Rabu, Maret 25, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

GWK GELAR FESTIVAL OGOH-OGOH 2026, SUKSES LIBATKAN RIBUAN GENERASI MUDA BALI

 

Bali, Ogoh-Ogoh merupakan karya seni sakral yang hadir sekali dalam setahun, bertepatan dengan perayaan

Hari Raya Nyepi. Sebagai simbol kuat budaya Bali, Ogoh-Ogoh merepresentasikan ekspresi seni, nilai

spiritual, serta kebersamaan masyarakat. Sebagai landmark budaya Bali, GWK Cultural Park terus membuka

ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dan identitas budayanya melalui

penyelenggaraan Festival Ogoh-Ogoh yang tahun ini memasuki tahun ke-6, sekaligus menegaskan

komitmen GWK dalam mendukung pelestarian budaya Bali. Festival Ogoh-Ogoh tahun ini melibatkan 15

banjar dari Kecamatan Kuta Selatan yang terpilih melalui proses kurasi dari total 33 pendaftar. Rangkaian

acara dimulai pada pukul 16.00 WITA dengan parade Ogoh-Ogoh di area Festival Park, kemudian

dilanjutkan dengan perlombaan Ogoh-Ogoh di kawasan Mandalaloka.

Festival ini dihadirkan sebagai upaya GWK dalam menciptakan pengalaman berkunjung yang berkesan,

sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan budaya Bali secara utuh

dalam satu kawasan dengan alur kunjungan yang nyaman dan tertata. Ch Rossie Andriani selaku Direktur

Operasional GWK Cultural Park menyampaikan, “Pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh tahun ini mencerminkan

terjalinnya kolaborasi yang baik antara peserta, komunitas, dan tim penyelenggara. Peningkatan jumlah

peserta hingga hampir kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi cerminan meningkatnya

kepedulian masyarakat Bali, khususnya generasi muda, terhadap pelestarian budaya. Melalui festival ini,

GWK berupaya menghadirkan ruang yang terbuka bagi karya-karya yang lahir dari masyarakat Bali,

sekaligus menjadi etalase budaya yang dapat dinikmati oleh pengunjung lokal maupun mancanegara.”

Di balik megahnya ogoh-ogoh yang ditampilkan, tersimpan kisah kerja keras para generasi muda yang

mendedikasikan waktu dan energi mereka selama berminggu-minggu. Banyak di antara anggota Seka

Teruna Teruni, organisasi pemuda adat di tingkat banjar/desa di Bali yang menggerakkan kegiatan sosial

dan budaya, yang rela bekerja hingga larut malam, bahkan hingga dini hari, demi menyelesaikan detail

karya mereka. “Kami ingin memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk lomba, tapi untuk menunjukkan

identitas kami sebagai masyarakat Bali” ujar salah satu perwakilan Seka Teruna Teruni. Proses ini menjadi

lebih dari sekadar persiapan festival, tapi menjadi ruang kebersamaan, tempat belajar yang mempererat

ikatan antar generasi. Penilaian festival dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Anak Agung Gede Agung

Rama Putra asal Badung, I Kadek Sumariyasa, S.Sn asal Denpasar, I Wayan Juliarta asal Gianyar, dan Andre

Prawiradisastra sebagai perwakilan Management GWK.

 

Adapun Juara Pertama Festival ogoh-ogoh tahun ini diraih oleh Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa dari Banjar

Bualu dengan judul ogoh-ogoh “Roga Sanggara Bumi”, disusul Juara Kedua yang diraih oleh Sekaa Teruna

Setya Budhi dari Banjar Ubung dengan judul ogoh-ogoh “Pragola Mayuda Pralaya”, serta Juara Ketiga oleh

Sekaa Teruna Widya Dharma dari Banjar Tengah dengan judul ogoh-ogoh “Asuri Bava”. Sementara itu, Juara

Favorit Pilihan Pengunjung juga diraih oleh Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu.

Selain lomba Ogoh-Ogoh sebagai puncak acara, festival ini juga turut menggandeng UMKM dan brand lokal

yang menjajakan berbagai produk menarik sebagai bentuk upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat

lewat program My Melali GWK Market yang dilaksanakan tanggal 21-23 Maret 2026, serta penampilan

Pemoeda Soeka Karaoke yang memberikan hiburan interaktif bagi pengunjung.

 

Tentang GWK Cultural Park

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park merupakan taman budaya seluas ±60 hektare yang terletak di

Ungasan, Kabupaten Badung, sekitar 10–15 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Lebih dari

sekadar destinasi wisata, GWK adalah ruang budaya milik Bali sekaligus kebanggaan Indonesia, yang

menghadirkan harmoni antara seni, tradisi, dan pengalaman modern dalam satu kawasan terpadu.

Pada tahun 2018, Patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dan

patung ini menjadi salah satu ikon budaya mahakarya terbesar anak bangsa di Indonesia, tidak hanya

menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga daya tarik global yang merepresentasikan kekayaan

filosofi dan spiritualitas Bali.

Kawasan GWK Cultural Park memiliki berbagai venue berskala besar dengan kapasitas hingga ribuan

pengunjung, menjadikannya lokasi strategis untuk penyelenggaraan beragam event berskala nasional

maupun internasional, termasuk MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Lotus Pond

yang megah & Festival Park yang luas telah menjadi venue untuk berbagai perhelatan internasional seperti

G20 dan World Water Forum (WWF), serta konser dan pertunjukan kelas dunia yang menghadirkan ribuan

penonton.

Sebagai destinasi pariwisata, GWK terus menghadirkan pengalaman yang beragam, mulai dari pertunjukan

seni budaya Bali, atraksi hiburan, instalasi seni patung, hingga lanskap tebing kapur yang ikonik.

Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman kuliner dengan latar Bukit Ungasan yang eksotis di Jendela

Bali Resto & Lounge, serta beragam cinderamata khas di Kencana Souvenir.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Public Relations Department – GWK Cultural Park

Telepon: (0361) – 700808 ext.8115

Email: info@gwkbali.com

Baliinsightnews.com

Popular Articles