Beranda blog Halaman 363

AKP Taruli Silalahi SH : Meningkatkan Pembinaan Masyarakat ! Humanis, Preventif dan Berkelanjutan

0

 

KABANJAHE KARO,Kompas.SBS| Usai menggelar Serah Terima Jabatan ( Sertijab) di lingkungan Polres Tanah Karo, mereka para Pejabat Baru langsung menunjukkan komitmennya, salah satunya Kasat Binmas Polres Tanah Karo AKP Taruli Silalahi, S.H.

Saat dikonfirmasi oleh Media Kompas.SBS, Sabtu (24/01/2026), AKP Taruli Silalahi SH selaku Kasat Binmas Polres Tanah Karo mengatakan kalau dia akan memimpin secara amanah, dan komitmen dalam meningkatkan pembinaan masyarakat serta memperkuat kemitraan antar Polri dan warga.

Kita mempunyai tugas membina, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat melalui pendekatan pencegahan kejahatan ( preventif) dengan mengedepankan edukasi hukum, penyuluhan serta membangun kemitraan.” Ujarnya.

AKP Taruli Silalahi SH menambahkan, kalau Polres Tanah Karo akan hadir dan terus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.” Pungkasnya.

Kita juga akan terus memberikan pemahaman hukum dan sosialisasi Kambtibmas kepada masyarakat, jadi kami juga sangat membutuhkan mitra seperti media yang akan menyebar setiap edukasi dan penyuluhan sehingga sampai ke masyarakat luas.” Katanya.

Pantauan Media Kompas.SBS, Kasat AKP Taruli Silalahi S.H sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres Tanah Karo Karo Polda Sumut.

AKP Taruli Silalahi SH mempunyai prestasi yang membanggakan, salah satunya pernah meraih Juara 1 Perorangan Menembak Presisi Tingkat Pertama di ajang Piala Ibu Asuh RI dalam rangka Polwan Annerversary Shooting Championship Tahun 2025, atas keberhasilan tersebut, AKP Taruli Silalahi menerima Piagam Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wushu Hermawan F.S.I.K., M.H di Medan, 22 September 2025 tahun lalu.

Pada kesempatan ini,  PT Redaksi Siber  Indonesia melalui Media Kompas.SBS mengucapkan selamat buat AKP Taruli Silalahi S.H menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Tanah Karo, semoga amanah dan sukses.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

Satlantas Polres Toba, Berkomitmen Ciptakan Kamseltibcar di Kabupaten Toba

0

Kompas.sbs Toba – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Toba melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta mengantisipasi tindak kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Toba, pada Jumat (23/1/2026).

Kegiatan patroli ini dilaksanakan mulai pukul 00:08 WIB hingga selesai dengan menyasar beberapa titik rawan, yang ada di wilayah hukum Polres Toba.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan di jalur-jalur protokol dan lokasi yang berpotensi digunakan untuk aksi kejahatan konvensional seperti pencurian, pengerusakan, maupun gangguan kamtibmas oleh kelompok remaja. Selain itu, petugas juga meningkatkan kewaspadaan di sekitar pusat keramaian dan objek vital, guna mencegah terjadinya insiden yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kegiatan patroli ini juga difokuskan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan Kecelakaan, Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga situasi yang tetap aman, damai, dan kondusif.

Kasat Lantas Polres Toba Iptu Janitra Giri S.Tr,MH., menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan salah satu upaya rutin dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya, “Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui kegiatan patroli baik itu pagi hari dan malam. Selain mencegah pelanggaran lalu lintas, kegiatan ini juga efektif untuk menekan angka kejahatan jalanan serta menciptakan Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Toba” ujarnya.

