Beranda blog Halaman 312

BREAKING NEWS: PPWI Nyatakan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa

0

Sumut, kompas.sbs – Rangkaian bencana yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa pekan terakhir bukan sekadar musibah musiman atau fenomena alam biasa. Banjir bandang, longsor, serta gelombang material kayu glondongan yang terseret arus air bah menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara bersamaan. Skala kerusakan yang ditimbulkan begitu masif hingga peristiwa ini layak dicatat sebagai salah satu tragedi ekologis terbesar sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Fenomena air bah yang membawa ribuan kayu gelondongan menjadi bukti telanjang bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu telah mencapai titik kritis. Hutan-hutan yang selama ini menjadi penyangga kehidupan tampak tak lagi mampu menahan curah hujan ekstrem. Ketika akar-akar yang seharusnya mengikat tanah dan bebatuan telah hilang, longsor dan banjir bandang menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Desa-desa tersapu, jembatan runtuh, sungai tersumbat, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dalam hitungan jam.

Dampak ekologis bencana ini tidak berhenti di tiga provinsi tersebut. Gelombang kerusakan menjalar hingga ke Nias dan Lampung, menunjukkan bahwa seluruh Pulau Sumatera kini berada dalam tekanan ekologis yang luar biasa. Ekosistem sungai rusak, kualitas air menurun, dan habitat flora-fauna hancur. Pulau yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia kini menghadapi ancaman serius yang membutuhkan intervensi cepat dan terukur.

Namun dampaknya tidak hanya bersifat ekologis. Bencana Sumatera telah mengguncang kehidupan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Distribusi logistik terganggu, harga kebutuhan pokok melonjak, dan aktivitas ekonomi tersendat. Standar hidup masyarakat menurun, sementara rasa aman dan ketenangan publik terganggu. Bencana ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di satu wilayah dapat memicu efek domino yang dirasakan seluruh bangsa.

Melihat skala dan kompleksitas bencana, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengambil langkah tegas: *menyatakan bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa*. PPWI menilai bahwa situasi ini tidak boleh menunggu pernyataan resmi pemerintah. Ketika kerusakan sudah melampaui batas administratif dan berdampak pada stabilitas nasional, maka penanganannya harus segera ditingkatkan ke level tertinggi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama Sekretaris Jenderalnya, Fachrul Razi, didukung seluruh pengurus serta dewan penasehat dan depan pakar organisasi itu. “Deklarasi PPWI ini bukan sekadar pernyataan moral, tetapi langkah strategis untuk mendorong mobilisasi bantuan yang lebih luas. PPWI telah menyurati sejumlah Kedutaan Besar negara sahabat yang selama ini menjadi mitra kerja organisasi tersebut. Tujuannya jelas: menggalang dukungan internasional bagi para korban bencana, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tenaga ahli, maupun dukungan teknis,” ungkap tokoh pers nasional, yang merupakan petisioner Hak Asasi Manusia pada Konferensi ke-80 Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa, Oktober 2025 lalu, ini.

Wilson Lalengke menjelaskan, dengan penetapan bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa, pihaknya mendorong secara internal agar semua anggota dan pengurus PPWI di seluruh nusantara dan di manca negara segera menggalang kekuatan melalui apapun yang bisa dilakukan dalam rangka membantu percepatan penanganan bencana tersebut. “Saya mendorong setiap anggota PPWI di seluruh Indonesia dan perwakilan PPWI di luar negeri agar bahu-membahu, melalui apapun yang bisa dilakukan, untuk membantu percepatan penanganan dan pemulihan dampak Bencana Nasional Luar Biasa ini,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Langkah berikutnya, PPWI akan mengirimkan surat resmi kepada berbagai badan internasional yang memiliki mandat dalam penanganan bencana, lingkungan hidup, dan kemanusiaan. PPWI menilai bahwa kondisi darurat di Sumatera membutuhkan perhatian global. Tanpa dukungan internasional, proses pemulihan dikhawatirkan akan berjalan lambat, sementara kerusakan lingkungan yang terjadi dapat meninggalkan dampak jangka panjang yang mengancam generasi mendatang.

