Top 5 This Week

Related Posts

Polda Sulut Sambut Kunker Astamaops Kapolri Bersama Tim Stamaops Polri Dalam Tinjauan Call Center 110 D

Manado, Kompas |Transformasi pelayanan kepolisian berbasis teknologi kembali menjadi fokus utama dalam upaya modernisasi institusi Polri. Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol M. Fadhil Imran, bersama Tim Staf Utama Operasi (Stamaops) Polri, melakukan kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Utara pada Kamis (23/07/2026).

Kunjungan ini bertujuan melaksanakan asistensi dan supervisi terkait operasional Command Center, Layanan Darurat Polisi 110, fungsi Samapta, serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebagai garda terdepan responsivitas polisi terhadap masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Tribrata Polda Sulut ini dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para pejabat utama (Prajurit), Kapolres jajaran, serta para operator layanan kepolisian. Kehadiran tim pusat ini menegaskan komitmen Polri untuk memastikan bahwa standar pelayanan publik tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar terasa cepat, akurat, dan solutif di lapangan.

Dalam keterangannya, Astamaops Kapolri Komjen Pol M. Fadhil Imran menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda dan seluruh jajaran Polda Sulawesi Utara atas dedikasi mereka dalam menjaga kamtibmas dan melayani masyarakat. Ia menilai bahwa inovasi yang dilakukan Polda Sulut dalam mengintegrasikan teknologi dengan sumber daya manusia patut menjadi contoh bagi daerah lain.

“Saya mengapresiasi kinerja Polda Sulut yang telah berupaya maksimal mengoptimalkan fasilitas yang ada. Harapan saya, hasil asistensi hari ini dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan sistem, sehingga tercipta standar pelayanan yang seragam, profesional, dan terpercaya dari tingkat Polda hingga Polres,” ujar Komjen Pol Fadhil Imran.

Sementara itu, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menyambut kehadiran Tim Stamaops Polri sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, Polri harus terus bertransformasi. Teknologi bukan pengganti humanisme, melainkan alat bantu untuk membuat pelayanan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Teknologi harus mampu mendukung terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih humanis, responsif, adaptif, prediktif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan Command Center, layanan Polisi 110, Samapta, dan SPKT memiliki peran strategis dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Brigjen Pol Awi Setiyono.

Untuk membuktikan keseriusan tersebut, Wakapolda memaparkan data konkret kinerja layanan darurat Polda Sulut. Pada periode 1 Januari hingga 21 Juli 2026, Layanan Polisi 110 telah menerima total 31.079 panggilan, dengan 24.125 panggilan berhasil dijawab dan ditindaklanjuti.

Capaian responsivitas ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan publik.

Saat ini, infrastruktur pendukung layanan tersebut diperkuat oleh 81 operator Command Center yang siaga 24 jam, 45 personel Samapta yang siap terjun ke lokasi kejadian, serta 79 titik CCTV yang telah terintegrasi secara real-time guna mendukung pengawasan wilayah dan respons cepat terhadap berbagai dinamika keamanan di Sulawesi Utara.

Brigjen Pol Awi Setiyono menambahkan bahwa kehadiran Tim Stamaops Polri akan membantu menyempurnakan sistem yang sudah berjalan, meningkatkan kompetensi personel melalui pelatihan berkelanjutan, serta memastikan standar operasional prosedur (SOP) diterapkan secara konsisten hingga ke tingkat Polres.

“Hasil asistensi dan supervisi nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut guna mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, modern, dan terpercaya. Kami terbuka terhadap segala masukan konstruktif demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Popular Articles