KOMPAS.SBS # Denpasar – Bali || Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra menggelar Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-38 Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 23 Juli 2026. 
Acara dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Dwijendra, Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra beserta sekretaris, Ketua Pengawas Yayasan Dwijendra, Rektor Universitas Dwijendra beserta Para Wakil Rektor, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Biro Dwijendra, Administrasi Akademik Universitas Dwijendra, Para Dekan di lingkungan Universitas Dwijendra, Para Kepala Unit Pendidikan Dwijendra mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK Dwijendra.
Dalam laporannya Dekan FKIP, Dr. I Wayan Aryawan, S.Si., M.Pd. menyampaikan ada sebanyak 42 sarjana yang diyudisium dari empat program studi yaitu Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan meluluskan 10 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 6 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 8 orang, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 18 orang.
Seluruh lulusan telah memenuhi seluruh persyaratan akademik, mulai dari penyelesaian beban studi, praktik lapangan hingga tugas akhir.
Prestasi akademik terbaik pada yudisium diraih oleh Ni Wayan Purnamasari Dewi dari Program Studi PGSD dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Sementara itu, IPK tertinggi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh I Wayan Gede Supawan dengan IPK 3,90.
Adapun Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Pendidikan Bahasa Indonesia masing-masing mencatatkan IPK tertinggi sebesar 3,82 yang diraih Maria Intania Rosari Tae dan Ni Made Manis Swandewi.
Menurut Dekan FKIP, , momentum akademik tersebut menjadi penanda resmi berakhirnya perjalanan studi mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka dalam dunia pendidikan. Para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dekan FKIP menegaskan bahwa keberhasilan akademik tidak semata-mata diukur dari tingginya nilai, melainkan dari kemampuan lulusan dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dengan berintegritas, profesional dan adaftif terhadap kebutuhan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif, kreatif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan tetap menjunjung tinggi etika profesi.
Dekan FKIP menyampaikan beberapa bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah dilakukan dosen bersama mahasiswa diantaranya mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), seminar nasional dan internasional, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hingga penguatan kerja sama dengan berbagai mitra.
Dari sisi sumber daya manusia, FKIP Universitas Dwijendra memiliki empat dosen telah bergelar doktor, tujuh dosen sedang menempuh studi doktoral, dan dua dosen akan melanjutkan pendidikan doktor sehingga lebih dari separuh dosen tetap FKIP telah atau sedang menuju kualifikasi doktor.
Turut memberikan sambutan dalam acara yudisium tersebut adalah Rektor Universitas Dwijendra Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.M.A.,M.Sc. Rektor Universitas Dwijendra menekankan bahwa para lulusan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga mampu membangun personal branding sebagai modal menghadapi persaingan di dunia kerja. Menurutnya, kemampuan membangun personal branding dapat dilakukan dengan melalui integritas, profesionalisme, rekam jejak prestasi, serta etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun di ruang digital. Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan lulusan yang lai. Rektor mengingatkan bahwa setiap alumni merupakan duta Universitas Dwijendra sehingga perilaku, karya, dan kontribusi yang mereka tunjukkan di masyarakat akan turut membangun reputasi institusi.
Oleh karena itu, lulusan diharapkan terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, aktif berkarya, serta menjaga nama baik almamater melalui prestasi dan pengabdian kepada masyarakat.(Bud)

