Beranda blog Halaman 321

“Diplomasi Kemanusiaan PPWI: Seruan Bantuan Internasional Untuk Ribuan Korban Bencana”

0

Labura, kompas.sbs – Ketua DPC MAI Labuhanbatu Utara (Macan Asia Indonesia), Muhammad Daham, melalui Ketua PAC Kamidi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon cepat Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) dalam menyikapi gelombang bencana alam yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melihat semakin beratnya kondisi para pengungsi, PPWI bertindak sigap dengan memobilisasi dukungan internasional.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memastikan pihaknya telah resmi mengajukan permohonan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Jakarta. Langkah ini diambil setelah PPWI menerima berbagai laporan dan keluhan dari para wartawan yang berada di wilayah terdampak, banyak di antaranya turut menjadi korban bersama keluarga mereka.

“DPN PPWI menerima banyak sekali keluh-kesah dan permintaan bantuan dari rekan-rekan wartawan di daerah bencana. Mereka bersama keluarganya berupaya bertahan hidup dalam situasi yang sangat sulit. Bahkan ada warga yang desanya hilang diterjang banjir bandang,” ujar Wilson dalam pernyataan persnya, Rabu 03 Desember 2025. Ia menegaskan, PPWI berupaya menggugah kepedulian internasional dengan mengirimkan surat permohonan bantuan, termasuk kepada Kedutaan Besar Rusia.

Langkah diplomatik kemanusiaan PPWI ini bukan hanya untuk meringankan beban korban bencana, tetapi juga memperkuat jejaring solidaritas antar bangsa. Selain Rusia, PPWI juga mengajukan permohonan serupa kepada Kedutaan Besar Maroko, Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Mesir, dan Tunisia. PPWI berharap negara-negara mitra tersebut dapat memberikan dukungan nyata untuk membantu ribuan korban yang masih membutuhkan penanganan darurat.

Adapun kebutuhan bantuan yang diajukan meliputi makanan darurat, pakaian, serta perlengkapan kebersihan untuk mencegah potensi penyakit di lokasi penampungan. PPWI juga menyoroti urgensi dukungan pendidikan berupa buku, alat tulis, dan ruang belajar sementara agar para siswa yang terdampak tetap bisa melanjutkan kegiatan belajar.

Selain bantuan logistik, PPWI turut memohon pengiriman relawan medis, ahli logistik, dan tenaga kemanusiaan guna memperkuat tim tanggap darurat di lapangan. Termasuk pula dukungan sarana transportasi untuk menjangkau wilayah yang masih sulit diakses.

Wilson menegaskan komitmen PPWI dalam memperjuangkan kesejahteraan para korban, sembari memastikan mitra internasional memperoleh informasi akurat mengenai situasi dan kebutuhan mendesak di daerah terdampak. “Kami percaya bahwa solidaritas global dapat memainkan peran penting dalam meringankan penderitaan dan memulihkan martabat mereka yang terdampak,” ungkapnya.

PPWI berharap upaya diplomasi kemanusiaan ini dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dan sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian lintas negara sangat dibutuhkan dalam masa krisis. “Inisiatif ini kami lakukan karena banyak korban adalah anggota PPWI dan wartawan yang dalam kondisi normal saja sering kesulitan mendapatkan akses bantuan dari pemerintah daerah, apalagi saat pemerintah sendiri sedang kewalahan,” tambah Wilson.

Menutup pernyataannya, Ketua DPC MAI LABURA, Muhammad Daham, menyampaikan terima kasih atas langkah cepat dan kerja keras PPWI. Ia berharap bantuan yang diupayakan dapat meringankan penderitaan para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan.

(Tim/Red)

Proyek P3-TGAI Tebang Kacang : Mutu Jelek, Anggota DPR-RI Wajib Terjun Lapangan

0
Oplus_16908288

Kalbar, Kubu Raya : Satu lagi proyek P3-TGAI milik aspirasi DPR-RI jadi sorotan masyarakat. Paket basah kuyup irigasi yang katanya digaraf Gapoktani Krida Jaya dan Taman Tani Desa Tebang Kacang Kecamatan Sei Raya Kabupaten Kubu Raya, dinilai jauh dari mutu.

” Saya lihat kondisi fisiknya agak lemah dan tampak tidak kokoh. Ini semua karna proses pekerjaannya diluar standar tehnis, meminimalisir material maupun pengurangan volume. Umurnya juga bisa ditebak, 5 bulan kedepan bakal hancur berderai, ” ungkap pemerhati lingkungan.

