14 dan 15 tahun, namun ada juga yang sudah dewasa sekitar 23 tahun. Mayoritas yang diamankan masih anak-anak di bawah umur,” jelasnya.

 

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam tawuran, di antaranya lembaran seng, selimut yang digulung, serta panah wayer yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

 

Kapolres juga menjelaskan bahwa anggota kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan sejak malam hari. Namun saat terjadi pergantian penjagaan, para pelaku memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan aksi tawuran.

 

“Kami sudah melakukan pengamanan dari malam hingga pagi. Namun saat pergantian anggota, mereka memonitor pergerakan sehingga terjadi sedikit keterlambatan dalam penanganan,” katanya.

 

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian berencana mendirikan pos pengamanan di lokasi yang sering menjadi titik berkumpulnya para remaja dari kedua wilayah tersebut.

 

Kapolres menegaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh hal sepele, yakni saling ejek dan ketersinggungan melalui media sosial.

 

“Permasalahan ini sebenarnya hanya masalah kecil, yaitu saling ejek di media sosial yang kemudian memicu mereka saling mengundang teman-temannya hingga terjadilah tawuran,” ungkapnya.

 

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua guna memberikan pembinaan kepada para remaja.

 

“Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar anak-anak ini bisa mendapatkan pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Kapolres.

 

Kapolres juga mengimbau masyarakat Kota Bitung agar tidak khawatir, karena pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Kami dari Polres Bitung menjamin keamanan Kota Bitung. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kenakalan remaja atau potensi konflik di lingkungan masing-masing

Popular Articles