Top 5 This Week

Related Posts

Festival Hus Kuda Ndeo Resmi Digelar, Wabup Rote Ndao Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya

Foto Hus Ndeo (Doc)

Kompas.sbs | Rote Ndao – Gemuruh sorak masyarakat berpadu dengan derap langkah kuda mengawali pembukaan Festival Hus Kuda Ndeo 2026 di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (09/07/2026). Lebih dari sekadar perhelatan budaya, festival ini menjadi simbol komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Festival yang menjadi salah satu agenda budaya tahunan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoy Dudelusi Dethan. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan bersama wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menyaksikan secara langsung salah satu tradisi khas Pulau Rote yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Hus Kuda Ndeo bukan hanya sebuah atraksi tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Rote Ndao yang mengandung nilai sejarah, kebersamaan, keberanian, dan penghormatan terhadap warisan para leluhur.

“Budaya adalah jati diri suatu daerah. Karena itu, Festival Hus Kuda Ndeo harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam melestarikan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian festival tahun ini tidak hanya menghadirkan atraksi utama Hus Kuda Ndeo, tetapi juga menampilkan Lari Tel Kuda dan pertunjukan Li Butu, seni bela diri tradisional masyarakat Rote yang sarat dengan nilai keberanian, disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Wakil Bupati mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan festival sebagai ajang menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan, dan menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi ruh dari penyelenggaraan festival tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan Festival Hus Kuda Ndeo, lanjutnya, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, aparat keamanan, panitia pelaksana, hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga kelancaran kegiatan.

Tahun ini, festival juga mendapat perhatian dari wisatawan mancanegara yang turut hadir menikmati kekayaan budaya Pulau Rote. Kehadiran mereka dinilai menjadi indikator semakin besarnya daya tarik budaya Rote di mata dunia serta membuka peluang bagi peningkatan kunjungan wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan festival turut didukung layanan kesehatan gratis yang disediakan melalui kerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao bersama Puskesmas Oelaba. Kehadiran tenaga medis di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

Festival Hus Kuda Ndeo tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi mampu berjalan berdampingan dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Di tengah perubahan zaman, semangat menjaga identitas budaya terus menjadi fondasi penting bagi pembangunan Rote Ndao yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, Festival Hus Kuda Ndeo diharapkan tetap menjadi agenda budaya unggulan yang mampu menghubungkan generasi masa kini dengan warisan leluhur, sekaligus mengangkat nama Rote Ndao sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang layak diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

Popular Articles