Top 5 This Week

Related Posts

Dansecata Rindam XIII/Merdeka Hadiri Pelantikan Pengurus KKIG : Jaga Harmoni Dan Lestarikan Budaya

Kota Bitung, Kompas :Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi adat yang megah.

Momen ini bukan sekadar pergantian estafet kepemimpinan organisasi kemasyarakatan, melainkan deklarasi kuat tentang pentingnya menjaga harmoni antar-suku dan melestarikan kearifan lokal sebagai fondasi persatuan di tengah keberagaman Kota Bitung.

Pelantikan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) maupun Dewan Pengurus Daerah (DPD) KKIG Provinsi Sulawesi Utara.

Acara berlangsung di Gedung DPRD Kota Bitung tepatnya di kelurahan Bitung Barat Satu,Maesa,Kota Bitung, Sabtu 18 Juli 2026

Keduanya menilai acara ini sebagai salah satu pelantikan paling meriah dan sarat nilai budaya Gorontalo yang pernah digelar di wilayah ini.

Kehadiran para tokoh adat, pejabat pemerintahan, dan unsur TNI menegaskan bahwa KKIG bukan hanya wadah bagi warga asal Gorontalo, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial-budaya kota.

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah kehadiran Dansecata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc. Beliau hadir mendampingi Walikota Bitung Hengky Honandar, S.E., untuk melantik Ketua DPC KKIG Kota Bitung H. Abdul Rahmat Dunggio, S.H., beserta seluruh pengurus baru.

Kehadiran Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin bukanlah formalitas protokoler semata, melainkan cerminan dari gaya kepemimpinannya yang selalu hadir di tengah masyarakat. Sejak menjabat, sosoknya dikenal dekat dengan berbagai elemen warga Kota Bitung, tanpa memandang latar belakang suku atau agama.

Di momen pelantikan KKIG ini, beliau membuktikan bahwa institusi militer seperti Secata Rindam XIII/Merdeka tidak eksklusif, melainkan menjadi bagian integral dari ekosistem sosial kemasyarakatan. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan ormas inilah yang membuat Kota Bitung tetap stabil dan harmonis.

Dalam keterangannya, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus KKIG Sulawesi Utara atas dedikasi mereka dalam memelihara kerukunan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus KKIG Sulawesi Utara yang telah bekerja keras menjaga persaudaraan.

Selamat kepada Bapak H. Abdul Rahmat Dunggio yang telah dipercaya memimpin DPC KKIG Kota Bitung periode 2026-2030,” ujar Letkol Ade Rohmat dengan nada hangat.

Ia menambahkan harapannya agar organisasi ini terus menjadi perekat sosial di tengah dinamika kehidupan kota.

“Semoga, jadikan KKIG sebagai rumah bersama yang inklusif. Teruslah lestarikan budaya Gorontalo yang luhur, namun juga buka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan suku lain. Dengan kebersamaan seperti ini, Kota Bitung akan semakin kuat dan sejahtera,” pungkas Letkol inf Ade Rohmat Wahyudin.

Sementara itu, Walikota Bitung Hengky Honandar, S.E., juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada DPP dan DPD KKIG Sulawesi Utara, serta selamat kepada ketua DPC yang baru dilantik.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada seluruh pengurus KKIG Sulawesi Utara. Selamat kepada Ketua DPC KKIG Kota Bitung yang baru dilantik. Kalian adalah aset berharga bagi kota kita,” kata Walikota Hengky.

Ia berharap agar masa bakti 2026-2030 dapat membawa manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas. “Sinergitas antara KKIG dengan Pemkot Bitung dan unsur Forkopimda terus ditingkatkan.

Mari gunakan momentum ini untuk memperkuat gotong royong, memberdayakan ekonomi warga, dan menjaga toleransi. Bitung adalah rumah kita semua, dan KKIG adalah salah satu tiang penyangganya,” tambahnya.

Pelantikan DPC KKIG Kota Bitung dengan prosesi adat yang khidmat adalah pengingat indah bahwa Indonesia dibangun di atas ribuan benang budaya yang saling menjalin.

Ketika seorang prajurit TNI berdiri berdampingan dengan walikota dan tokoh adat dalam merayakan tradisi suku tertentu, itu adalah simbol Bhinneka Tunggal Ika yang hidup dan bernapas.

kehadiran Letkol Ade Rohmat dan Walikota Hengky di acara ini adalah jaminan bahwa perbedaan bukan pemisah, melainkan kekayaan yang harus dirayakan.

Dan bagi pengurus KKIG yang baru, amanah ini adalah panggilan untuk melayani dengan hati, melestarikan warisan leluhur, dan membangun jembatan persaudaraan yang tak terputus oleh waktu.

Popular Articles