Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Rote Ndao Ajak Diaspora Berkontribusi Membangun Daerah Lewat Gerakan Mai Falie

ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Bupati Rote Ndao mengajak seluruh diaspora Rote, khususnya mereka yang memiliki garis keturunan dari Pulau Rote, untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui Gerakan Mai Falie, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat memberikan hati, pikiran, pengalaman, dan gagasan bagi kemajuan Rote Ndao.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang dihadiri akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), tokoh masyarakat, serta para diaspora Rote dari berbagai latar belakang.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa membangun Rote Ndao tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, diaspora, dan para profesional yang telah berhasil berkiprah di berbagai daerah maupun luar negeri.

“Hari ini Bapak dan Ibu yang hadir di sini menunjukkan bahwa membangun relasi merupakan bagian dari implementasi Gerakan Mai Falie, terutama bagi mereka yang secara genetis berasal dari Rote. Ini adalah bentuk nyata memberikan hati dan pikiran untuk Rote,” ujarnya.

Menurut Bupati, Gerakan Mai Falie tidak hanya diperuntukkan bagi diaspora yang memiliki hubungan darah dengan Rote. Gerakan tersebut juga terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian dan keinginan untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Prioritas memang kami berikan kepada diaspora Rote. Namun, siapa pun yang terpanggil untuk memberikan gagasan, pengalaman, maupun kontribusi nyata bagi Rote, pintu kami selalu terbuka,” katanya.

Selain mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menyatakan siap menerima kritik, saran, dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) dan perguruan tinggi lainnya sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.

Bupati menilai, pengalaman dan kisah sukses para diaspora memiliki nilai yang sangat penting untuk menginspirasi generasi muda Rote Ndao. Menurutnya, berbagi pengalaman selama satu hari saja dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pola pikir dan cita-cita anak-anak daerah.

“Saya meyakini, ketika Bapak dan Ibu berbagi kisah sukses, pengalaman hidup, maupun pelayanan kepada anak-anak, mereka akan terinspirasi dan mengingatnya dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan pengalaman pribadinya ketika masih kecil di Desa Boni. Pada era 1980-an, desanya menerima lima mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kehadiran para mahasiswa tersebut, menurutnya, memberikan motivasi yang terus membekas hingga sekarang.

“Hingga hari ini saya masih mengingat apa yang mereka sampaikan. Motivasi dan dorongan yang mereka berikan menjadi inspirasi dalam perjalanan hidup saya,” tuturnya.

Melalui Gerakan Mai Falie, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap semakin banyak diaspora, akademisi, termasuk dari Universitas Nusa Cendana, profesional, pelaku usaha, maupun masyarakat umum yang terlibat aktif dalam pembangunan daerah melalui berbagai bentuk pengabdian, kolaborasi, dan transfer pengetahuan demi menciptakan sumber daya manusia Rote Ndao yang unggul di masa depan.

Popular Articles