Beranda blog Halaman 14

Radian Minta Maaf Terkait Isu Kepengurusan Partai, Tegaskan Fokus di Dewan Kota Penjaringan

0

Kompas.sbs | Jakarta Utara – Radian, Anggota Dewan Kota wilayah Penjaringan, secara terbuka menyatakan kekhilafan dan menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya informasi yang menyebutkan dirinya menjabat sebagai pengurus salah satu partai politik di Jakarta Utara.

 

“Mohon maaf atas ketidaktahuan saya terkait beredarnya berita bahwa saya juga menjadi pengurus salah satu partai di Jakarta Utara,” ujar Radian dalam pernyataannya, Rabu (5/5/2026).

 

Pernyataan ini menanggapi kabar yang sebelumnya beredar di masyarakat dan dinilai menyesatkan. Meskipun secara eksplisit tidak terdapat larangan dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2011 maupun Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 116 Tahun 2013 yang melarang anggota Dewan Kota menjadi anggota partai politik, namun regulasi tersebut menegaskan prinsip independensi dan netralitas. Dewan Kota dirancang sebagai representasi masyarakat—yang berasal dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan unsur kewilayahan—bukan sebagai representasi partai politik.

 

Menanggapi hal tersebut, Radian menjelaskan bahwa dirinya telah mengambil langkah tegas dengan mengundurkan diri dari struktur kepengurusan partai tak lama setelah dilantik. “Saya sudah menyelesaikan pengunduran diri sebagai pengurus parpol, dan saya akan fokus melanjutkan pengabdian saya di Dewan Kota,” tegasnya.

 

Langkah Radian ini sejalan dengan praktik seleksi Dewan Kota di lapangan, di mana kandidat diharapkan tidak aktif sebagai pengurus partai dan mampu menunjukkan rekam jejak independensi. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik agar anggota Dewan Kota tidak dianggap mewakili kepentingan golongan atau partai tertentu dalam menjalankan fungsinya.

 

Lebih lanjut, Radian juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada seluruh jajaran birokrasi Pemerintah Kota Jakarta Utara atas kelalaian yang terjadi. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi wilayahnya. “Terutama kepada Wali Kota, saya mohon maaf dan siap melanjutkan pengabdian di Dewan Kota,” tandas Radian menutup pernyataannya.

 

Dengan klarifikasi ini, Radian berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat memahami posisi dan komitmennya untuk fokus menjalankan tugas sebagai perwakilan rakyat di Dewan Kota Penjaringan, sesuai dengan mandat yang diberikan: mengutamakan kepentingan masyarakat luas di atas afiliasi politik tertentu.

(red)

Ie Meulee Menggeliat, Buah Naga Sabang Tancap Gas Menuju Komoditas Premium dan Agrowisata Unggulan | News.

0

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Ie Meulee Menggeliat, Buah Naga Sabang Tancap Gas Menuju Komoditas Premium dan Agrowisata Unggulan

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || 6 MEI 2026 || Sabang – Dari hamparan kebun di Gampong Ie Meulee, geliat kebangkitan ekonomi berbasis pertanian di Kota Sabang kini bergerak nyata. Buah naga tidak lagi sekadar hasil kebun, tetapi mulai menjelma sebagai komoditas bernilai tinggi yang diproyeksikan menembus pasar lebih luas sekaligus menjadi magnet agrowisata.

Momentum ini diperkuat melalui kehadiran langsung Tim Penggerak PKK Kota Sabang. Dipimpin Ketua TP PKK, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam, bersama Staf Ahli Ny. Hj. Erwani Meuthia dan jajaran pengurus, kegiatan panen dan pendampingan petani di kebun milik Hendrik, Rabu (6/5/2026), menjadi bukti konkret keberpihakan pada sektor riil.

Tidak sekadar simbolis, rombongan terjun langsung ke kebun—memetik buah, berdialog terbuka, hingga menyerap persoalan dan peluang dari para petani. Interaksi yang terbangun mencerminkan sinergi yang semakin kuat antara penggerak masyarakat dan pelaku usaha tani di lapangan.