Lebih lanjut, Iptu Janitra Giri S.Tr.K,MH., menambahkan bahwa keberhasilan menjaga situasi tetap aman dan terkendali tidak terlepas dari sinergi antara Polri dan masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, berhati-hati saat berkendara, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Toba terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Toba dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir memberikan perlindungan bagi masyarakat. (RP)

Lima Oknum TNI AL Di Proses Sesuai Hukum, Dankodaeral Vlll Manado Sampaikan Ini

0

Manado,Kompas –Beredar di media sosial di duga oknum TNI AL yang bertugas di lanal Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan penganiyaan terhadap oknum guru yang hanya peneguran terhadap oknum TNI AL yang di duga sudah pengaruhi miras sampai terjadi penganiyaan.

 

Atas insiden penganiyaan yang di lakukan oknum TNI AL terhadap oknum guru, Masyarakat Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud langsung berdatangan di lanal Melonguane untuk meminta keadilan kepada pihak pimpinan TNI angkatan laut khususnya di Kodaeral Vlll Manado untuk bisa memproses hukum terhadap oknum TNI AL.

 

 

Akibat terjadinya Oknum TNI AL Lanal Melonguane, Pihak Kodaeral Vlll Manado Langsung mengambil tindakan tegas dan proses hukum kepada Oknum TNI AL dan langsung di tahan POMAL Kodaeral Vlll Manado.

 

Kemudian, Kodaeral Vlll Manado Menggelar Press Release yang bertempat di Joglo Makodaeral VIII Manado , Sulawesi Utara, Sabtu (24/1/2026).

 

TNI AL buka suara terkait perkelahian yang melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Laut terjadi di wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Insiden tersebut terjadi pada Kamis 22 Januari 2026 sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane.

 

Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebut peristiwa itu berawal dari kesalahpahaman yang berujung pada keributan fisik antara lima oknum anggota TNI AL, personel Lanal Melonguane, dengan seorang warga setempat. “Benar telah terjadi kesalahpahaman yang berujung keributan fisik. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras sehingga menyebabkan korban mengalami luka-luka dan situasi sempat tidak kondusif,” kata Dery dalam keterangan pers, Sabtu 24 Januari 2026.

 

Ia menegaskan bahwa, pihak TNI AL tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

Namun Saat ini, kelima oknum TNI AL tersebut telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lanal Melonguane untuk menjalani proses hukum.

“Oknum-oknum yang terlibat saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI AL dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Pasca kejadian, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak cepat mengamankan lokasi guna mencegah bentrokan susulan. Situasi di Melonguane pun dipastikan telah kembali kondusif.

 

Atas insiden tersebut, Lanal Melonguane menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi internal dalam pembinaan personel TNI AL.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, Komandan Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.

 

Selain itu, koordinasi dan mediasi dilakukan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban untuk penyelesaian secara kekeluargaan, tanpa mengesampingkan proses hukum yang tetap berjalan.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga ketertiban serta kondusivitas wilayah,” Pungkas Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.

85 Personil Pamen Dan Pati Di Mutasi Mabes Polri Pada Januari 2026, Berikut Ini Daftarnya.

0

Jakarta,Kompas –Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melaksanakan mutasi jabatan terhadap perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) pada Januari 2026.

Total terdapat 85 personel yang mengalami mutasi berdasarkan dua Surat Telegram Kapolri.

Mutasi tersebut tertuang dalam ST Nomor ST/99/I/KEP./2026 tanggal 15 Januari 2026 yang mencakup 53 personel, serta ST Nomor ST/143/I/KEP./2026 tanggal 22 Januari 2026 dengan jumlah 32 personel.

 

Dari total tersebut, sebanyak 69 personel masuk dalam kategori promosi jabatan dan pergeseran setara (flat).

 

Mutasi ini mencakup pengisian jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.

Pada jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, terdapat empat personel yang menempati jabatan strategis,

 

Yakni Kalemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Kapusjarah Polri Kombes Pol Abas Basuni, S.I.K., M.H., serta Kayanma Polri Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera, S.I.K., M.H.

Sementara itu, pada jabatan kewilayahan, Polri juga melakukan rotasi terhadap tiga Kapolda, yakni Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K., serta Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.

