Beranda blog Halaman 17

Massa Segel Pabrik CPO PT MPS di Ngabang, PHK Sepihak Picu Kemarahan Warga

0

Landak, Kalimantan Barat — Aktivitas Pabrik Pengolahan CPO milik PT Multi Perkasa Sejahtera (MPS) di wilayah Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, lumpuh setelah disegel massa aksi dari Forum Komunikasi Masyarakat Pantu Seratus dan Selibong, Kamis (7/5/2026).

Aksi penyegelan dipicu dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap seorang karyawan bernama Supriyanto.

Massa menilai perusahaan bertindak tidak profesional karena menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) tanpa didahului surat peringatan tahap pertama maupun kedua, sebelum akhirnya mengeluarkan surat PHK tertanggal 22 April 2026.

Menurut perwakilan massa, persoalan bermula dari insiden pada 9 Maret 2026 ketika istri Supriyanto disebut membakar sampah di area mess karyawan. Namun warga menilai alasan tersebut tidak layak dijadikan dasar pemecatan permanen.

Mereka menduga perusahaan telah mengabaikan prinsip pembinaan pekerja serta prosedur ketenagakerjaan yang semestinya dijalankan secara bertahap dan manusiawi.

Dalam aksi tersebut, massa mendirikan plang kayu di area perusahaan dan melakukan ritual adat sebagai simbol penghentian sementara aktivitas operasional pabrik.

Tindakan itu disebut sebagai bentuk protes keras masyarakat terhadap sikap perusahaan yang dianggap tidak menghargai hak pekerja dan kearifan lokal masyarakat sekitar.

“Kalau memang ada pelanggaran, kenapa langsung SP3 dan PHK? Di mana pembinaan dan mediasi? Kami meminta perusahaan membuka ruang dialog, bukan mengambil keputusan sepihak,” tegas salah satu peserta aksi di lokasi.

Massa juga meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Landak turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proses PHK tersebut. Mereka menilai langkah perusahaan berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan junto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang menegaskan penyelesaian perselisihan hubungan industrial wajib mengedepankan mekanisme bipartit dan mediasi.

Sementara itu, pihak HRD PT MPS menyatakan telah menerima aspirasi masyarakat dan akan meneruskan tuntutan tersebut kepada jajaran manajemen perusahaan untuk dibahas lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak direksi terkait tuntutan pencabutan PHK maupun penghentian aksi penyegelan.(Tim Investigasi)

Marak Modus Panggilan Hening Dirpolairud Sulut: Jangan Jawab, Jangan Beri Data Diri

0

Sulawesi Utara, Kompas:Maraknya kejahatan siber dan penipuan dengan cara yang makin beragam dan canggih menjadi perhatian serius Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara. Terbaru, muncul modus yang disebut sebagai «Panggilan Hening», di mana penjahat menghubungi korban dari nomor tak dikenal tanpa mengeluarkan suara, bertujuan merekam nada bicara atau ciri suara korban untuk kemudian digunakan memeras atau menipu kerabat dan keluarga.

Untuk mencegah kerugian yang lebih luas, Ditpolairud Polda Sulut menyebarluaskan informasi lengkap mengenai ciri khas, cara kerja, serta langkah pencegahannya kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali warga di wilayah pesisir dan perairan yang menjadi wilayah tanggung jawab utamanya.

“Kami mengimbau dan mengingatkan seluruh masyarakat, mulai dari warga kota hingga masyarakat pesisir dan nelayan, untuk sangat berhati-hati terhadap panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Modus ini bekerja dengan cara penjahat menelepon tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, tujuannya semata-mata untuk merekam suara anda, yang nantinya akan disunting dan digunakan untuk meminta uang atau barang berharga kepada keluarga dan kerabat dengan alasan bohong dan beragam dalih yang menyedihkan.

Jangan pernah menjawab atau menanggapi panggilan semacam itu, sebaiknya langsung diakhiri atau diabaikan begitu saja. Lebih penting lagi, jangan pernah memberikan data diri, nomor identitas, nomor rekening, atau informasi pribadi lain kepada siapa pun melalui telepon, karena hal itu akan mempermudah penjahat melakukan tindak pidana. Jika anda atau kerabat menerima permintaan pengiriman uang atau bantuan mendesak, wajib melakukan pengecekan dan verifikasi lewat jalur lain yang jelas dan dapat dipercaya, jangan langsung menuruti permintaan tersebut,” Ujar Dirpolairud Polda Sulut.