Pemulihan lingkungan menjadi salah satu fokus utama yang disoroti PPWI. Rehabilitasi hutan, normalisasi sungai, dan penguatan sistem mitigasi bencana harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Bencana ini adalah peringatan keras bahwa eksploitasi alam tanpa kendali akan selalu berujung pada tragedi kemanusiaan.

Pada akhirnya, PPWI menyerukan agar seluruh pihak—baik Pemerintah Indonesia maupun komunitas internasional—segera bergotong-royong membantu masyarakat di wilayah bencana. Solidaritas kemanusiaan harus menjadi prioritas. Bencana Sumatera adalah pengingat bahwa ketika alam terluka, seluruh umat manusia merasakan dampaknya. Kini saatnya bergerak bersama, sebelum semuanya terlambat.

(Tim-Red)

Puncak Festival 7Desa Wisata Bupati Subang Resmi Kan Launching 7Desa Wisata v

0

*Puncak Festival 7 Desa Wisata, Bupati Subang Tegaskan Identitas Budaya dan Infrastruktur Jadi Kunci Daya Tarik Wisata*

Puncak rangkaian Festival sekaligus Launching 7 Desa Wisata Kabupaten Subang digelar pada Minggu malam (14/12/2025) di Lapang Sepak Bola Rawalele, Kecamatan Dawuan. Kegiatan ini merupakan segmen kedua sekaligus penutup Festival 7 Desa Wisata yang diselenggarakan selama dua hari oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, dan dihadiri langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.

Acara diawali dengan laporan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., yang menegaskan bahwa Launching 7 Desa Wisata yaitu Desa Sukasari, Desa Situsari, Desa Rawalele, Desa Margasari, Desa Cisampih, Desa Jambelaer, dan Desa Curugagung tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Bidang Pemasaran Pariwisata, Bidang Destinasi dan Produk Pariwisata Disparpora, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dan Subang Creative Hub yang bertindak sebagai panitia.
“Seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata kami harapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi supaya desa wisata Kabupaten Subang, khususnya di Kecamatan Dawuan, lebih maju dan berkembang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, menyampaikan apresiasi kepada Disparpora dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan peluncuran tujuh desa wisata yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi pertanian yang saling melengkapi dalam satu klaster pariwisata.
“Dengan dilaunching-nya tujuh desa wisata ini, mudah-mudahan bisa memberikan perputaran ekonomi yang lebih besar untuk masyarakat, sehingga masyarakat di desa-desa ini bisa lebih maju dan berkembang,” ungkap Kang Rey.

Bupati menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya soal promosi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan lingkungan desa agar tetap sehat dan berkelanjutan. Ia menargetkan tujuh desa wisata mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar Kabupaten Subang.
“Kita targetkan bagaimana nanti bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan dari dalam maupun dari luar Kabupaten Subang, sehingga menarik perhatian dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain identitas budaya, Kang Rey menekankan bahwa infrastruktur menjadi faktor kunci keberhasilan desa wisata, khususnya akses jalan menuju lokasi wisata.
“Jangan sampai desanya sudah jadi desa wisata, tapi akses menuju desanya masih jelek. Infrastruktur jalannya harus jadi prioritas agar orang mau datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang terus dikebut, termasuk dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk perbaikan ruas jalan dari wilayah Tangkubang Perahu Ciater hingga Pantura. Infrastruktur yang baik diharapkan menjadi penopang utama pengembangan pariwisata desa.
“Alhamdulillah, kita sedikit demi sedikit sudah bisa memperbaiki beberapa masalah. Salah satunya jalan, mungkin Bapak-Ibu sekarang sudah mulai bisa merasakan bagaimana jalan-jalan sudah mulai leucir, Bu, untuk jalan Provinsi Pak Gubernur menggelontorkan anggaran hampir 400 miliar, Bu, untuk membenarkan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Subang. Dari mulai Tangkuban Parahu sampai ke Pantura, itu jalan sekarang di hotmix. Mungkin Bapak-Ibu (sudah) merasakan, tapi wayahnya rada macet heula karena namanya perbaikan jalan dan dikejar waktu, Bu, harus selesai sebelum tahun baru, dan nanti jalan yang belum bisa diselesaikan tahun ini, insya Allah di tahun depan akan kita selesaikan.” Janji Kang Rey.