Buah naga segar yang dinikmati langsung di lokasi mempertegas kualitas unggulan Sabang. Rasa manis, gurih, legit, dengan tingkat keasaman rendah menjadi identitas khas yang sulit ditandingi, sekaligus membuka peluang besar untuk bersaing di pasar yang lebih kompetitif.

Komitmen Ketua TP PKK Kota Sabang, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam, yang disampaikan melalui Ketua Pokja III, Widya, SP., M.Si, menegaskan bahwa pendampingan kepada petani akan terus diperkuat dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar panen, tetapi gerakan bersama untuk memastikan petani terus tumbuh, produktif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Buah naga Sabang harus naik kelas,” tegasnya.

Dari sisi pemasaran, tren positif mulai terlihat jelas. Kebun Ie Meulee kini berkembang menjadi titik kunjungan, di mana pembeli datang langsung untuk mendapatkan buah segar. Namun tingginya permintaan masih menjadi tantangan, karena belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas produksi yang tersedia.

Dengan sekitar 600 batang tanaman produktif, potensi pengembangan masih sangat besar. Hendrik selaku pemilik kebun berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah agar kawasan ini dapat ditata dan dikembangkan menjadi destinasi agrowisata unggulan yang terintegrasi.

Langkah peningkatan produksi juga diperkuat melalui inovasi teknologi. Pemanfaatan lampu LED pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga tengah malam, terbukti efektif merangsang pembungaan di luar musim dan mampu meningkatkan hasil panen hingga tiga kali lipat.

Kolaborasi antara TP PKK, petani, dan Pemerintah Daerah menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ini. Dari Ie Meulee, buah naga Sabang kini melangkah lebih jauh—dari kebun lokal menuju komoditas premium, dari hasil tani menjadi destinasi, dan dari potensi menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kota Sabang.

-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/Photo : Reporter Kompas.sbs.

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS

Wujudkan Ketahanan Pangan, Rutan Tanjung Pura Bersihkan Lahan Tidur di Desa Binaan Cempa Bersama UPT Langkat

0

Kompas.SBS-Langkat

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada Rabu (6/5/2026), Rutan Tanjung Pura melaksanakan kegiatan peninjauan dan pembersihan lahan di Desa Binaan Pemasyarakatan, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Langkah konkret ini merupakan implementasi langsung dari poin ke-8 dalam “15 Program Aksi” Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, yang mengusung tema kemandirian pangan melalui optimalisasi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan lahan tidur (idle land) yang direvitalisasi menjadi area produktif. Tujuannya tidak hanya untuk mendukung stok pangan daerah, tetapi juga sebagai media pembinaan kemandirian (life skills) bagi warga binaan pemasyarakatan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara kebijakan pusat dan aksi lokal dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada.

Sinergi Lintas Instansi dan Masyarakat
Peninjauan lapangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Langkat. Turut hadir Kepala Rutan Tanjung Pura beserta staf, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat beserta jajaran, perwakilan Staf Lapas Pemuda Kelas III Langkat, serta Kepala Dusun Desa Cempa. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Babinsa setempat, yang kehadiranannya berperan strategis bukan hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi sebagai mitra dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjembatani komunikasi dengan masyarakat desa binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Tanjung Pura memimpin diskusi teknis di lokasi untuk memetakan potensi lahan, menentukan jenis komoditas unggulan yang akan dikembangkan, serta mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. Beliau menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang maksimal, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.

Aksi Nyata Pembersihan Lahan
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi gotong royong pembersihan lahan. Para warga binaan (tahanan) Rutan Tanjung Pura tampak antusias dan penuh semangat mengerjakan tugas mereka. Mereka secara bersama-sama menebas semak belukar, mengumpulkan ranting dan sampah, serta merapikan area yang akan disulap menjadi lahan produktif. Aktivitas ini memiliki nilai ganda: selain mempersiapkan fisik lahan untuk segera ditanami, proses ini juga menanamkan nilai-nilai kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari proses rehabilitasi warga binaan.