“Apabila hal ini terjadi kepada anda, tetap tenang, jangan panik dan jangan langsung merespons dengan emosi atau tindakan terburu-buru, karena justru itulah yang diharapkan oleh pelaku. Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti secepatnya», tegasnya.

 

Informasi ini dapat tersebar luas hingga ke pelosok daerah, sehingga seluruh warga Sulawesi Utara paham, sadar, dan mampu melindungi diri sendiri maupun keluarga dari ancaman penipuan yang makin canggih ini. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat adalah senjata paling ampuh untuk mengalahkan berbagai kejahatan, karena tanpa adanya kesempatan dan celah, penjahat tidak akan bisa bertindak.»

Kami berharap masyarakat juga turut menjadi penyebar informasi, berbagi pengetahuan ini dengan kerabat, tetangga, dan sesama, sehingga perlindungan menjadi menyeluruh dan kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan jauh dari berbagai ancaman kejahatan. Polairud Sulut akan terus hadir, mengawasi, dan melayani serta melindungi masyarakat di darat maupun di laut», pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H, dalam keterangan, Sabtu (9/05/2026).

Oknum Polisi Polres Maros Didakwa Kasus Kekerasan Seksual terhadap Keponakan Sendiri

0

MAROS — Publik Kabupaten Maros diguncang oleh mencuatnya perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menyeret seorang oknum anggota kepolisian aktif berpangkat Aipda berinisial Himawan, personel yang diketahui bertugas di lingkungan Polres Maros. Perkara tersebut kini telah bergulir di meja hijau dengan nomor perkara 30/Pid.Sus/2026/PN Mrs di Pengadilan Negeri Maros Kelas IB.

Terdakwa disebut terlibat dalam dugaan tindak pemaksaan hubungan seksual disertai kekerasan terhadap korban yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dekat, yakni keponakannya sendiri. Tidak hanya itu, terdakwa juga diduga melakukan upaya percobaan aborsi menggunakan obat-obatan atau jamu guna menggugurkan kandungan korban. Kasus ini menuai perhatian luas masyarakat karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru diduga menjadi pelaku kejahatan serius terhadap anak dan perempuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ini terdakwa telah berstatus tahanan kejaksaan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros, yang beralamat di Jalan Poros Kariango, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Proses hukum masih terus berjalan dan sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung secara tertutup pada Senin, 6 April 2026, di Pengadilan Negeri Maros Kelas IB.

Kasus ini dinilai dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana berat, di antaranya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta ketentuan dalam KUHP terkait pemerkosaan, kekerasan seksual terhadap anak atau keluarga sedarah, dan dugaan percobaan menggugurkan kandungan secara ilegal. Apabila terbukti bersalah melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, terdakwa terancam hukuman pidana berat serta sanksi etik dan pemecatan dari institusi kepolisian.

Masyarakat kini menanti sikap tegas aparat penegak hukum dan institusi Polri dalam menangani perkara ini secara transparan dan tanpa perlindungan terhadap pelaku. Banyak pihak mendesak agar proses hukum dilakukan secara profesional demi menjamin keadilan bagi korban serta menjaga marwah institusi kepolisian di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang melibatkan aparat negara.(Red)

SPBN Nelayan di Benua Kayong Diduga Salurkan BBM Subsidi ke Aktivitas PETI

0

Ketapang — SPBU Nelayan (SPBN) di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diduga menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak sesuai peruntukan. BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, diduga dipindahkan ke dalam drum dan jerigen berukuran besar untuk selanjutnya dibawa ke aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang emas ilegal.

 

Dari dokumentasi yang dihimpun tim liputan, terlihat petugas SPBN melakukan pengisian BBM subsidi ke sejumlah wadah besar. Aktivitas tersebut memicu kecurigaan warga sekitar karena pengisian tidak dilakukan langsung ke kapal nelayan sebagaimana prosedur penyaluran BBM subsidi pada umumnya. Warga menduga BBM itu ditampung terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke lokasi tambang ilegal yang masih marak beroperasi di wilayah Ketapang.

 

Praktik penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran dinilai melanggar ketentuan hukum dan merugikan masyarakat, khususnya nelayan kecil yang berhak menerima subsidi pemerintah. Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, setiap penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

 

Selain dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, distribusi bahan bakar untuk mendukung aktivitas PETI juga berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum lainnya. Aktivitas pertambangan tanpa izin bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Pelaku PETI dapat dikenakan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 158 UU Minerba. Aparat penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyaluran BBM tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak tertentu.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBN maupun pihak terkait mengenai dugaan penyaluran BBM subsidi tersebut.