Dilokasi lain, warga setempat yang minta namanya jangan ditulis mengatakan, yang dapat proyek ini ketua gapoktani. Hanya pelaksanaannya dihandle langsung oleh Ars, pengurus partai, dan teman-temannya yang ada disini bukan kelompok tani. Kami cuma makan upah, disuruh nyambung neruskan gali saluran.

Sementara hasil komunikasi dengan Kasatker OP SDA BWSK 1, Fadiah, melalui chatt wa, menjelaskan, setelah konfirmasi ke P3A nya, Pak Aris itu termasuk kelompok taninya. Di dalam akte, beliau bendahara Poktan.

Kami, lanjutnya, juga sudah melaksanakan sosialisasi ke kelompok tani atau P3A dan Kepala Desa. Dana di transfer langsung ke Rekening petani/P3A melalui bank tanpa pemotongan apapun.

Pemerhati lingkungan tadi berharap pemilik proyek, dalam hal ini Anggota DPR-RI, jangan cuma terima can tepi dan nongkrong dikursi empuk, tetapi terjun kelokasi pekerjaan, layaknya reses, tengok dekat-dekat, sambil ngobrol dengan Gapoktani setempat. Bila perlu lakukan uji tes kelayakan bangunan, guna mengetahui kualitas dan kwantitas hasil pekerjaan.( Red.tim )

Pekerjaan JDU : Dinas Dan Kontraktor Buta Tuli Soal K3

0
Oplus_16908288

Kalbar, Kuburaya :Proyek pekerjaan pengembangan jaringan distribusi utama atau penanaman pipa di Desa Mekar Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, jadi sorotan tajam masyarakat.

” Saya melihat Prosudur dan ketetapan K3, guna menghindari kecelakaan kerja, justru diabaikan. Mereka melaksanakan penggalian tanah ditepi jalan, tanpa alat pelindung diri sebagai upaya antisipasi menjaga keselematan kerja, ” ujar naser, warga sekitar yang kebetulan melintas dilokasi.

Seharusnya, lanjut Naser, Dinas PUPR memberikan warning agar semua para pekerja wajib memakai alat pelindung diri, bukan diam dan slow respon. ” Dinas jangan vakum, tekankan aturan main K3. Jika diabaikan, beri peringatan keras supaya tidak dianggap same tak iye, ” tegasnya.

Paket JDU, segede Rp. 397 Juta rupiah dari tabungan APBD-P KKR Tahun anggaran 2025, yang digarap oleh CV. Karya Utama Putra Mandiri, terbukti tidak mengindahkan ketentuan yang tertulis dalam peraturan K3. Pelaksana maneduli dan tetap menjalankan kegiatannya.

Naser mendesak, Dinas PUPR selaku pengelola, mestinya berani membemberikan ultimatum keras terhadap kontraktor, saat melakukan pengawasan. Bila perlu panggil pelaksananya dan beri sanksi administratif.

” Tetapi kalau Dinas PUPR Kubu Raya ternyata juga tidak mengerti soal aturan main K3, ya realisasinya seperti yang kita lihat sekarang ini, semua para pekerja melakukan aktivitasnya nol APD, ” ungkap Naser.( 007/ Danil A )

Empat Mahasiswa UPMI Bali Perkuat Tim Indonesia Di SEA Games 2025 Cabang Kabaddi

0

KOMPAS.SBS #
Denpasar – Bali || Empat mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali resmi bergabung dalam kontingen Indonesia untuk bertanding pada Kejuaraan SEA Games XXXIII Tahun 2025 di Thailand.

Para mahasiswa tersebut yakni, Ni Putu Nadine Aristya Dewi, I Komang Wahyu Brahmasta, I Gede Jaya Guna, dan I Made Widi Januarta, yang akan turun pada cabang olahraga Kabaddi.

Event bergengsi regional itu berlangsung pada 10–20 Desember 2025 di Chalermphrakiat Sports Operations Center Building, Rajamangala University of Technology Rattanakosin, Bangkok, Thailand.

Keempat mahasiswa tersebut akan berlaga pada tiga nomor pertandingan, yakni Standard Kabaddi, Super Five Kabaddi, dan Three Stars Kabaddi. Mereka menjadi bagian dari skuad nasional setelah melalui proses seleksi dan pemusatan latihan bersama tim Kabaddi Indonesia.

Saat menerima para atlet di kampus, Senin (1/12), Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., yang didampingi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. I Gusti Putu Ngurah Adi Santika, S.Pd., M.Fis., menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan mahasiswa dalam ajang internasional tersebut.