Selain pembersihan lahan tanam, rombongan pimpinan juga melakukan pengecekan lokasi rencana pembangunan jembatan akses. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperlancar jalur distribusi alat berat seperti traktor dan hasil panen nantinya, memastikan efisiensi operasional di area kebun.

Landasan Kolaborasi Sebelumnya
Kegiatan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari langkah strategis yang telah dimulai seminggu sebelumnya. Pada Rabu (29/4/2026), telah berlangsung rapat koordinasi pembentukan Desa Binaan Pemasyarakatan di Kantor Kepala Desa Cempa. Rapat tersebut menyatukan kekuatan tiga UPT utama di Langkat, yaitu Lapas Narkotika Langkat, Lapas Pemuda Langkat, dan Rutan Tanjung Pura. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi, di mana potensi warga binaan dapat disinergikan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat desa, mewujudkan tujuan besar pemasyarakatan yaitu menciptakan manusia yang mandiri dan bermanfaat bagi sosial.

Dengan dimulainya pengerjaan lahan ini, Rutan Tanjung Pura dan jajarannya optimis bahwa program ketahanan pangan ini akan berjalan sukses, menghasilkan panen yang melimpah, serta memberikan keterampilan berharga bagi warga binaan menjelang kembali ke masyarakat.

(Warianto)

Tingkatkan Kualitas Layanan dan Keamanan, Kanwil Kemenkumham Aceh Monitoring Lapas Kota Bakti | News

0

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Tingkatkan Kualitas Layanan dan Keamanan, Kanwil Kemenkumham Aceh Monitoring Lapas Kota Bakti

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH 
KOMPAS.SBS.-NEWS || 6 MEI 2026 || PIDIE – Dalam upaya memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Bakti menerima kunjungan kerja dari jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh pada Senin (04/05/2026).

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Aceh, Edi Mulyono.

Agenda ini difokuskan pada Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait tiga aspek krusial: perawatan warga binaan, stabilitas keamanan dan ketertiban, serta kepatuhan internal petugas.

Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti beserta seluruh pejabat struktural.
Dalam arahannya, Edi Mulyono menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) demi menjaga integritas institusi.

“Monitoring ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan instrumen untuk memastikan bahwa pelayanan hak warga binaan terpenuhi dengan baik dan sistem keamanan berjalan tanpa celah,” ujar Edi di sela-sela kegiatannya.

Dalam rangkaian peninjauan lapangan, tim menyisir area-area strategis, meliputi:
Blok Hunian: Memastikan kebersihan dan kelayakan sanitasi bagi warga binaan.
Dapur & Klinik: Meninjau proses pengolahan makanan serta kualitas pelayanan kesehatan bagi penghuni Lapas.
Area Pembinaan: Melihat langsung progres kegiatan kemandirian sebagai bekal warga binaan saat bebas nanti.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Lapas Kota Bakti telah menjalankan fungsi pelayanan dan pengamanan dengan baik.
Meski demikian, penguatan terhadap kepatuhan internal terus ditekankan agar seluruh petugas terhindar dari praktik penyimpangan.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi jajaran Lapas Kelas IIB Kota Bakti dalam meningkatkan kualitas kinerja dan mewujudkan pemasyarakatan yang semakin PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif).

-Reporter/Perss MEDIA Kompas.sbs.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/PhotoLapas Kota Bakti /M.Ali Aceh 

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Khanduri Laot Gampong Iboih, Wujud Syukur Dan Doa Keselamatan Nelayan || Kompas.sbs.-News.