 

Masyarakat berharap Pertamina, BPH Migas, serta aparat kepolisian segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan tegas agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk mendukung aktivitas ilegal.(Tim Investigasi)

Bendungan ampang tulak kurang pengawasan

0

Bendungan ampang tulak Tapan laporan awak media dan masarakat masalah bendungan yg berada ampang tulak Tapan isi laporan masalah pintu air bendungan di rutupi sampah dan potongan kayu dan Tah pernah di bersih kan oleh pihak pegolola bendungan Apang tulak Tapan kalau di biyar kan bisa. Menimbulkan kan pintu bendungan rusak dan jebol dan juga penjangah  bendungan yg di bikin oleh xsapator tumpuk kan batu setigi  empat  meter itu juga di ambil oleh oknum yg tidak bertanggung   jawap paret pun kering jarang di masukin air   kalau paret itu ada air nya banyak sekali mapaat nya  kalau paret kering bisa juga menimbulkan kerusakan paret  oknum pun megabilbatu penjangah bendungan udah berajalela para DPRD   kepala dinas yg terkait dan juga pemerintah kb.   pesisir selatan memperhatikan kan bedugan ampang tulak  kerna itu asek negara setiap masarakat wajib menjaga nya para pemerintah tindak kan tegas para pelaku dan oknum yg merusak bendungan ampang tulak kerna udah kena udang udang. Yg berlaku di NKRI  atas kerja sama nya terimakasih   Tapan 5 mai 2026

module: NormalModule;
touch: (0.9763889, 0.9763889);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 131.0;

Audiensi Fokuswada DKI Jakarta dengan Dinas Sosial DKI Jakarta, Dipimpin Bapak Haji Sahrinta tarigan 

0

 

JAKARTA –  kompas.sbs Forum Komunikasi Warga DKI Jakarta (Fokuswada) menggelar audiensi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta pada bertempat di Kantor Dinas Sosial DKI Jakarta,. Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Fokuswada DKI Jakarta, Bapak Haji Sahrinta tarigan kamis 7 mei 2026 jalan gunung Sahari 2 no 6, RT.13/RW.07 jakarta selatan

Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi antara unsur masyarakat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam hal penanganan masalah kesejahteraan sosial di ibu kota. Rombongan Fokuswada diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta beserta jajaran.

Dalam pemaparannya, Bapak Haji Sahrinta tarigan tarigan menyampaikan bahwa Fokuswada siap menjadi mitra strategis Dinsos DKI Jakarta dalam menjangkau dan membantu warga yang membutuhkan. Fokus pembahasan meliputi penanganan PMKS, lansia terlantar, anak jalanan, penyandang disabilitas, serta optimalisasi program bantuan sosial agar tepat sasaran.

“Kami dari Fokuswada hadir bukan untuk mengkritik, tapi untuk membantu. Kami punya jaringan sampai ke tingkat basis di 5 wilayah kota. Data dan informasi dari lapangan bisa kami sampaikan agar program Dinsos lebih tajam dan menyentuh warga yang benar-benar perlu,” ujar Bapak Haji Sahrinta tarigan

*Beberapa poin penting yang mengemuka dalam audiensi:*

1. *Validasi Data DTKS:* Fokuswada mengusulkan pelibatan aktif unsur masyarakat dalam pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak ada warga miskin yang terlewat maupun yang tidak berhak tapi masih menerima bantuan.

2. *Penguatan LKS:* Dibahas pula penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) binaan Fokuswada agar bisa bersinergi dengan program Dinsos, terutama dalam pembinaan anak terlantar dan pemberdayaan eks PMKS.

3. *Respon Cepat Aduan Warga:* Disepakati pembentukan jalur komunikasi khusus antara pengurus Fokuswada di tingkat wilayah dengan Dinsos DKI Jakarta untuk percepatan penanganan aduan warga terkait masalah sosial.

4. *Edukasi dan Sosialisasi:* Fokuswada menyatakan siap membantu Dinsos menyosialisasikan program-program bansos, Kartu Lansia Jakarta, KJP Plus, hingga program penanganan stunting ke masyarakat.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta menyambut baik inisiatif Fokuswada. “Kami butuh mata dan telinga di lapangan. Fokuswada dengan jaringan yang luas tentu sangat membantu kami. Prinsipnya Dinsos terbuka untuk kolaborasi demi warga Jakarta,” tegasnya.

Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen usulan program dari Fokuswada kepada Dinsos DKI Jakarta dan foto bersama. Kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti hasil audiensi ini dengan rapat teknis dalam waktu dekat.

suhendi

Audiensi Fokuswada DKI Jakarta dengan Dinas Sosial DKI Jakarta, Dipimpin Bapak Haji Sahrinta tarigan

0

 

JAKARTA – kompas.sbs Forum Komunikasi Warga DKI Jakarta (Fokuswada) menggelar audiensi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta pada bertempat di Kantor Dinas Sosial DKI Jakarta,. Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Fokuswada DKI Jakarta, Bapak Haji Sahrinta tarigan kamis 7 mei 2026 jalan gunung Sahari 2 no 6, RT.13/RW.07 jakarta selatan

 

Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi antara unsur masyarakat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam hal penanganan masalah kesejahteraan sosial di ibu kota. Rombongan Fokuswada diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta beserta jajaran.

 

Dalam pemaparannya, Bapak Haji Sahrinta tarigan tarigan menyampaikan bahwa Fokuswada siap menjadi mitra strategis Dinsos DKI Jakarta dalam menjangkau dan membantu warga yang membutuhkan. Fokus pembahasan meliputi penanganan PMKS, lansia terlantar, anak jalanan, penyandang disabilitas, serta optimalisasi program bantuan sosial agar tepat sasaran.

 

“Kami dari Fokuswada hadir bukan untuk mengkritik, tapi untuk membantu. Kami punya jaringan sampai ke tingkat basis di 5 wilayah kota. Data dan informasi dari lapangan bisa kami sampaikan agar program Dinsos lebih tajam dan menyentuh warga yang benar-benar perlu,” ujar Bapak Haji Sahrinta tarigan

 

*Beberapa poin penting yang mengemuka dalam audiensi:*

 

1. *Validasi Data DTKS:* Fokuswada mengusulkan pelibatan aktif unsur masyarakat dalam pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak ada warga miskin yang terlewat maupun yang tidak berhak tapi masih menerima bantuan.

 

2. *Penguatan LKS:* Dibahas pula penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) binaan Fokuswada agar bisa bersinergi dengan program Dinsos, terutama dalam pembinaan anak terlantar dan pemberdayaan eks PMKS.

 

3. *Respon Cepat Aduan Warga:* Disepakati pembentukan jalur komunikasi khusus antara pengurus Fokuswada di tingkat wilayah dengan Dinsos DKI Jakarta untuk percepatan penanganan aduan warga terkait masalah sosial.

 

4. *Edukasi dan Sosialisasi:* Fokuswada menyatakan siap membantu Dinsos menyosialisasikan program-program bansos, Kartu Lansia Jakarta, KJP Plus, hingga program penanganan stunting ke masyarakat.

 

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta menyambut baik inisiatif Fokuswada. “Kami butuh mata dan telinga di lapangan. Fokuswada dengan jaringan yang luas tentu sangat membantu kami. Prinsipnya Dinsos terbuka untuk kolaborasi demi warga Jakarta,” tegasnya.

 

Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen usulan program dari Fokuswada kepada Dinsos DKI Jakarta dan foto bersama. Kedua pihak berkomitmen menindaklanjuti hasil audiensi ini dengan rapat teknis dalam waktu dekat.

suhendi

LPLHI Aceh Gaungkan Semangat Pelestarian Laut dan Lingkungan pada Indonesian Coral Day 2026 di Sabang ||

0

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

LPLHI Aceh Gaungkan Semangat Pelestarian Laut dan Lingkungan pada Indonesian Coral Day 2026 di Sabang

MEDIAKOMOAS.SBS.-WILAYAH ACEH

KOMPAS.SBS.-NEWS || 9 MEI 2026 || Sabang – Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI-KLHI) Aceh menggelar kegiatan memperingati Indonesian Coral Day 2026 yang berlangsung di kawasan Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir Pulau Weh yang dikenal memiliki kekayaan bawah laut kelas dunia.

Kegiatan yang diinisiasi oleh LPLHI Aceh tersebut turut mendapat dukungan dan apresiasi dari Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam serta Wakil Wali Kota Sabang, Drs. H. Suradji Junus sebagaimana terlihat pada spanduk dukungan kegiatan Indonesian Coral Day 2026 yang dipusatkan di Krueng Raya, Sukakarya, Sabang.

Ketua DPW LPLHI Aceh, Nasri Saputra menyampaikan bahwa peringatan Indonesian Coral Day bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut dan kawasan pesisir Sabang.

“Sabang memiliki kekayaan laut luar biasa yang harus dijaga bersama. Pulau Klah dan kawasan Laut Andaman menyimpan potensi besar dengan lebih dari 133 spesies biota laut, termasuk ikan Nemo serta terumbu karang tepi atau fringing reef yang menjadi daya tarik wisata bahari dunia,” ujarnya.

