Top 5 This Week

Related Posts

Benteng Jeruji Besi Jebol, Napi Kendalikan Bisnis Haram dari Balik Lapas Makassar

MAKASSAR – KOMPAS., Tabir gelap dunia pemasyarakatan kembali tersingkap. Meskipun terkurung di balik jeruji besi yang seharusnya menjadi tempat pertobatan, Jaringan Narkoba kelas kakap justru ditemukan masih “bernyawa” dan beroperasi bebas di dalam Lapas Kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/03/2026).

Skandal ini mencuat setelah terendus adanya aktivitas ilegal yang dikendalikan oleh tangan-tangan narapidana di dalam sel.

Kejadian ini seolah menampar sistem pengawasan yang selama ini diklaim ketat, namun nyatanya masih menyisakan celah lebar bagi para gembong narkoba.
Kaki Tangan ‘Hendra’ Berkuasa di Blok I

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pusat kendali bisnis haram ini terlacak di Blok I Lapas Makassar.

Dua nama mencuat sebagai operator lapangan Andika dan Ari.

Keduanya bukanlah pemain baru. Andika diketahui merupakan kaki tangan setia dari Hendra, seorang pengendali jaringan narkoba lintas wilayah yang saat ini juga mendekam di lapas lain.

Meski terpisah jarak dan tembok beton, instruksi Hendra tetap mengalir mulus kepada Andika dan Ari untuk menjalankan roda bisnis narkotika di wilayah Sulawesi Selatan.

Dugaan Kolusi dan Pengawasan yang Mandul Operasi ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya celah.

Diduga kuat, mereka memanfaatkan titik buta pengawasan atau bahkan adanya kemungkinan kolusi dengan oknum tertentu, baik dari internal maupun jaringan luar, guna memuluskan jalur komunikasi dan distribusi.

Kepala Lapas Makassar (yang meminta identitasnya dirahasiakan) mengakui adanya temuan ini melalui pemeriksaan rutin dan laporan internal.

“Kami segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan,” tegasnya singkat.

Polisi Turun Tangan Buru Jaringan Luar
Pihak kepolisian kini telah melakukan intervensi dan penyelidikan mendalam.

Fokus utama petugas adalah memutus rantai pasokan dan mengidentifikasi aktor intelektual di luar lapas yang menyokong aktivitas Andika dan Ari.

Skandal Lapas Makassar
Aktor Utama: Andika dan Ari (Narapidana Blok I).

Otak Intelektual: Hendra (Narapidana di Lapas lain).Masalah Utama Lemahnya pengawasan dan indikasi keterlibatan pihak luar/dalam.

Tindakan: Evaluasi total sistem keamanan dan penyidikan kepolisian.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi otoritas pemasyarakatan di Sulawesi Selatan bahwa tembok tinggi dan kawat berduri bukan jaminan sebuah kejahatan akan berhenti.(**)

Popular Articles