Selain pengisian jabatan PJU dan Kapolda, mutasi juga mencakup 8 personel jabatan IB (Irjen Pol), 15 personel jabatan IIA (Brigjen Pol), serta 29 personel jabatan IIB (Kombes Pol) yang terdiri dari 15 personel nivelering IIB1, 9 personel nivelering IIB2, dan 5 personel nivelering IIB3.

Mutasi juga menyasar 1 jabatan Kapolresta, 5 AKBP Mantap, serta 4 Kapolres.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan karier personel Polri.

“Mutasi jabatan adalah hal yang rutin dan wajar dalam organisasi Polri. Ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, penguatan struktur organisasi,

 

Serta pembinaan karier guna memastikan pelaksanaan tugas Polri berjalan optimal dan profesional,” ujar Brigjen Trunoyudo, Sabtu (24/1/2026.

Ia menambahkan, melalui mutasi ini diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ormas DPC. PPP-AD Kota Tebing Tinggi Sambangi warga Panti Asuhan “AMALIAH” Kota Tebing Tinggi.

0
Oplus_16908288
  1. KOMPAS.SBS || Tebing Tinggi Sumut –
    Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan angkatan Darat (PPP-AD) Kota Tebing Tinggi melakukan anjangsana Kepanti Asuhan Amaliah Jalan Sukarno Hatta Kelurahan Tambangan Hilir Kecamatan Padang Hilir, Sabtu (24/1/2026).

    Kunjungan Ormas PPP-AD tersebut diterima langsung Oleh Ketua Panti Asuhan Amaliah Ustadz Agusnul Khoil beserta beberapa orang anak panti yang menerima sembako.

Penyerahan sembako dari DPC. PPP-AD Kota Tebing Tinggi diwakili Ketua Srikandi PPP-AD Rini Mariani Hsb didampingi Ketua STM PPP-AD Ustadz Zainul Abidin S.Pd, S.Pd.I beserta anggota yang turut hadir.

Ustadz Agusnul Khoil menyampaikan “Kami sangat berterima kasih kepada PPP-AD Kota Tebing Tinggi atas bantuan yang diberikan dan semoga bermanfaat bagi kami semua yang ada disini,” ucap Ustadz Khoil.

Bantuan yang diserahkan merupakan sumbangsih dari anggota dan para donatur yang tidak mengikat disetiap Jum’at dan merupakan agenda rutin dari DPC PPP-AD kota Tebing Tinggi sebagai Organisasi Masyarakat yang peduli kepada yang membutuhkan.

Ketua PPP-AD Kota Tebing Tinggi yang diwakili Rini Mariani Hsb yang merupakan Ketua Srikandi PPP-AD mengatakan “Memberi Bantuan Sosial merupakan agenda rutin DPC. PPP-AD Kota Tebing Tinggi setiap minggunya kepada Masyarakat dan bantuan yang kami berikan jangan dilihat dari berapa jumlahnya tapi lihatlah dari ke ikhlasan kami untuk membantu masyarakat untuk berbagi dan ini merupakan Agenda kami setiap Minggu yang kami laksanakan bersama rekan rekan,” ungkap Rini.

Dipenghujung kunjungan, Pengurus DPC. PPP-AD Kota Tebing Tinggi berswafoto dengan Pimpinan dan anak-anak Panti Asuhan “AMALIAH “. (***)

TNI Bersama Masyarakat Bergotong Royong Benahi Tanggul Sungai Cimanuk

0

Indramayu, Kompas.sbs – Telah terjadi rembesan air tanggul kali Cimanuk akibat debit air meningkat dan kiriman air dengan volume yang tinggi dari Bendungan Rentang Jatitujuh di Desa Rambatan kulon Blok Pulo RT 27/RW 04 kecamatan Lohbener kabupaten Indramayu.

Dilokasi kegiatan, Danramil 1603 Lohbener Kapten Inf Sudiyanto bersama anggota dan Kuwu Desa Rambatan serta Babinkamtibmas dan Masyarakat desa Rambatan Kulon mengatakan bahwa TNI-polri dan Pemerintahan berjibaku untuk menambal tanggul yang rembes akibat luapan kali Cimanuk yang tinggi.

