Purworejo, KOMPAS.SBS — Menjaga generasi muda dari bahaya narkotika bukan lagi tugas satu pihak saja, melainkan perjuangan bersama yang dimulai dari lingkungan pendidikan. Hal ini menjadi penekanan utama dalam sosialisasi pencegahan narkotika yang digelar di Aula Hotel Sanjaya Inn, Senin (29/6/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH serta 100 kepala SMP dan MTs se-kabupaten.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Pakta Komitmen Gerakan Ananta Bersinar — Aksi Nasional Anti Narkoba, sebagai wujud keseriusan bersama melindungi anak-anak dan remaja Purworejo.

Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa sekolah memiliki peran paling strategis. Di tempat inilah karakter dibentuk, pola pikir ditempa, dan anak-anak belajar membedakan mana yang baik dan mana yang berbahaya. Jika lingkungan sekolah kuat, maka benteng pertahanan masa depan daerah pun akan semakin kokoh.

“Sekolah bukan hanya tempat mencari ilmu, tapi juga benteng utama. Rasa ingin tahu yang besar pada usia remaja bisa menjadi kelebihan, tapi juga bisa menjadi celah jika tidak diarahkan dengan pengetahuan yang benar,” ujarnya.
Pandangan ini diperkuat oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Puguh Trihatmoko. Ia menyebutkan bahwa edukasi dini dan kewaspadaan yang tinggi adalah kunci mencegah narkotika menjangkau kalangan pelajar. Tanpa dukungan sinergis antara guru, orang tua, dan pemerintah, upaya perlindungan ini tidak akan berjalan maksimal.

Hadir mendampingi kegiatan ini adalah Kepala BNNK Magelang Nono Suryanto serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yudhie Agung Prihatno. Semua pihak sepakat bahwa langkah yang diambil hari ini adalah investasi jangka panjang.

Melalui komitmen yang disepakati, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Purworejo benar-benar menjadi ruang yang aman, bersih, dan bebas dari ancaman narkotika. Hasil akhirnya bukan hanya terhindar dari bahaya, tetapi melahirkan generasi yang sehat jasmani, kuat iman, dan siap menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.
(SBE)