0

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Khanduri Laot Gampong Iboih, Wujud Syukur Dan Doa Keselamatan Nelayan

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH

KOMPAS.SBS.-NEWS || Sabang – Masyarakat pesisir Gp.Iboih, Kec.Sukamakmue Kota Sabang kembali menggelar tradisi adat Khanduri Laot yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, di Gp. Iboih dan dihadiri oleh Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.Sou, M.Han, bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat nelayan, Rabu (06/05/2026)

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Kota Sabang Andri Nourman, AP, M.Si, Ketua MAA Kota Sabang Tgk. Sulaiman Daud, S.Pd.I, para Pejabat Utama (PJU) Polres Sabang, Camat Sukamakmue Nurmansyah Putra, S.STP, Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, Keuchik Gampong Iboih Bukhari, serta unsur TNI dari Danpomad Sabang Lettu Agus Wijaya, M.H, Danpomal Sabang Lettu (L) Deddi Irawan, SH, dan Danpomau Sabang Lettu Andika Pratama, SH. Turut hadir pula para Panglima Laot se-Kota Sabang, perangkat gampong, serta kelompok nelayan Gampong Iboih.

Khanduri Laot merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut, sekaligus memohon keselamatan bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemberian doa restu serta penyucian alat tangkap ikan dan kapal-kapal nelayan. Prosesi ini menjadi simbol harapan agar para nelayan selalu diberikan keselamatan, kelancaran rezeki, serta terhindar dari segala bahaya di laut.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan adat tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir.

“Kegiatan Khanduri Laot ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan memperkuat silaturahmi antar masyarakat. Kami dari Polres Sabang sangat mendukung pelestarian tradisi seperti ini,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan pentingnya keselamatan bagi para nelayan saat melaut.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, serta mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Sabang,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, mencerminkan kuatnya nilai adat, budaya, serta kebersamaan masyarakat Gampong Iboih dalam menjaga tradisi warisan leluhur.

-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/Photo : Humas Polres Sabang 

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Khanduri Laot Iboih Khidmat dan Penuh Makna, Tradisi Leluhur Kokohkan Kebersamaan Masyarakat Pesisir Sabang

0

BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.

Khanduri Laot Iboih Khidmat dan Penuh Makna, Tradisi Leluhur Kokohkan Kebersamaan Masyarakat Pesisir Sabang

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || Sabang – Rabu, 6 Mei 2026 || Denting nilai adat dan lantunan doa kembali menyatu di pesisir Kota Sabang. Tradisi Khanduri Laot dan Doa Bersama yang digelar di Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, berlangsung khidmat, sarat makna, dan menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat nelayan dalam menjaga warisan leluhur.

Kegiatan diawali dengan doa bersama di kawasan Pulau Rubiah, mengiringi harapan akan keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan. Prosesi kemudian berlanjut ke kenduri laot, di mana masyarakat berkumpul dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

Pemandangan kebersamaan begitu terasa nyata. Di bawah tenda sederhana, warga dari berbagai kalangan duduk berdampingan tanpa sekat, menikmati hidangan kenduri secara bersama-sama. Momen ini bukan sekadar makan bersama, melainkan wujud syukur atas hasil laut sekaligus pengikat erat tali silaturahmi yang telah terjalin turun-temurun.

Kegiatan ini dihadiri oleh Panglima Laot se-Kota Sabang, Keuchik Gampong Iboih beserta perangkat desa, unsur TNI/Polri, Dansubdenpom IM/2-1 Sabang, Sekda dan jajaran Pemerintah Kota Sabang, Ketua MPU Sabang, Kapolres Sabang beserta jajaran, Kepala BPKS Sabang bersama staf, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir mantan Gubernur Aceh, Azwar Abubakar, yang semakin menambah kekhidmatan acara.

Kehadiran Kepala BPKS Sabang bersama jajaran menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pembangunan kawasan dan nilai-nilai kearifan lokal.

Kepala BPKS Sabang, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan bahwa Khanduri Laot merupakan identitas penting masyarakat maritim yang harus terus dijaga.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi. Khanduri Laot mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya di Kota Sabang,” ujarnya.

