Top 5 This Week

Related Posts

*KEPAHIANG KEMBALI PERTAHANKAN OPINI WTP DARI BPK RI UNTUK LAPORAN KEUANGAN 2025*

*KEPAHIANG, KOMPAS SBS –*

Pemerintah Kabupaten Kepahiang kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola keuangan daerah. Alhamdulillah, untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah LKPD Tahun Anggaran 2025, Kepahiang berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian/WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu.

 

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan LHP secara simbolis dilakukan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, http://S.IP bersama Wakil Bupati Ir. H. Abdul Hafizh, http://M.Si, serta jajaran Forkopimda dan Kepala OPD terkait.Dalam sambutannya, Pemkab Kepahiang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, stakeholder, dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kepahiang atas kerja sama dan komitmen menjaga akuntabilitas keuangan daerah.

 

“Alhamdulillah, Kepahiang kembali meraih Opini WTP dari BPK RI. Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder Kepahiang atas dukungan yang diberikan,” ungkap Pemkab Kepahiang melalui rilis resmi.

 

*WTP, Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan Bersih*

Opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan oleh BPK. Opini ini diberikan jika laporan keuangan daerah disajikan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.

 

Capaian WTP 2025 ini terasa istimewa karena diraih di tahun pertama kepemimpinan Bupati H. Zurdi Nata dan Wakil Bupati Ir. H. Abdul Hafizh. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab tetap fokus membereskan administrasi keuangan sekaligus menjalankan pembangunan infrastruktur prioritas seperti Jalan Tugu Rejo Kabawetan, Jalan Water Park Impres/IJD, Jalan Tembus Tabah Tebelet-Tebat Monok, Jalan Lingkungan SMA 1-SDIT, Area Terminal, hingga rencana renovasi Lapangan Santoso.

 

“Anggaran minim bukan alasan untuk tidak tertib administrasi. Justru karena terbatas, pengelolaan harus lebih hati-hati, transparan, dan akuntabel. WTP ini bukti kami serius menjaga kepercayaan masyarakat dan negara,” tambah sumber dari Pemkab.

 

*Dukungan dan Doa Masyarakat*

Warga Kepahiang menyambut baik capaian ini. WTP dianggap sebagai indikator bahwa dana daerah dikelola dengan benar dan tepat sasaran. Masyarakat berharap, dengan fondasi keuangan yang bersih ini, pembangunan Kepahiang ke depan bisa berjalan lebih cepat dan berdampak langsung ke masyarakat.

 

“Kami doakan Bapak Bupati dan Wakil Bupati selalu diberi kesehatan dan kekuatan. Dengan keuangan yang WTP, semoga program-program untuk rakyat Kepahiang makin lancar,” ujar salah satu warga.

 

Pemkab Kepahiang berkomitmen menjadikan WTP bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

pewarta Ray zam

Popular Articles