Menutup sambutannya, Kang Rey berharap tujuh desa wisata yang telah di- _launching_ dapat terus dikembangkan secara konsisten melalui kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha, sehingga menjadi kebanggaan daerah dan memperkuat posisi Subang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan agrikultural.
“Semoga tujuh desa wisata ini bisa _*Ngabret*_, bisa maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (***).

Bupati Subang Resmikan Dan Serahkan Kunci Rumah Rutilahu

0

*BUPATI SUBANG RESMIKAN DAN SERAHKAN KUNCI RUMAH LAYAK HUNI PROGRAM BEDAH RUTILAHU FMP JABAR*

*SUBANG* – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, yang akrab disapa Kang Rey, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Rumah Layak Huni (Rulahu) dalam kegiatan sosial Peduli Bedah Rumah Tidak Layak Huni ke-29 yang digagas Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Barat, pada Minggu (14/12/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas nama Suherman, warga Kampung Dusun Kaliaren RT 18 RW 09, Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.

Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian sosial berbasis swadaya masyarakat yang diinisiasi FMP Jabar bersama Redaksi Media Peduli Rakyat.

Ketua FMP Jabar, Asep Sumarna Toha yang akrab disapa Abah Betmen, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur serta pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program bedah rumah tidak layak huni ke-29 tersebut.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni lahir dari kepedulian dan gotong royong masyarakat.

Sementara itu, Suherman selaku penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Subang, FMP Jabar, serta masyarakat yang telah bergotong royong membangun kembali rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni akibat musibah kebakaran.

“Saya hanya seorang buruh tani. Waktu pulang dari sawah, rumah sudah terbakar dan ambruk. Sekarang sudah dibangunkan lagi menjadi rumah yang layak huni. Terima kasih dan alhamdulillah berkat swadaya masyarakat, Pemda, dan FMP Jabar,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan apresiasi kepada FMP Jabar, para donatur, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu warga yang membutuhkan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kekuatan rereongan atau kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan sosial.

“Alhamdulillah rumah ini bisa bagus lagi setelah sebelumnya terkena kebakaran. Ini contoh bahwa dengan rereongan bisa menghasilkan kebermanfaatan bagi warga. Bantuan ini murni hasil udunan masyarakat bersama lembaga-lembaga sebagai donatur, sehingga Rulahu ini bisa terbangun. Ini wujud nyata bahwa masyarakat bisa saling mengandalkan satu sama lain,” ujarnya.

Selain penyerahan kunci Rumah Layak Huni oleh Bupati Subang kepada pemilik rumah, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu oleh Ketua FMP Jabar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ciasem, Sekretaris DPKPP Kabupaten Subang, Kepala Bagian Kesra Setda Subang, unsur Forkopimcam Ciasem, perwakilan Dinas Sosial, jajaran pengurus FMP Jabar, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Karang Taruna, serta para donatur program peduli bedah rumah (***).

Tiang Pendopo Kecamatan Sindang Berubah Jadi Warna Biru H. Sirojudin: Ini Sangat Norak

0

Hal Itu disampaikan langsung oleh H. Sirojudin saat ditemui di sekretariat DPC PDIP Indramayu,

INDRAMAYU-ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Indramayu H. Sirojudin merasa kaget dengan adanya kabar tentang perubahan warna pada penyangga tiang pendopo kecamatan Sindang yang semula berwarna putih tulang menjadi warna biru.

Hal Itu disampaikan langsung oleh H. Sirojudin saat ditemui di sekretariat DPC PDIP Indramayu, Ia merasa kaget dengan adanya kabar tersebut yang ternyata memang dicat warna biru. “Ya, silahkan saja kalau yang lain ya, tapi ini kan cagar budaya. Harusnya dipertahankan baik warna maupun bangunan dan estetikanya,” Cetusnya. Minggu, 14/12/2025.

Ia menilai bahwa perubahan warna tersebut selalu dipolitisi, menurutnya karena Sedang dipimpin oleh orang biru, Kalau yang gedung-gedung pemerintahan tidak masalah, Tapi kalau cagar budaya itu milik umum, bukan hanya milik partai tertentu, apalagi milik bupati.

“Jadi saya berharap bangunan tersebut dicat kembali dan pakar-pakar geologi, pakar-pakar benda sejarah kuno lainnya saya yakin keberatan,” Tandasnya.

