Kompas SBS – DELI SERDANG
Ketegangan memuncak di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Sejumlah warga nekat melakukan penggerebekan terhadap sebuah lokasi yang diduga menjadi “barak” atau tempat berkumpulnya para pengguna dan pengedar narkoba. Aksi ini dilatarbelakangi oleh rasa resah masyarakat yang merasa keamanan lingkungan mereka terusik selama bertahun-tahun.

Warga mengklaim lokasi tersebut telah beroperasi secara terbuka selama kurang lebih tiga tahun. Dampaknya, angka kriminalitas seperti pencurian dan gangguan ketertiban umum di desa tersebut dilaporkan meningkat signifikan.
“Sudah lama kami resah. Pencurian sering terjadi, dan kami menduga kuat ada kaitannya dengan aktivitas narkoba di sana,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Kontradiksi Mencolok: Warga vs Kapolsek
Yang paling menyita perhatian publik adalah letak lokasi dugaan barak narkoba tersebut yang disebut-sebut tidak jauh dari Mapolsek Binjai. Ironisnya, ketika warga melaporkan aksi penggerebekan mereka, Kapolsek Binjai, AKP Siti Aisyah, justru menyatakan ketidaktahuannya.
“Saya tidak mengetahui adanya barak narkoba di Desa Tandem Hilir I,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi warga.
Pernyataan ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Bagaimana mungkin sebuah lokasi yang diduga ramai aktivitas ilegal selama tiga tahun luput dari radar kepolisian, terutama dengan jarak yang begitu dekat dari kantor polisi?
Tudingan Serius: Ada Oknum Minta Upeti?
Keresahan warga kian memanas dengan munculnya tudingan serius dari sejumlah oknum warga. Mereka menduga adanya pembiaran yang disengaja karena adanya oknum aparat penegak hukum yang pernah datang ke lokasi untuk meminta “upeti” atau pungutan liar.
Meski hingga saat ini tudingan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada bukti fisik yang diserahkan kepada media, warga mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki hal ini secara transparan.
“Jika benar ada oknum yang bermain, harus diusut tuntas. Jangan hanya menangkap pemakai kecil, tapi biarkan bandar atau pelindungnya tetap bebas,” tegas perwakilan warga.
Desakan Penegakan Hukum Tuntas
Melalui aksi penggerebekan ini, masyarakat Desa Tandem Hilir I menyampaikan tiga tuntutan utama:
Dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap jaringan peredaran narkoba di lokasi tersebut.
Penindakan tegas bagi siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu.
Investigasi internal terhadap dugaan keterlibatan atau pembiaran oleh oknum aparat, jika memang ditemukan alat bukti yang sah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Binjai belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penggerebekan warga maupun tanggapan atas tudingan pembiaran tersebut. Publik kini menunggu respons cepat aparatur keamanan untuk meredam eskalasi ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
(Warianto)