“Keikutsertaan mereka di SEA Games bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UPMI Bali. Ini bukti bahwa mahasiswa kita mampu bersaing dan berprestasi di tingkat regional,” ujar Rektor.

Prof. Suarta menambahkan, pihak kampus akan memberikan bonus khusus apabila para mahasiswa berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan dan harapan agar mereka tampil maksimal, menjaga sportivitas, serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.

“Tetap rendah hati, fokus, dan berikan yang terbaik. Jadilah inspirasi bagi yang lain bahwa disiplin dan kerja keras selalu membuahkan hasil. Kami seluruh keluarga besar UPMI Bali mendoakan kalian pulang dengan prestasi membanggakan,” pesannya. (Bud)

SPBU 64.79.501 Simpangkan BBM Subsidi. Fungsi Pertamina Dan Hiswana Migas Apa?

0
Oplus_16908288

Sekadau Kalbar: Masyarakat mengatakan, tidak ada satupun SPBU, apalagi milik orang Top, yang terkena sanksi administratif atau proses hukum pidana, ketika prosudur dan ketetapan penyaluran BBM bersubsidi, sengaja dilanggar.

” Contohnya SPBU No. 6479501 Jalur Lintas Kalimantan Poros Tengah, Tapang Semadak Kabupaten Sekadau, yang jelas terbukti kerap melayani jerigen maupun wadah lainnya, toh tetap berjalan lancar, ” ujar warga sekitar.

Konsekwensi lemahnya fungsi Hiswana Migas maupun Pertamina dalam soal penindakan, lanjutnya, membuat rasa kepercayaan publik terhadap dua Lembaga itu turun drastis. Action mereka tidak ada, paling Teken DO dan kirim minyak pesanan Tauke Gendut, setelah itu pulang tidur. Masalah pengawasan melekat, ntar dulu lah.

” Artinya, meskipun banyak SPBU yang meleceng dari aturan main, Pertamina dan Hiswana Migas tidak berbuat cuma diam tanpa ada langkah pencegahan. Padahal Ini hubungannya dengan bentuk kinerja, cerminan tupoksi dan fungsi mereka, ” tegas warga tadi.

Ia memaparkan, seharusnya Hiswana Migas dan Pertamina lebih kental melaksanakan fungsi sosial kontrolnya agar masyarakat kere penerima BBM bersubsidi tidak kecewa berat.( 007 / Danil.A )

Tukang Sayur Kaget Disambangi Polisi, Ternyata Ini Tujuannya

0

Polsek Sebangki~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana pagi yang semula berlangsung biasa di sebuah kawasan pemukiman di Kecamatan Sebangki mendadak berubah ketika seorang tukang sayur yang sedang melayani ibu-ibu mendapati kedatangan petugas kepolisian. Sejumlah warga sempat terkejut, mengira kedatangan polisi terkait sesuatu yang mendesak. Namun, kejutan itu berubah menjadi senyum lega setelah mengetahui bahwa petugas datang untuk memberikan himbauan keamanan.

Pada Rabu (3/12/2025), Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah melaksanakan patroli dialogis sekaligus menyambangi tukang sayur keliling. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para pedagang sayur untuk meningkatkan kewaspadaan saat berjualan, terutama terhadap potensi pelaku kejahatan yang memanfaatkan momen di pagi hari ketika lingkungan masih relatif sepi.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., M.H., S.I.K., melalui Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah, menjelaskan bahwa himbauan ini diberikan untuk mengurangi risiko kriminalitas terhadap pedagang keliling yang kerap menjadi target empuk pelaku kejahatan.

“Patroli sambil berdialog ini kami lakukan agar para pedagang lebih berhati-hati, terutama ketika melayani pembeli seorang diri atau saat berada di lokasi yang minim pengawasan,” ujar Aipda Suriansyah.

Lanjut Kanit Binmas menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa para pedagang keliling tidak hanya merasa aman, tetapi juga memahami langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan sekitar, menghindari membawa uang dalam jumlah besar, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

Kanit Binmas juga berpesan kepada tukang sayur agar tidak segan meminta bantuan warga sekitar bila merasa diikuti orang tak dikenal, serta memastikan rute dagang tetap berada pada area yang ramai dan terang.

Sang tukang sayur tampak berterima kasih atas perhatian dan arahan yang diberikan kepolisian. Ia mengaku kaget sekaligus senang karena kepolisian turun langsung memberikan edukasi di lapangan.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kehadiran polisi yang dinilai mampu memberikan rasa aman. Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, karena sangat membantu menjaga ketertiban lingkungan.

PULUHAN DESA GAGAL CAIR DANA DESA: IJS MAMASA DESAK PEMERINTAH UNGKAP AKAR MASALAH!!

