Beranda blog Halaman 323

Tukang Sayur Kaget Disambangi Polisi, Ternyata Ini Tujuannya

0

Polsek Sebangki~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana pagi yang semula berlangsung biasa di sebuah kawasan pemukiman di Kecamatan Sebangki mendadak berubah ketika seorang tukang sayur yang sedang melayani ibu-ibu mendapati kedatangan petugas kepolisian. Sejumlah warga sempat terkejut, mengira kedatangan polisi terkait sesuatu yang mendesak. Namun, kejutan itu berubah menjadi senyum lega setelah mengetahui bahwa petugas datang untuk memberikan himbauan keamanan.

Pada Rabu (3/12/2025), Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah melaksanakan patroli dialogis sekaligus menyambangi tukang sayur keliling. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para pedagang sayur untuk meningkatkan kewaspadaan saat berjualan, terutama terhadap potensi pelaku kejahatan yang memanfaatkan momen di pagi hari ketika lingkungan masih relatif sepi.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., M.H., S.I.K., melalui Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah, menjelaskan bahwa himbauan ini diberikan untuk mengurangi risiko kriminalitas terhadap pedagang keliling yang kerap menjadi target empuk pelaku kejahatan.

“Patroli sambil berdialog ini kami lakukan agar para pedagang lebih berhati-hati, terutama ketika melayani pembeli seorang diri atau saat berada di lokasi yang minim pengawasan,” ujar Aipda Suriansyah.

Lanjut Kanit Binmas menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa para pedagang keliling tidak hanya merasa aman, tetapi juga memahami langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan sekitar, menghindari membawa uang dalam jumlah besar, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

Kanit Binmas juga berpesan kepada tukang sayur agar tidak segan meminta bantuan warga sekitar bila merasa diikuti orang tak dikenal, serta memastikan rute dagang tetap berada pada area yang ramai dan terang.

Sang tukang sayur tampak berterima kasih atas perhatian dan arahan yang diberikan kepolisian. Ia mengaku kaget sekaligus senang karena kepolisian turun langsung memberikan edukasi di lapangan.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kehadiran polisi yang dinilai mampu memberikan rasa aman. Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, karena sangat membantu menjaga ketertiban lingkungan.

PULUHAN DESA GAGAL CAIR DANA DESA: IJS MAMASA DESAK PEMERINTAH UNGKAP AKAR MASALAH!!

0

 

Mamasa KOMPAS SBS 2 Desember 2025 — Pelaksana Tugas Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Mamasa, Johar Bonga Karaeng, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Mamasa. Hingga memasuki penghujung tahun anggaran 2025, masih terdapat puluhan desa yang belum menerima pencairan Dana Desa secara 100%, meskipun anggaran tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang bersumber dari APBN dan memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Johar menegaskan bahwa keterlambatan pencairan ini bukan sekadar masalah teknis atau administratif, tetapi telah menjadi polemik serius di lapangan, terutama karena realitas di desa tidak sesuai dengan dokumen perencanaan yang terpampang secara terbuka. Hampir seluruh desa telah memasang baliho APBDes yang memuat rencana program, kegiatan, hingga besaran anggaran. Namun sejumlah kegiatan tidak berjalan, tertunda, atau bahkan belum dimulai akibat dana yang tidak kunjung cair. Hal ini memicu tanda tanya besar di masyarakat, mulai dari mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran hingga menimbulkan spekulasi yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Melihat situasi ini, Johar menginstruksikan kepada seluruh anggota IJS DPW Mamasa untuk mengawal, menelusuri, dan mempertanyakan secara langsung kepada pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun pihak terkait lainnya, mengenai apa sebenarnya kendala yang menyebabkan pencairan Dana Desa mandek hingga sedemikian lama. Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang jujur dan transparan, terutama mengenai anggaran yang menjadi hak masyarakat desa.

> “Ini bukan persoalan kecil. Ketika puluhan desa belum menerima pencairan dana hingga akhir tahun, sementara desa lain sudah cair 100%, maka ini menimbulkan ketidakadilan dan pertanyaan besar. Pemerintah harus terbuka, menjelaskan kepada masyarakat, dan tidak membiarkan persoalan ini bergulir tanpa kejelasan. Warga desa berhak tahu apa akar masalahnya,” tegas Johar Bonga Karaeng.

Johar juga menekankan bahwa keterlambatan pencairan Dana Desa tidak hanya menghambat pembangunan fisik, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik, ekonomi masyarakat desa, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah. Program-program pembangunan yang seharusnya selesai pada tahun berjalan terancam tidak tercapai, dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

Lebih jauh, Johar mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur, mulai dari membuka informasi secara transparan, mempercepat proses administrasi, hingga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kementerian terkait jika problemnya berada di tingkat pusat. Pemerintah menurutnya tidak boleh bersikap pasif ketika puluhan desa menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

> “Kami berharap ada solusi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai warga desa terus bertanya-tanya dalam hati: ada apa? Kenapa kami belum cair? Sementara puluhan desa lain sudah menerima haknya secara penuh. Ketimpangan ini harus dijawab dengan langkah nyata, bukan hanya janji,” tambah Johar.

IJS DPW Mamasa menegaskan komitmen penuh untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, khususnya Dana Desa yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Jurnalis memiliki tanggung jawab untuk memastikan publik tidak dibiarkan berada dalam ketidakjelasan, serta mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola anggaran demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

(Ansar)

Perlu Kajian Intensif Untuk Pembukaan Lahan Sawah Baru

0

KOMPAS.SBS #

Denpasar – Bali || Oleh : Dr. I Ketut Suar Adnyana,M.Hum Akademisi Universitas Dwijendra.

