MAKASSAR – KOMPAS,. Tensi ketegangan antara aktivis mahasiswa dan penegak hukum di Sulawesi Selatan mencapai titik didih.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) secara resmi mengeluarkan ultimatum keras kepada Kapolda Sulsel untuk segera membongkar sindikat di balik raibnya mobil tangki milik PT Ronal Jaya Energi yang diduga kuat melibatkan “tangan besi” oknum aparat hukum.
Koordinator lapangan PMII menegaskan bahwa hilangnya armada pengangkut energi tersebut bukan sekadar pencurian biasa, melainkan sebuah skema terstruktur yang dijalankan oleh mafia dengan bekingan oknum berseragam. Selasa 24/02/2026
“Kami Tidak Akan Diam!”
Dalam pernyataan resminya, Koordinator Aksi menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti adanya keterlibatan pihak internal penegak hukum yang mencoba mengaburkan kasus ini.
“Ini adalah penghinaan terhadap keadilan. Mobil tangki tidak mungkin hilang ditelan bumi jika tidak ada ‘lampu hijau’ dari pihak yang berkuasa.
Jika dalam waktu dekat aktor intelektualnya tidak ditangkap, kami akan membawa massa yang lebih besar untuk menduduki Polda Sulsel!” tegasnya dengan nada tinggi.
Poin Tuntutan Utama PMII:
Transparansi Total :
Mendesak Polda Sulsel membuka rekaman CCTV dan log perjalanan armada PT Ronal Jaya Energi.
Tangkap Aktor Intelektual :
Jangan hanya menangkap “kaki tangan” di lapangan, tapi seret otak pelaku di balik layar.
Bersihkan Institusi
Pecat dan adili oknum aparat yang terbukti membekingi sindikat raibnya mobil Tangki PT. Ronal Jaya Energi tersebut di Polres Bantaeng
Ancaman Eskalasi Massa
Hingga berita ini diturunkan, pihak PMII mengklaim telah melakukan konsolidasi di tingkat basis untuk mempersiapkan aksi demonstrasi berjilid-jilid.
Mereka berjanji akan melumpuhkan titik-titik vital di Makassar jika tuntutan mereka dianggap angin lalu oleh pihak kepolisian.
“Jangan paksa kami mengubah Makassar menjadi lautan perlawanan.
Kasus PT Ronal Jaya Energi adalah pintu masuk untuk membongkar borok mafia BBM di Sulsel,” tutup sang Koordinator.(**)