Menurutnya, Dengan adanya cagar budaya yang sudah berusia ratusan tahun, kemudian dia dirubah warna lain dan sebagainya. sangat norak.

“Menurut saya itu kurang relevan,” Tuturnya.

Sementara, Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi SS menyesalkan dengan adanya perlakuan yang sangat tidak arif dalam menjaga bangunan cagar budaya.

Menurutnya Belum lama ia melihat dari dekat aksi vandalisme terhadap bangunan Gedong Duwur yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. “Sekarang bangunan pendopo kecamatan Sindang yang statusnya ODCB. Patut prihatin melihatnya,” tegas Dedy Musashi.

Dedy menyebut bahwa aksi perubahan warna terhadap bangunan bersejarah bagı Indramayu Dimana setiap perusakan atau perubahan terhadap bangunan cagar budaya maupun ODCB mendapat perlakuan yang sama sesuai UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.(Saimin)

Peningkatan Infrastruktur Jalan lingkungan RW02 Kelurahan Soklat Subang Di Apresiasi Warga

0

*Peningkatan infrastruktur Jalan Lingkungan di RW 02 Kelurahan Soklat DI Apresiasi Warga*

Subang – Peningkatan infrastruktur jalan lingkungan di RW 02,Kelurahan Soklat Kecamatan Subang kabupaten Subang.
Pada hari sabtu, 13 Desember 2025,telah dilaksanakan kegiatan hotmix jalan gang cendrawasih berjalan lancar, proses pengaspalan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan infrastruktur jalan lingkungan guna menunjang kenyamanan dan akses warga dalam beraktivitas sehari -hari Minggu (14/12/2025).

Kegiatan ini mendapat pengawasan langsung dari Ketua Rukun Warga (RW) serta Para RT, sebagai bentuk komitmen pemerintah kelurahan dalam memastikan
kualitas pekerjaan berjalan sesuai rencana, dengan peningkatan jalan lingkungan diharapkan tidak hanya meningkatkan estetika lingkungan, tetapi juga memperlancar mobilisasi warga serta mencegah genangan air saat musim hujan.

Pengerjaan jalan dilakukan secara profesional dengan motede hotmix, yang dikenal memiliki daya tahan lebih lama dan permukaan yang lebih rata dibandingkan metode lainnya kedepan pemerintah kelurahan terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah kelurahan Soklat.

Ketua RW 02, Parid menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Putra Yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap peningkatan infrastruktur kelurahan khusus di wilayah RW. 02.

Pembangunan peningkatan jaling ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, kami akses warga menjadi mudah dan nyaman berkat pengaspalan yang dilakukan secara maksimal ujar parid.

Warga RT 08/02 pun turut menyampaikan rasa syukurnya.
Alhamdulillah, jalan lingkungan kami sudah diaspal dan kini dapat dilalui dengan baik kami merasa lega dan berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Subang Pungkasnya (D.Jekiw).

Jadikan Momen Nataru Penuh Makna, Hasil Prestasi Di Tahun 2025 Kembali Ditingkatkan Di Tahun 2026

0

KOMPAS.SBS #

Denpasar – Bali || Kepala Sekolah SMAN 4 Denpasar I Made Sudana, S.Pd beserta Keluarga Besar SMAN 4 Denpasar mengucapkan ;

Selamat menyambut momen Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru). Semoga menjelang pergantian tahun ini menjadi momen yang bermakna buat kita semua.

Tidak lupa juga kami sampaikan di tahun 2025 ini SMAN 4 Denpasar berhasil meraih predikat sekolah terbaik Se-Bali dengan mengoleksi banyak medali.

“Adapun medali yang diraih SMAN 4 Denpasar berasal dari prestasi akademik maupun non akademik yang di mulai di tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional,” kata Made Sudana.

Lanjutnya, keberhasilan yang diraih di tahun 2025 dengan mengantongi banyak medali, hingga masuk predikat sekolah terbaik merupakan sebuah berkah.

“Semoga prestasi yang luar biasa yang diraih SMAN 4 Denpasar di tahun 2025 bisa kembali dipertahankan di tahun 2026,” ucapnya.

Made Sudana juga menyampaikan, tidak hanya prestasi di akademik dan non akademik saja yang akan kita tingkatkan di tahun 2025.