Keuchik Gampong Iboih, Bukhari Ismail, menyampaikan bahwa tradisi ini adalah bagian dari jati diri masyarakat yang tidak boleh tergerus oleh zaman.

“Khanduri Laot adalah ruang kebersamaan dan nilai spiritual. Di sinilah kita menjaga silaturahmi, memperkuat gotong royong, dan merawat identitas masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima Laot Iboih ,Lukman Hakim, menekankan bahwa tradisi ini juga mengandung pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

“Khanduri Laot adalah wujud syukur sekaligus pengingat agar kita menjaga laut dan mematuhi hukum adat. Kelestarian laut adalah masa depan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga kawasan, dan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat serta memperkuat ketahanan sosial budaya di wilayah pesisir.

Lebih dari sekadar seremoni, Khanduri Laot adalah simbol hidupnya nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya merekatkan kebersamaan, tetapi juga menjadi kekuatan budaya yang mampu mengangkat citra Sabang sebagai daerah maritim yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing di tingkat nasional hingga internasional.

-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/Photo : Reporter Kompas.Sbs.

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Warga Apresiasi Respons Cepat Polsek Rote Barat Daya Tangani Kasus Penembakan Ternak

0

 

Kompas.sbs–Rote Ndao — Sejumlah warga di Desa Lekik, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi kepada anggota Polsek Rote Barat Daya atas respons cepat dalam menangani kasus penembakan ternak yang terjadi di wilayah tersebut, Rabu (06/05/2026).

Peristiwa penembakan itu terjadi pada hari yang sama di lokasi kejadian perkara (TKP) di Desa Lekik. Seekor kambing milik warga Yes Nalle, ditemukan dalam kondisi tertembak. Hingga saat ini, pelaku penembakan belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, aparat kepolisian menduga penembakan dilakukan menggunakan senapan angin jenis PCP. Di lokasi kejadian, petugas menemukan bekas tembakan serta sisa darah yang masih terlihat.

Dua personel kepolisian, yakni Aiptu Edwin Seran dan Bripda Lenggu,  melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah cepat turun ke lokasi dan menindaklanjuti laporan kami. Kehadiran polisi membuat kami merasa lebih aman,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Warga menjelaskan, kasus penembakan dan kehilangan ternak di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah warga di Desa Lekik, Desa Batutua, dan desa sekitarnya melaporkan kehilangan hewan ternak, seperti kambing, babi, sapi, hingga kuda.

Menurut warga, kejadian tersebut terjadi berulang kali dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Bahkan, ternak milik warga yang sedang bunting dan hampir melahirkan turut menjadi korban.

Menanggapi kondisi tersebut, masyarakat berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas pelaku serta meningkatkan pengawasan di wilayah rawan. Selain itu, warga juga mendorong adanya pendataan kepemilikan senapan angin di masyarakat.

Pihak kepolisian berencana berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata warga yang memiliki senjata, khususnya jenis PCP. Langkah ini dilakukan guna memastikan kepemilikan senjata sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk kewajiban memiliki izin resmi.

Selain penanganan kasus, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan setiap keluhan melalui program “Jumat Curhat” yang dilaksanakan secara bergilir di desa-desa wilayah hukum Polsek Rote Barat Daya.

Warga berharap, melalui langkah-langkah tersebut, kasus penembakan dan kehilangan ternak dapat segera diungkap serta tidak terulang kembali di kemudian hari.YH

Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru : Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

0

Jakarta Utara, Kompas.sbs – Dalam upaya meningkatkan literasi serta membina generasi muda, Polsek Kawasan Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok menghadirkan program “Pojok Baca Edukasi” sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak di lingkungan sekitar, Rabu (6/5/2026).

Kapolsek Kawasan Kalibaru, AKP Arga Arianda Siregar, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus menyediakan akses terhadap bahan bacaan yang edukatif dan bermanfaat. Program ini disambut antusias oleh anak-anak yang tampak bersemangat mengikuti kegiatan membaca dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif.“Melalui Pojok Baca Edukasi, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus menanamkan kebiasaan membaca sebagai fondasi penting dalam meraih masa depan,” ujar AKP Arga.