“Langkah-langkah penanggulangan kami dari TNI/Polri serta Masyarakat bahu membahu menambal tanggul kali Cimanuk yang rembes dengan memakai karung yang berisi tanah liat,”Ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Selain itu juga dirinya bersama Kuwu berkordinasi langsung dengan pihak BBWS untuk segera pengadaan alat berat dilokasi agar rembesan air dapat di tanggulangi dengan cepat.

“Alhamdulillah pihak BBWS telah mendatangkan 1 unit exsavator, sampai dengan saat ini rembesan tanggul kali Cimanuk masih dikerjakan dengan exsavator, di harapkan untuk masyarakat sekitar agar selalu Lapor Cepat kepada petugas agar bisa saling membantu mengatasinya,”Pesan Danramil pada warga masyarakat sekitar.

Saimin

Kapal Terbalik Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian

0

Indramayu, Kompas.sbs – Seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal terbalik di perairan Indramayu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (24/1/2026). Korban ditemukan oleh tim gabungan setelah dilakukan pencarian selama dua hari.

Korban diketahui bernama Karyono (45) alias Tiplok bin Amad, nelayan asal Desa Dadap Blok Karang Pandan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia merupakan salah satu dari tiga nelayan yang menjadi korban kecelakaan kapal KM Baru Kasih yang terbalik akibat gelombang laut tinggi pada Jumat (23/1/2026).

Kronologi Kejadian Kapal Terbalik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Baru Kasih berangkat melaut dengan membawa tiga orang nelayan untuk mencari ikan. Namun, saat berada di tengah laut, kapal tersebut dihantam gelombang besar hingga terbalik. Akibatnya, ketiga nelayan terlempar ke laut.

Dua nelayan, Carsidi (30) dan Endi (28), warga Desa Dadap, berhasil menyelamatkan diri. Sementara Karyono dinyatakan hilang dan dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Satuan Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan korban ditemukan pada Sabtu siang sekitar pukul 12.43 WIB.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada Sabtu siang oleh tim gabungan Satuan Polairud Polres Indramayu dan Basarnas,” ujar AKP Asep Suryana.

Ia menjelaskan, proses pencarian sempat terkendala cuaca ekstrem berupa ombak besar dan angin kencang. Informasi awal keberadaan korban diperoleh dari seorang pemancing yang melihat jasad korban di bagian depan kapal.

“Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban,” jelasnya.

Hasil identifikasi memastikan jasad tersebut adalah Karyono, berdasarkan pengakuan pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dihentikan.

Saimin

Keadilan untuk Tesen: Saat Penegakan Hukum Mengutamakan Nurani dan Kemanusiaan”

0

Ketapang, – Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi momentum penting dalam perjalanan penegakan hukum di Kabupaten Ketapang. Di hari itu, harapan akan tegaknya keadilan kembali menemukan jalannya.

Tesen, seorang remaja di bawah umur asal Desa Asam Jelai, akhirnya dapat menghirup udara bebas setelah menjalani proses penahanan di Polres Ketapang. Pembebasan ini bukan hanya soal administrasi hukum, namun menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum mampu mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan prinsip lrestorative justice, khususnya bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Langkah ini tidak terlepas dari peran aktif tim kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar bersama Rumah Hukum Indonesia. Sejak awal perkara bergulir, mereka terus mengawal proses hukum agar hak-hak anak tetap terjamin. Kehadiran mereka memastikan bahwa suara kelompok rentan—yang kerap terabaikan—tetap mendapat perhatian dan perlindungan dalam sistem peradilan.

Kasus Tesen juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa penegakan hukum tidak hanya berbicara soal ketegasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan, proporsionalitas, dan keberpihakan terhadap prinsip kemanusiaan. Terlebih bagi anak-anak yang secara hukum wajib mendapatkan perlindungan khusus.

