Top 5 This Week

Related Posts

Pasukan Adat Nusantara Siap Kepung Ketidakadilan: “Jangan Sembunyi di Balik Seragam!

MAKASSAR – KOMPAS. Gelombang perlawanan terhadap dugaan kebobrokan penegakan hukum pecah di Makassar.

Sidang penetapan tersangka terhadap ulama kharismatik, Ustaz H. Mustari Dg Ngago, langsung memicu reaksi keras dan mendidih dari berbagai elemen masyarakat.

Tak main-main, Panglima Pasukan Adat Nusantara Indonesia, Andi Jamal Kemarudin Masiga S.H (yang akrab disapa Om Betel), angkat bicara dengan nada tinggi dan mengecam keras proses hukum yang dinilai sarat akan aroma busuk kriminalisasi!

Dengan tatapan tajam dan nada bertenaga, Om Betel memperingatkan aparat penegak hukum, baik di tingkat Polres maupun Polda, agar tidak bermain api dengan memanipulasi hukum demi kepentingan tertentu.

“Penetapan tersangka dan penahanan ini brutal! Tidak boleh dilakukan serta-merta seolah hukum milik penguasa.

Buka mata, kaji menyeluruh! Ini murni ranah perdata, kenapa dipaksakan menjadi pidana?!” gertak Om Betel dengan nada geram kepada awak media.

Aroma Busuk Penyalahgunaan Kekuasaan Panglima Pasukan Adat Nusantara ini membedah kejanggalan kasus secara gamblang.Rabu 03/06/2016

Berdasarkan analisis hukum yang matang, perkara yang menjerat Ustaz Mustari jelas-jelas bersumber dari hubungan perjanjian antar-pihak—artinya, ini adalah wilayah hukum perdata.

Om Betel menuding ada oknum-oknum aparat yang sengaja “menyelundupkan” pasal pidana demi menjatuhkan sang Ustaz.

Kasus Dipaksakan: Hubungan keperdataan ditarik paksa ke ranah kriminal.
Penyalahgunaan Wewenang: Diduga kuat ada oknum yang menggunakan kekuasaan secara semena-mena.
Keadilan Mati Suri: Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas, dan dijadikan alat pemukul.

“Jangan karena kalian punya pangkat, punya kuasa, lalu bisa seenaknya menindas dan menahan orang! Kami menduga kuat ada Abuse Of Power (penyalahgunaan kekuasaan) yang sangat telanjang di kasus ini. Ini tidak bisa dibiarkan!” tegas Andi Jamal masygul.

Sinyal Perang Terhadap Kriminalisasi: “Kami Tidak Akan Diam!”
Menutup pernyataannya dengan manifesto yang menggetarkan, Andi Jamal menegaskan bahwa Pasukan Adat Nusantara Indonesia telah merapatkan barisan.

Sebagai pembina mereka, kehormatan Ustaz Mustari adalah kehormatan seluruh pasukan adat.
Mereka memastikan akan mengawal kasus ini hingga titik darah penghabisan dan tidak akan mundur sejengkal pun sampai keadilan yang hakiki ditegakkan.

Kami tidak akan tinggal diam! Pasukan Adat Nusantara akan terus bersuara, bergerak, dan mendampingi beliau sampai dinding ketidakadilan ini runtuh dan keadilan benar-benar ditegakkan!” pungkas sang Panglima dengan nada mengancam.

Sidang panas ini dipastikan akan terus bergulir. Publik kini tertuju pada nyali pihak kepolisian dan pengadilan: apakah mereka berani bertindak profesional dan transparan, atau justru tetap mempertahankan ego sektoral yang mencederai rasa keadilan masyarakat? Kita lihat saja!(**)

Popular Articles