Top 5 This Week

Related Posts

Selaras Langkah: Purworejo Usulkan Program Strategis Demi Wujudkan Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

PURWOREJO. Kompas.Sbs – Pembangunan daerah yang maju tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus beriringan dan selaras dengan arah yang lebih luas. Prinsip inilah yang dipegang teguh Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menyusun rencana kerja tahun 2027. Bukan sekadar mendukung kebijakan, namun lebih dari itu: menyelaraskan potensi lokal dengan peluang yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah demi kesejahteraan warga.

Hal ini terlihat jelas saat Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, hadir dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Pengembangan Keburejo dan Gelangmanggung, yang berlangsung Rabu (3/6/2026) di Pendopo Pangayoman Temanggung. Dalam pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta para kepala daerah se-wilayah ini, Purworejo hadir membawa visi dan usulan konkret yang diharapkan dapat mempercepat laju kemajuan daerah.

Mengusung tema sentral provinsi yakni “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”, Purworejo memastikan arah pembangunannya sudah searah. Tema daerah “Penguatan Infrastruktur Berbasis Lingkungan sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah” menjadi jembatan yang menghubungkan potensi alam dan sumber daya manusia Purworejo dengan tujuan pembangunan provinsi.

Bukan hanya berbicara keselarasan, Bupati Yuli pun menyampaikan usulan prioritas yang dirancang langsung demi membuka akses dan peluang baru. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sektor pariwisata yang selama ini menjadi aset potensial namun masih membutuhkan sentuhan infrastruktur yang memadai.

“Kami mengusulkan perbaikan dan pembangunan jalan akses menuju dua destinasi unggulan, yaitu jalan menuju Pantai Roro Inten sepanjang 2,5 kilometer dan jalan menuju Pantai Ketawang sepanjang 2 kilometer,” ungkap Bupati.

Menurutnya, perbaikan akses ini bukan sekadar urusan jalan, melainkan kunci untuk mengangkat nama Purworejo di kancah yang lebih luas. Pantai Ketawang misalnya, telah rutin menggelar festival layang-layang berskala internasional. Dengan akses yang lebih baik, jumlah pengunjung diharapkan terus meningkat, yang secara otomatis akan menggerakkan roda perekonomian warga sekitar, mulai dari pedagang, penginapan, hingga jasa transportasi.

Selain aspek ekonomi dan pariwisata, perhatian besar juga ditujukan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah mengajukan permohonan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kecamatan Bruno. Ini bukan usulan sembarangan, melainkan solusi atas tantangan di lapangan.

“Wilayah ini cukup padat penduduk, namun akses pendidikan menengah atas masih terbatas. Kami bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 4 hektar. Harapannya, dengan adanya sekolah ini, anak-anak tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk belajar, angka putus sekolah dapat ditekan, dan pada akhirnya dapat membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Dengan berbagai usulan dan komitmen yang disampaikan, Purworejo ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap program provinsi adalah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Ketika potensi daerah didukung dengan sarana yang memadai, maka pertumbuhan ekonomi yang merata dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik bukan lagi sekadar rencana, melainkan target yang dapat diwujudkan bersama.

(SBE)

Popular Articles