“Akan tetapi prioritas mutu guru juga akan lebih ditingkatkan melalui kegiatan seminar, workshop, diklat, dan lainya,” ucapnya.

Ditambahkan, semoga di tahun 2025 bisa menjadi makna dalam melakukan intropeksi diri untuk bisa kembali berbuat yang terbaik di tahun 2026.

“Apapun keberhasilan yang sudah dicapai oleh SMAN 4 Denpasar di tahun 2025 akan kembali ditingkatkan, atau dipertahankan di tahun 2026,” pungkasnya. (Bud)

Bravo Polres Labusel!!! Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam Dihadiri AKP Nelson Silalahi 

0

Polres Labusel Kirim Bantuan Tahap IV dan Alat Berat, Wujud Nyata Polri Hadir Untuk Kemanusiaan

Labusel, kompas.sbs Polres Labuhanbatu Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana alam dengan mengirimkan bantuan sosial kemanusiaan tahap keempat ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (13/12/2025). Bantuan kali ini tidak hanya berupa logistik, namun juga melibatkan alat berat, kendaraan operasional, serta personel Polri untuk membantu proses evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.

Dalam pengiriman tersebut, Polres Labuhanbatu Selatan menurunkan tiga unit dump truck, dua unit alat berat excavator, serta satu unit truck pengangkut bantuan sembako. Selain itu, satu unit mobil mini bus juga diberangkatkan untuk membawa 10 personel Polres Labuhanbatu Selatan yang diperbantukan langsung di lokasi bencana.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring Muham, S.I.K., menyampaikan bahwa bantuan tahap IV ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan Polri untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami tidak hanya mengirimkan bantuan logistik, tetapi juga alat berat dan personel agar dapat membantu percepatan evakuasi, pembukaan akses jalan, serta memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana di Tapanuli Selatan,” ujar Kapolres.

AKBP Aditya menambahkan, kehadiran personel Polri di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman, semangat, dan harapan bagi para korban yang tengah berjuang menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam.

“Polri hadir untuk kemanusiaan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak,” tambahnya.

Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut berlangsung di halaman Polres Labuhanbatu Selatan dan dihadiri oleh Wakapolres Labuhanbatu Selatan KOMPOL Ramsen Samosir, S.H., M.H., Kabag Ops AKP Nelson Silalahi, S.H., M.H., Kasi Propam AKP Dermaga Tarigan, Kasat Samapta AKP Hotman Sirait, Kasat Binmas AKP Haposan Sitinjak, serta para Perwira dan Brigadir Polres Labuhanbatu Selatan.

(Tim-Red)

SPBU Tekudak Tabrak Aturan Penyaluran. Polres Dan Pemkab Cuma Diam

0
Oplus_16908288

Kalbar Putusibau: Kembali persoalan BBM muncul kepermukaan. Kali ini terjadi di SPBU Tekudak Kabupaten Kapuas Hulu. Poto amatir yang beredar dimasyarakat, memperlihatkan banyaknya antrean Jerigen dilokasi tersebut.

Publik dimedsos sempat bertanya dimana pihak Polres, Pemkab, Pertamina dan Hiswana Migas. Pada kemana mereka semua. Kok praktek penyimpangan yang sangat merugikan masyarakat dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan nyata.

Warga sekitar juga berharap pemilik maupun pengawas SPBU dipanggil dan diperiksa. ” Ini sudah melanggar ketentuan. Apapun bentuknya, mereka harus diproses hukum. Karna akibat praktek ilegal tersebut, korbannya masyarakat luas, ” ucap Hlm.(007/ Danil A)

Jembatan Krasak Jatibarang Amblas Tak Sampai Setahun,Proyek Rp20,7 Miliar Diduga Minim Pengawasan

0

INDRAMAYU – Jembatan Gantung Krasak di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kembali menuai sorotan. Infrastruktur yang baru diresmikan pada September 2024 itu dilaporkan mengalami amblas disisi timur sedalam 20cm dan tembok sudah mengalami pergeseran dan retak, meski belum genap satu tahun digunakan. Kondisi ini memicu pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan proyek bernilai Rp20,7 miliar tersebut.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Cimanuk itu diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, dengan dihadiri pejabat pusat dan daerah. Saat peresmian, proyek ini diklaim sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas desa dan mendukung pembangunan dari pinggiran.