Tidak hanya berfokus pada literasi, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan anak. Personel Polsek Kawasan Kalibaru turut membagikan susu kotak kepada para peserta sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi serta meningkatkan semangat belajar.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu menjaga kesehatan anak-anak agar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kuat,” tambahnya.

Melalui program ini, diharapkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin harmonis, sekaligus mendorong terwujudnya generasi muda yang cerdas, sehat, dan berakhlak baik.

Polsek Kawasan Kalibaru menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang bermanfaat.

Sumber : Efo-Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter : Beni ‘Blekok’

Desa Betung Barat Raih Penghargaan Nasional, Kepala Desa Rozali Sebut Berkat Kerja Sama Seluruh Pihak.   

0

 

 

 

Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini berhasil meraih predikat Terbaik ke-1 se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2025, serta menjadi satu-satunya desa di Sumsel yang menerima apresiasi langsung dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada Kamis, 18 Desember 2025.

 

Kepala Desa Betung Barat, Bapak Rozali, A.Md, NL.P, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan dukungan penuh masyarakat. Salah satu faktor utama yang menjadi nilai tambah adalah keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) desa yang telah menangani sekitar 70 kasus masyarakat hingga tuntas, sehingga memberikan perlindungan hukum yang nyata bagi warga.

 

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan hanya prestasi bagi desa, tapi juga bukti bahwa upaya kami dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat mulai terlihat hasilnya. Kami akan terus berkomitmen untuk memajukan Desa Betung Barat menjadi lebih baik lagi,” ujar Rozali.

 

Pemerintah Kabupaten PALI juga menyambut capaian tersebut dengan rasa bangga dan memberikan dukungan penuh agar desa ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah tersebut. 6 maret 2026

Gasifikasi Batu Bara Jadi DME, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi Nasional

0

Tanjung Enim, 05 Mei 2026 Kompas.sbs–PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita serta amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Di tengah dinamika global yang ditandai dengan ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi, penguatan ketahanan energi menjadi prioritas banyak negara, termasuk Indonesia.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi ketergantungan terhadap impor LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor produktif, yang berdampak pada tekanan terhadap neraca perdagangan, kebutuhan devisa, serta beban subsidi energi.

Melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama Pertamina berupaya menghadirkan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri batu bara nasional.

CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat fondasi ekonomi dan energi Indonesia.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” paparnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/04/2026).

Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier menegaskan bahwa hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan langkah strategis yang memberikan manfaat dan keuntungan besar bagi negara, baik manfaat yang bersifat langsung (tangible) maupun tidak langsung (intangible). Ia menggarisbawahi bahwa sebagian besar manfaat tersebut tidak seluruhnya dapat tercermin dalam laporan keuangan korporasi. Oleh sebab itu, dirinya menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap percepatan proyek hilirisasi tersebut demi kepentingan nasional yang lebih luas.

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Namun banyak keuntungan negara yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud dan dijalankan sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” ujar Fuad.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi besar dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia.

“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan optimal dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional” ujar Maroef.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menekankan bahwa hilirisasi batubara menjadi DME ini merupakan bentuk kesiapan Perseroan dalam menjawab tantangan energi nasional sehingga bukan hanya sekadar proyek industri saja.

“Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.

Senada, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan pengembangan DME menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan dan juga bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting untuk menciptakan sumber energi baru sekaligus menjawab tantangan ketahanan energi nasional.

“Pengembangan DME merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, menghemat devisa, serta memperkuat industri domestik,” kata Turino.

Selain mengurangi ketergantungan impor, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, hingga peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak dan dukungan langsung dari pemerintah, proyek hilirisasi ini diharapkan diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

———–oooooo———–

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id

(SETHO  Kompas.sbs)