Top 5 This Week

Related Posts

Diduga proyek asal jadi

PALI – kabupaten Penukal abab Lematang Ilir/ Sumatera Selatan;

Anggaran pendidikan seharusnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Tapi bagaimana jika angkanya justru membuat publik geleng kepala?

Di PALI, 2026, ada dua proyek yang nilainya bikin kening berkerut.

Proyek pertama: pasang paving block di SMPN 1 Desa Air Itam. Nilainya Rp 399.102.000. Dikerjakan CV. DUA PANDAWA SAKTI di bawah Dinas PU TR PALI.

Proyek kedua: bangun 1 ruang kelas di SMPN 4 Penukal, Desa Purun. Ukuran 8×7 meter, lengkap kursi dan bangku. Nilainya Rp 298.871.700. Dikerjakan CV DEDODIM PENUKAL JAYA oleh Dinas Pendidikan PALI.

Dua-duanya sama-sama 120 hari, sama-sama pakai uang APBD PALI.

Masalahnya, menurut perhitungan warga dan para tukang yang biasa pegang proyek, angkanya tidak wajar.

Untuk ruang kelas 8×7 meter lengkap isi, estimasi riil di lapangan disebut hanya sekitar Rp 170 juta. Artinya ada selisih hampir Rp 130 juta.

Untuk paving block, warga menilai Rp 399 juta terlalu “gemuk”.

“Ini diduga kuat ada pengelembungan anggaran,” kata seorang warga. Ia meminta namanya tidak ditulis. Alasannya klasik: takut diintimidasi.

Papan informasi proyek sudah terpasang. Tapi transparansi di atas kertas saja tidak cukup jika realitas di lapangan berbeda jauh.

Pertanyaannya sederhana: ke mana selisih ratusan juta itu?

Jika benar ada mark-up, maka ini bukan hanya soal bangunan. Ini soal kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBD.

Kami berharap Inspektorat, Kejari, dan DPRD PALI segera melakukan audit. Biar terang, biar jelas. Karena pendidikan tidak boleh jadi ladang bancakan.tim.

Popular Articles