Top 5 This Week

Related Posts

Diduga proyek SD. 16 asal jadi

PALI, SUMSEL — Proyek pembangunan ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, kini tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi baku.

​Berdasarkan data papan informasi proyek di lapangan, berikut adalah detail pengerjaan:

​Kegiatan: Pembangunan Ruang Kelas SDN 16 Penukal

​Lokasi: Simpang Empat Mangku Negara, Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Sumsel.

​Sumber Dana: APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026

​Nilai Kontrak: Rp 199.616.000,-

​Pelaksana: CV. WADE PAMA SERASI

​Waktu Pelaksanaan: 90 Hari Kalender

​Diduga Asal-Asalan, Kusen dan Komponen Lain Jadi Sorotan

​Meskipun menyerap dana publik yang cukup besar, hasil fisik bangunan di lokasi saat ini memicu tanda tanya besar. Berdasarkan pantauan dan informasi dari warga sekitar, ditemukan sejumlah indikasi kejanggalan dalam proses pemasangan komponen bangunan, salah satu yang paling mencolok adalah pada bagian pemasangan kusen yang dinilai tidak rapi dan diduga tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan dalam kontrak.

​”Kami melihat ada yang aneh dengan konstruksinya. Pemasangan beberapa material seperti kusen terlihat dipaksakan dan kurang kokoh. Kami khawatir ini tidak akan bertahan lama dan justru membahayakan anak-anak yang belajar di sini nanti,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

​Desakan Audit untuk Penegak Hukum dan Dinas Terkait

​Menanggapi dugaan proyek “asal jadi” ini, masyarakat dan pemerhati pembangunan daerah mendesak keras pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.

​Kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kabupaten PALI, serta Dinas Pendidikan terkait, diharapkan untuk:

​Turun Langsung ke Lokasi: Melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Simpang Empat Mangku Negara untuk melihat langsung kondisi fisik bangunan.

​Audit Investigatif: MelakukanPALI, SUMSEL — Proyek pembangunan ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, kini tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi baku.
​Berdasarkan data papan informasi proyek di lapangan, berikut adalah detail pengerjaan:
​Kegiatan: Pembangunan Ruang Kelas SDN 16 Penukal
​Lokasi: Simpang Empat Mangku Negara, Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Sumsel.
​Sumber Dana: APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026
​Nilai Kontrak: Rp 199.616.000,-
​Pelaksana: CV. WADE PAMA SERASI
​Waktu Pelaksanaan: 90 Hari Kalender
​Diduga Asal-Asalan, Kusen dan Komponen Lain Jadi Sorotan
​Meskipun menyerap dana publik yang cukup besar, hasil fisik bangunan di lokasi saat ini memicu tanda tanya besar. Berdasarkan pantauan dan informasi dari warga sekitar, ditemukan sejumlah indikasi kejanggalan dalam proses pemasangan komponen bangunan, salah satu yang paling mencolok adalah pada bagian pemasangan kusen yang dinilai tidak rapi dan diduga tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan dalam kontrak.
​”Kami melihat ada yang aneh dengan konstruksinya. Pemasangan beberapa material seperti kusen terlihat dipaksakan dan kurang kokoh. Kami khawatir ini tidak akan bertahan lama dan justru membahayakan anak-anak yang belajar di sini nanti,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
​Desakan Audit untuk Penegak Hukum dan Dinas Terkait
​Menanggapi dugaan proyek “asal jadi” ini, masyarakat dan pemerhati pembangunan daerah mendesak keras pihak-pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.
​Kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kabupaten PALI, serta Dinas Pendidikan terkait, diharapkan untuk:
​Turun Langsung ke Lokasi: Melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Simpang Empat Mangku Negara untuk melihat langsung kondisi fisik bangunan.
​Audit Investigatif: Melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan realisasi anggaran sebesar Rp 199 juta lebih tersebut, apakah sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau ada indikasi kerugian negara.
​Tindak Tegas Kontraktor: Jika terbukti ditemukan kecurangan atau manipulasi spesifikasi, pihak berwenang diminta tidak segan memberikan sanksi tegas atau memasukkan CV. WADE PAMA SERASI ke dalam daftar hitam (blacklist). audit menyeluruh terhadap penggunaan realisasi anggaran sebesar Rp 199 juta lebih tersebut, apakah sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau ada indikasi kerugian negara.

​Tindak Tegas Kontraktor: Jika terbukti ditemukan kecurangan atau manipulasi spesifikasi, pihak berwenang diminta tidak segan memberikan sanksi tegas atau memasukkan CV. WADE PAMA SERASI ke dalam daftar hitam (blacklist).

Popular Articles