0

 

Mamasa KOMPAS SBS 2 Desember 2025 — Pelaksana Tugas Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Mamasa, Johar Bonga Karaeng, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Mamasa. Hingga memasuki penghujung tahun anggaran 2025, masih terdapat puluhan desa yang belum menerima pencairan Dana Desa secara 100%, meskipun anggaran tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang bersumber dari APBN dan memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Johar menegaskan bahwa keterlambatan pencairan ini bukan sekadar masalah teknis atau administratif, tetapi telah menjadi polemik serius di lapangan, terutama karena realitas di desa tidak sesuai dengan dokumen perencanaan yang terpampang secara terbuka. Hampir seluruh desa telah memasang baliho APBDes yang memuat rencana program, kegiatan, hingga besaran anggaran. Namun sejumlah kegiatan tidak berjalan, tertunda, atau bahkan belum dimulai akibat dana yang tidak kunjung cair. Hal ini memicu tanda tanya besar di masyarakat, mulai dari mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran hingga menimbulkan spekulasi yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Melihat situasi ini, Johar menginstruksikan kepada seluruh anggota IJS DPW Mamasa untuk mengawal, menelusuri, dan mempertanyakan secara langsung kepada pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun pihak terkait lainnya, mengenai apa sebenarnya kendala yang menyebabkan pencairan Dana Desa mandek hingga sedemikian lama. Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang jujur dan transparan, terutama mengenai anggaran yang menjadi hak masyarakat desa.

> “Ini bukan persoalan kecil. Ketika puluhan desa belum menerima pencairan dana hingga akhir tahun, sementara desa lain sudah cair 100%, maka ini menimbulkan ketidakadilan dan pertanyaan besar. Pemerintah harus terbuka, menjelaskan kepada masyarakat, dan tidak membiarkan persoalan ini bergulir tanpa kejelasan. Warga desa berhak tahu apa akar masalahnya,” tegas Johar Bonga Karaeng.

Johar juga menekankan bahwa keterlambatan pencairan Dana Desa tidak hanya menghambat pembangunan fisik, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik, ekonomi masyarakat desa, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah. Program-program pembangunan yang seharusnya selesai pada tahun berjalan terancam tidak tercapai, dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

Lebih jauh, Johar mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur, mulai dari membuka informasi secara transparan, mempercepat proses administrasi, hingga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kementerian terkait jika problemnya berada di tingkat pusat. Pemerintah menurutnya tidak boleh bersikap pasif ketika puluhan desa menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

> “Kami berharap ada solusi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai warga desa terus bertanya-tanya dalam hati: ada apa? Kenapa kami belum cair? Sementara puluhan desa lain sudah menerima haknya secara penuh. Ketimpangan ini harus dijawab dengan langkah nyata, bukan hanya janji,” tambah Johar.

IJS DPW Mamasa menegaskan komitmen penuh untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, khususnya Dana Desa yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Jurnalis memiliki tanggung jawab untuk memastikan publik tidak dibiarkan berada dalam ketidakjelasan, serta mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola anggaran demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

(Ansar)

Perlu Kajian Intensif Untuk Pembukaan Lahan Sawah Baru

0

KOMPAS.SBS #

Denpasar – Bali || Oleh : Dr. I Ketut Suar Adnyana,M.Hum Akademisi Universitas Dwijendra.

Pemerintah Provinsi Bali berencana membuka lahan sawah baru seluas 6.000 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa Bali masih memiliki potensi lahan kering yang selama ini kurang produktif dan dapat dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif sebagai lumbung pangan baru.

Namun, rencana ambisius ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar, terutama terkait siapa yang akan mengolah lahan tersebut dan bagaimana penyediaan sumber air untuk sawah baru di tengah tantangan regenerasi petani dan keterbatasan irigasi.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi sektor pertanian di Bali adalah minat generasi muda yang terus menurun menjadi petani.

Banyak anak muda lebih memilih bekerja di sektor pariwisata dan industri kreatif yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.

Ketergantungan pada Tenaga Kerja Luar Bali Menjadi Tantangan Tambahan

Di tengah rendahnya minat generasi muda Bali untuk bekerja di sektor pertanian, saat ini proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemanenan padi di sejumlah wilayah justru banyak mengandalkan tenaga kerja dari luar Bali.

Fenomena ini terjadi karena sebagian petani lokal sudah berusia lanjut dan tidak mampu lagi melakukan pekerjaan fisik berat, sementara anak muda tidak tertarik menggantikannya.

Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran baru: apabila lahan sawah diperluas hingga 6.000 hektare, siapa yang akan menggarapnya jika tenaga kerja lokal semakin berkurang?

Jika kondisi ini tidak diantisipasi, Bali berpotensi semakin bergantung pada pekerja luar daerah untuk sektor pangan yang sebenarnya merupakan tulang punggung ketahanan daerah.

Tanpa adanya program regenerasi petani yang konkret, rencana pembukaan 6.000 hektare lahan sawah baru berpotensi tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Regenerasi petani bukan sekadar mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi membutuhkan pendekatan sistematis yang mencakup insentif usaha yang menarik, pelatihan teknologi pertanian modern, serta skema bantuan modal yang memadai.

Insentif bagi Petani

Insentif pagi petani sangat diperlukan agar sektor pertanian kembali memiliki daya tarik ekonomi. Misalnya, pemerintah dapat memberikan subsidi alat pertanian, jaminan harga gabah, atau insentif pajak bagi petani muda.

Pelatihan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone untuk pemupukan, sistem irigasi pintar, hingga budidaya padi berkelanjutan akan menyesuaikan dengan minat generasi milenial yang akrab dengan teknologi.

Di sisi lain, bantuan modal sangat penting untuk mempermudah petani pemula membeli sarana produksi, mengelola lahan, dan mengatasi biaya awal yang seringkali menjadi hambatan.

Apabila langkah-langkah tersebut tidak dijalankan, lahan sawah baru yang dibuka berisiko terbengkalai.

Petani yang tersisa akan kewalahan mengelola tambahan lahan, sementara generasi muda tetap enggan terjun ke sektor pertanian.

Hal ini pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran bahwa program perluasan sawah tidak akan efektif, bahkan bisa menambah beban pemerintah akibat lahan yang tidak tergarap dan hasil produksi yang stagnan.(Bud)

Kerahkan Sumber Daya Pulihkan Infrastruktur, AHY Pastikan Bantuan Menembus Wilayah Bencana Sumatra

0

 

KOMPAS.SBS #

Belawan – Sumut || Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah mempercepat langkah untuk memulihkan konektivitas, infrastruktur, dan layanan logistik di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal tersebut disampaikan saat turun langsung meninjau Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara (01/12/2025)

“Pemerintah tentu bergerak di semua sektor. Saya selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki tugas utama untuk segera menggerakkan, mendorong kementerian-kementerian di bawah koordinasi kami—khususnya Kementerian Pekerjaan Umum—untuk segera mengirimkan alat-alat berat seperti ekskavator, loader, dan lainnya untuk membantu membersihkan sisa-sisa longsor sekaligus menghubungkan kembali jalur-jalur yang terputus,” tegas Menko AHY.

Menurut Menko AHY, jika penanganan tidak dilakukan segera, akan ada masyarakat dan wilayah yang tetap terisolasi, baik dari sisi komunikasi maupun jalur logistik akibat terputusnya akses darat. Ia menegaskan bahwa hal tersebut harus ditangani sesegera mungkin. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan melalui Kementerian Perhubungan agar sektor transportasi udara dan laut tetap beroperasi dengan baik sehingga aliran logistik tidak terhenti. Masyarakat terdampak sangat membutuhkan bantuan, termasuk obat-obatan, sehingga kelancaran distribusi menjadi prioritas.

“Saya akan menyampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum—di sini ada deputi yang khusus membidangi hal tersebut—agar tidak ada satu pun daerah yang benar-benar terputus. Kita dorong alat-alat beratnya: ada ekskavator, backhoe, loader, truk, dan lain sebagainya,” ujar Menko AHY.

Menko AHY menyatakan bahwa koordinasi juga telah dilakukan dengan Pertamina dan PLN terkait ketersediaan BBM dan listrik yang merupakan kebutuhan krusial. Menurutnya, listrik tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga memastikan komunikasi tetap berjalan. Tanpa listrik, jaringan komunikasi terputus sehingga dapat menghambat pemerintah pusat maupun daerah dalam memperoleh informasi penting di lapangan.

Dalam kunjungannya, Menko AHY didampingi Menteri Transmigrasi Mohamad Iftitah Sulaiman Suryanegara; Wadan Kodamar I, Brigjen TNI Marinir Alibahar Saragi; serta Komandan KRI Sutedi Senaputra-378, Letkol Laut (P) M. Suryo. Menko AHY juga didampingi oleh Deputi Nazib Faizal serta Staf Khusus Menko, Agust Jovan Latuconsina dan Sigit Raditya. (cvs)