Pemerintah Provinsi Bali berencana membuka lahan sawah baru seluas 6.000 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa Bali masih memiliki potensi lahan kering yang selama ini kurang produktif dan dapat dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif sebagai lumbung pangan baru.

Namun, rencana ambisius ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar, terutama terkait siapa yang akan mengolah lahan tersebut dan bagaimana penyediaan sumber air untuk sawah baru di tengah tantangan regenerasi petani dan keterbatasan irigasi.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi sektor pertanian di Bali adalah minat generasi muda yang terus menurun menjadi petani.

Banyak anak muda lebih memilih bekerja di sektor pariwisata dan industri kreatif yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.

Ketergantungan pada Tenaga Kerja Luar Bali Menjadi Tantangan Tambahan

Di tengah rendahnya minat generasi muda Bali untuk bekerja di sektor pertanian, saat ini proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemanenan padi di sejumlah wilayah justru banyak mengandalkan tenaga kerja dari luar Bali.

Fenomena ini terjadi karena sebagian petani lokal sudah berusia lanjut dan tidak mampu lagi melakukan pekerjaan fisik berat, sementara anak muda tidak tertarik menggantikannya.

Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran baru: apabila lahan sawah diperluas hingga 6.000 hektare, siapa yang akan menggarapnya jika tenaga kerja lokal semakin berkurang?

Jika kondisi ini tidak diantisipasi, Bali berpotensi semakin bergantung pada pekerja luar daerah untuk sektor pangan yang sebenarnya merupakan tulang punggung ketahanan daerah.

Tanpa adanya program regenerasi petani yang konkret, rencana pembukaan 6.000 hektare lahan sawah baru berpotensi tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Regenerasi petani bukan sekadar mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi membutuhkan pendekatan sistematis yang mencakup insentif usaha yang menarik, pelatihan teknologi pertanian modern, serta skema bantuan modal yang memadai.

Insentif bagi Petani

Insentif pagi petani sangat diperlukan agar sektor pertanian kembali memiliki daya tarik ekonomi. Misalnya, pemerintah dapat memberikan subsidi alat pertanian, jaminan harga gabah, atau insentif pajak bagi petani muda.

Pelatihan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone untuk pemupukan, sistem irigasi pintar, hingga budidaya padi berkelanjutan akan menyesuaikan dengan minat generasi milenial yang akrab dengan teknologi.

Di sisi lain, bantuan modal sangat penting untuk mempermudah petani pemula membeli sarana produksi, mengelola lahan, dan mengatasi biaya awal yang seringkali menjadi hambatan.

Apabila langkah-langkah tersebut tidak dijalankan, lahan sawah baru yang dibuka berisiko terbengkalai.

Petani yang tersisa akan kewalahan mengelola tambahan lahan, sementara generasi muda tetap enggan terjun ke sektor pertanian.

Hal ini pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran bahwa program perluasan sawah tidak akan efektif, bahkan bisa menambah beban pemerintah akibat lahan yang tidak tergarap dan hasil produksi yang stagnan.(Bud)

Kerahkan Sumber Daya Pulihkan Infrastruktur, AHY Pastikan Bantuan Menembus Wilayah Bencana Sumatra

0

 

KOMPAS.SBS #

Belawan – Sumut || Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah mempercepat langkah untuk memulihkan konektivitas, infrastruktur, dan layanan logistik di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal tersebut disampaikan saat turun langsung meninjau Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara (01/12/2025)

“Pemerintah tentu bergerak di semua sektor. Saya selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki tugas utama untuk segera menggerakkan, mendorong kementerian-kementerian di bawah koordinasi kami—khususnya Kementerian Pekerjaan Umum—untuk segera mengirimkan alat-alat berat seperti ekskavator, loader, dan lainnya untuk membantu membersihkan sisa-sisa longsor sekaligus menghubungkan kembali jalur-jalur yang terputus,” tegas Menko AHY.

Menurut Menko AHY, jika penanganan tidak dilakukan segera, akan ada masyarakat dan wilayah yang tetap terisolasi, baik dari sisi komunikasi maupun jalur logistik akibat terputusnya akses darat. Ia menegaskan bahwa hal tersebut harus ditangani sesegera mungkin. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan melalui Kementerian Perhubungan agar sektor transportasi udara dan laut tetap beroperasi dengan baik sehingga aliran logistik tidak terhenti. Masyarakat terdampak sangat membutuhkan bantuan, termasuk obat-obatan, sehingga kelancaran distribusi menjadi prioritas.

“Saya akan menyampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum—di sini ada deputi yang khusus membidangi hal tersebut—agar tidak ada satu pun daerah yang benar-benar terputus. Kita dorong alat-alat beratnya: ada ekskavator, backhoe, loader, truk, dan lain sebagainya,” ujar Menko AHY.

Menko AHY menyatakan bahwa koordinasi juga telah dilakukan dengan Pertamina dan PLN terkait ketersediaan BBM dan listrik yang merupakan kebutuhan krusial. Menurutnya, listrik tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga memastikan komunikasi tetap berjalan. Tanpa listrik, jaringan komunikasi terputus sehingga dapat menghambat pemerintah pusat maupun daerah dalam memperoleh informasi penting di lapangan.

Dalam kunjungannya, Menko AHY didampingi Menteri Transmigrasi Mohamad Iftitah Sulaiman Suryanegara; Wadan Kodamar I, Brigjen TNI Marinir Alibahar Saragi; serta Komandan KRI Sutedi Senaputra-378, Letkol Laut (P) M. Suryo. Menko AHY juga didampingi oleh Deputi Nazib Faizal serta Staf Khusus Menko, Agust Jovan Latuconsina dan Sigit Raditya. (cvs)