Menurutnya, ekosistem terumbu karang di Sabang merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir campuran Indo-Pasifik dan Samudra Hindia yang memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi aset penting bagi sektor pariwisata maupun kelestarian lingkungan.

Sekretaris DPW LPLHI Aceh, H. Elmuava Sani menambahkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan harus terus diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua DPD LPLHI Sabang, Syukri atau yang akrab disapa Tengku Bayu mengatakan bahwa program LPLHI selaras dengan visi Pemerintah Kota Sabang dalam mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi lingkungan.

“Sabang bukan hanya memiliki panorama laut yang indah, tetapi juga kawasan hutan yang masih alami dengan berbagai satwa seperti burung punai, burung elang, burung beo hingga rusa yang sesekali terlihat saat musim angin timur,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan hidup Gampong Krueng Raya. Komitmen itu mencakup larangan membuang sampah plastik ke laut, tidak merusak dan mengambil terumbu karang, tidak mengganggu habitat satwa liar, serta menjaga kawasan lindung dari penebangan liar.

Sekretaris DPD LPLHI Sabang, Malahayati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama demi menjaga masa depan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan Indonesian Coral Day 2026 turut dihadiri unsur masyarakat, Aparat TNI – Polri, Mahasiswa, Komunitas Lingkungan, Tokoh Masyarakat serta para Pelaku Wisata di Kota Sabang. Acara tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak dan sponsor, di antaranya The Hawk’s Nest Resort, Mars Resort, Koperasi Sabang Mandiri, Hoka – Hoka Travel dan komunitas Peduli Lingkungan lainnya.

Dengan mengusung semangat “Peduli Lingkungan, Selamatkan Kehidupan”, LPLHI Aceh berharap Sabang tetap menjadi kawasan wisata bahari unggulan yang hijau, lestari dan mendunia, tanpa mengabaikan kelangsungan ekosistem alam yang menjadi kekayaan utama Pulau Weh.

-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/Photo : Kompas.sbs.Sabang

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Pengerukan Demi Cegah Banjir, Bupati Bantaeng Tinjau Cekdam Balang Sikuyu

0

BANTAENG – KOMPAS. Bupati Bantarng, M. Fathul Fauzy Nurdin mengunjungi Cekdam  (tanggul pengaman) Balang Sikuyu, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng, Jumat sore, 8 Mei 2026.

Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini mengatakan, kunjungan ini dalam rangka persimpangan proses pengerukan atau pembersihan Balang Sikuyu.

“Kita bisa lihat lumpurnya sudah sangat tebal karena sebelumnya tidak pernah dilakukan pengerukan,” ungkap Uji Nurdin.

Beliau menambahkan, bahwa pengerukan ini dilakukan agar Cekdam Balang Sikuyu untuk mengontrol debit air pada musim penghujan agar banjir bisa dicegah.

“Semoga dengan pengerukan ini, bisa kita mengurangi atau kita berharap Bantaeng tidak banjir lagi.

Sehingga saya mohon dukungan dan doa masyarakat agar Bantaeng kita baik-baik saja,” Pungkasnya.

Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Idul Adha, Bupati Bantaeng Hadiri Rapat TPID Sulsel

0

MAKASSAR – KOMPAS. Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel dalam rangka Upaya Stabilisasi Harga Jelang Momen Idhul Adha Tahun 2026.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis, 7 Mei 2026.

‎Dalam arahannya, Fatmawati Rusdi mengungkapkan, empat arahan strategis pengendalian inflasi di Sulsel jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Dirinya meminta, seluruh daerah memperkuat koordinasi dengan Bulog melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Ia menekankan agar GPM dioptimalkan hingga tingkat kelurahan dan fokus pada delapan komoditas utama penyumbang inflasi.

“Intervensi harus dilakukan secara maksimal, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, demi memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat jelang Iduladha,” tutur Wagub.

Sementara Bupati Bantaeng, Uji Nurdin memberikan apresiasi adanya High Level Meeting untuk menjamin stabilitas harga pangan.

Dirinya siap berupaya memastikan ketersediaan pasokan, dan mengintervensi pasar untuk menekan potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan permintaan jelang Iduh Adha.

“Kita siap melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam memastikan harga komoditas pokok, terutama daging sapi/ayam, telur, dan, minyak, cabai , dan lainnya tidak melonjak drastis.

InsyaAllah ketersediaan stok bahan pangan dan hewan kurban di pasar aman”, pungkasnya.

 

 

Laporan : Suarni Kabiro Bantaeng Sulsel