Namun realita di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Amblasnya bagian jembatan dalam waktu singkat menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan. Padahal, proyek ini memiliki spesifikasi teknis panjang total 180 meter, bentang utama 120 meter, dan lebar 1,8 meter, yang seharusnya mampu bertahan terhadap kondisi alam di kawasan Sungai Cimanuk.

Warga setempat mengaku resah dan khawatir kerusakan akan semakin parah. Selain mengganggu aktivitas harian masyarakat, kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jembatan.

Anggota Komisi V DPR RI Dedi Wahidi sebelumnya menyebut bahwa pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat sejak 2022 dan baru terealisasi pada 2024. Namun, dengan munculnya kerusakan dini, publik mempertanyakan apakah dana negara yang digelontorkan benar-benar dikelola secara profesional dan akuntabel.

Masyarakat mendesak Kementerian PUPR, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, serta pihak terkait lainnya untuk segera melakukan audit teknis dan audit anggaran secara terbuka. Transparansi dinilai penting agar publik mengetahui penyebab pasti amblasnya jembatan dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi pelaksana maupun kontraktor terkait penyebab kerusakan dan rencana perbaikan Jembatan Gantung Krasak.(Saimin)

Bongkar Penyimpangan Proyek Perkim Sintang : Anggota Organisasi Suku Intimidasi AWI Dan LSM Tindak

0

Kalbar, Sintang : Ingin melakukan pemantauan agar tidak terjadi penyimpangan dalam proyek pemerintah justru mendapat intimidasi oleh orang suruhan kontraktor. ” iya kami diancam oleh oknum pengawas, Marully, yang mengaku dari Ormas Kesukuan, ” ungkap Tim AWI dan LSM Tindak.

Tim mencatat, pernyataan pernyataan tersebut sama dengan cerminan perbuatan pidana, menakuti-nakuti lewat organisasi suku tertentu, menolak wujud pemberantasan tipikor dan mendukung korupsi berjemaah.

Kalau bicara aturan resmi, kata Tim, oknum tersebut jelas melanggar kebebasan pers dan partisipasi publik, sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Berangkat dari dasar diatas, lanjutnya, kami meminta agar Bupati dan Polres Sintang memeriksa pelaku tadi, kontraktor, PPK termasuk Kepala Dinas. ” Kita berharap Polres maupun Bupati selaku Kepala Daerah, segera mengambil tindakan tegas agar rasa kepercayaan masyarakat tetap tertanam dalam dan menghindari tudingan negatif terhadap APH, ” ujar TIM.

Aliansi Wartawan Indonesia beserta LSM Tindak, juga menyampaikan hasil temuannya ke Kejaksaan. Disana para sosial control tersebut diterima oleh Kasi Intelijen Kejari Sintang dan mereka berjanji akan menindaklanjutinya sesuai tupoksi.

” Pihak Kejari Sintang dalam waktu dekat akan menurunkan TIM guna melakukan pengecekan dan klarifikasi lapangan terhadap peoyek pembangunan gedung pemerintah, terutama yang dibawah Dinas Perkim Kabupaten Sintang, ” terangnya.

Perlu diketahui, paket pembangunan Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Sintang segede Rp 888 Juta dari celengan DAU APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2025 yang dihandle CV Sentosa Karya Lestari, memang sejak awal sudah menjadi sorotan tajam AWI dan LSM Tindak.

Tim mengaku RAB mereka miliki tidak sesuai dengan proses pekerjaan dilapangan, terutama soal penggunaan besi wiremesh/tulangan beton yang ukurannya agak menyimpang.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sintang ketika di konfirmasi lewat chatt WA, beliau menjawab agar menghubungi PPK nya. Sampai dengan terbitnya pemberitaan ini, penjelasan yang riil terkait pokok persoalan, tidak pernah didapat.

Tak berselang lama, tiba – tiba muncul pesan singkat dari nomor tak dikenal, mengaku sebagai rekanan Kodam, ingin koordinasi masalah komunikasi TIM dengan PPK. Saat diminta identitas satuan bersangkutan, ia tidak menjawab hanya mengirim foto material proyek yang menjadi objek temuan, sambil chatt sudah clear ya Pak, terima kasih.( 007/ Danil.A )