Dengan adanya penyelesaian ini, publik berharap agar pendekatan serupa dapat menjadi standar dalam setiap penanganan kasus yang melibatkan anak, sehingga hukum benar-benar hadir untuk melindungi, bukan sekadar menghukum.(Tim)

Diduga Debt Collector Ambil Paksa Mobil di Parkiran RS, Pengguna Masih Aktif Bayar Cicilan

0

Diduga Debt Collector Ambil Paksa Mobil di Parkiran RS, Pengguna Masih Aktif Bayar Cicilan

Kalbar, Sabtu (24/1/2026) – Subagiyo Mumin bersama istrinya, Yuliana Jinim, meluapkan kekecewaan kepada sejumlah wartawan di Polda Kalimantan Barat terkait dugaan pengambilan paksa mobil miliknya oleh sekelompok orang yang diduga debt collector di area parkir Rumah Sakit Santo Vinsensius Singkawang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Subagiyo mengaku didatangi lebih dari empat orang saat berada di parkiran rumah sakit. Para terduga pelaku disebut merampas kunci kendaraan, melakukan intimidasi, lalu membawa pergi mobil pick up Suzuki Carry miliknya.

“Kami sangat kecewa. Saat itu saya sudah menjelaskan bahwa saya akan berobat dan dijadwalkan menjalani operasi siang itu. Ketika kunci dirampas, saya terpaksa masuk ke rumah sakit untuk berobat. Namun setelah kembali ke parkiran, mobil saya sudah dibawa pergi tanpa prosedur yang jelas,” ujar Subagiyo kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa hingga kejadian tersebut, dirinya masih aktif membayar cicilan kendaraan. Pembayaran terakhir dilakukan tepat waktu pada 31 Desember 2025.

Mobil yang dibawa pergi adalah Suzuki Carry Pick Up warna hitam tahun 2019 dengan nomor polisi B 9387 KAS. Menurut korban, tidak ada penjelasan resmi maupun penunjukan dokumen sah saat penarikan dilakukan. Para terduga pelaku hanya meninggalkan selembar surat tanpa tanda tangan penyerahan dari pihak korban serta tanpa berita acara serah terima.

Akibat kejadian itu, sejumlah barang pribadi korban masih tertinggal di dalam kendaraan, di antaranya obat-obatan, pakaian, perlengkapan salon, serta ban serep.

Kendaraan tersebut diperoleh melalui pembiayaan PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) dengan nomor kontrak 38102304407. Subagiyo menyatakan dirinya tidak pernah menerima surat teguran maupun peringatan resmi dari pihak leasing.

“Saya merasa dirugikan secara materi dan mental. Cara seperti ini tidak manusiawi dan melanggar hukum. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, istri korban, Yuliana Jinim, turut mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan oknum debt collector tersebut. Ia menyebut, saat penarikan paksa terjadi, terdapat sejumlah barang penting di dalam mobil, termasuk perlengkapan yang dibutuhkan suaminya untuk menjalani perawatan dan menginap di rumah sakit.

“Karena kejadian ini, suami saya membatalkan pengobatan dan operasi. Padahal suami saya menderita batu ginjal dan seharusnya dioperasi saat itu. Saya merasa sangat dirugikan, apalagi mobil ini sudah kami bayar cicilannya selama kurang lebih 27 bulan. Kami hanya ingin keadilan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Chandra Sakti Utama Leasing belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengambilan paksa tersebut. Sementara itu, laporan pengaduan korban ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat telah diterima oleh Brigadir M. Yasir, petugas piket Ditreskrimum Polda Kalbar, dan akan ditindaklanjuti pada pekan depan.

Kasus ini kembali menyoroti praktik penagihan oleh oknum debt collector yang diduga dilakukan secara intimidatif dan di luar prosedur hukum. Masyarakat diimbau untuk memahami hak-haknya sebagai konsumen serta segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila mengalami kejadian serupa.

Wali Kota Sabang Resmikan Kawasan Ekowisata Penyu sebagai Warisan Ekologi Generasi Mendatang

0

Dari Ie Meulee untuk Masa Depan
Wali Kota Sabang Resmikan Kawasan Ekowisata Penyu sebagai Warisan Ekologi Generasi Mendatang

       MediaKompas.sbs.-Wilayah Aceh
KOMPAS.SBS.-ACEH | SABANG-ACEH —24 Januari 2026-Pemerintah Kota Sabang kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam melalui Peresmian Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee, yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, di Pantai Keramat Ie Meulee, Jumat (23/1) sore.

Peresmian ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda arah kebijakan strategis Kota Sabang dalam membangun model pembangunan berkelanjutan yang menjadikan konservasi sebagai fondasi utama. Kawasan Ie Meulee diproyeksikan sebagai ruang hidup yang memadukan perlindungan ekosistem pesisir, pendidikan lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis ekowisata ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang, Zulkifli H.Adam, Menegaskan bahwa penyu sisik merupakan spesies laut langka dan dilindungi, yang keberadaannya semakin terbatas dan hanya bertahan di wilayah-wilayah dengan ekosistem pesisir yang masih terjaga.

“Penyu sisik bukan hanya bagian dari kekayaan hayati laut kita, tetapi juga simbol keseimbangan ekosistem pesisir. Menjaga penyu berarti menjaga masa depan laut dan kehidupan masyarakat pesisir itu sendiri. Karena itu, upaya pelestarian ini membutuhkan komitmen kolektif, dari masyarakat hingga pemerintah pusat,” ujar Zulkifli H. Adam.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Ie Meulee dan kelompok konservasi yang selama ini konsisten menjaga habitat penyu sisik, serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sabang untuk melindungi kawasan habitat dari pembangunan yang berpotensi merusak ekosistem.

“Pemerintah Kota Sabang akan memastikan kawasan Ie Meulee tetap terjaga melalui kebijakan pengendalian ruang, dukungan anggaran gampong, serta penguatan regulasi melalui Peraturan Wali Kota dan qanun daerah. Kita ingin ekowisata ini tumbuh tanpa mengorbankan alam, dan alam tetap lestari tanpa menutup peluang kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan komitmen lintas sektor, kegiatan ini turut dirangkai dengan penandatanganan Deklarasi Ie Meulee oleh Wali Kota Sabang bersama unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan. Deklarasi tersebut menjadi pernyataan moral dan institusional dalam menjaga kelestarian penyu sisik dan ekosistem pesisir Pantai Keramat Ie Meulee secara berkelanjutan.

Momentum peresmian ini ditutup dengan pelepasan 82 ekor tukik penyu sisik ke laut lepas. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang bersama Forkopimda dan tamu undangan, serta melibatkan siswa SD Negeri 5 Sabang dan TK Negeri 7 Sabang sebagai wujud edukasi lingkungan sejak usia dini, guna menanamkan nilai kepedulian terhadap alam kepada generasi penerus.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Konservasi Bahari Ie Meulee, Marzuki, menjelaskan bahwa pelepasan tukik ini merupakan yang pertama secara resmi dilaksanakan di Kota Sabang, hasil dari upaya penyelamatan telur penyu yang direlokasi dari lokasi rawan gangguan.

Ia menegaskan bahwa Pantai Keramat Ie Meulee dengan vegetasi pandan pantai merupakan habitat alami penyu sisik yang memiliki peran vital dalam siklus reproduksi satwa tersebut dan tidak boleh dialihfungsikan.

“Secara ilmiah, penyu akan kembali ke pantai tempat ia menetas sekitar 20 hingga 25 tahun kemudian. Artinya, apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan ekologis jangka panjang. Jika ekosistem ini rusak, maka siklus alami itu akan terputus. Karena itu, konsistensi perlindungan kawasan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kelompok konservasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga kementerian terkait, khususnya dalam penyediaan penangkaran penyu, pos pemantauan, patroli kawasan, serta sarana pendukung konservasi lainnya.

Peresmian Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee menandai langkah penting Kota Sabang dalam meletakkan konservasi sebagai wajah pembangunan, di mana alam tidak diposisikan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai warisan kehidupan yang dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
~Reporter Pers Kompas.sbs.-Aceh (Novi Karno)