Beranda blog Halaman 301

Gunakan Anggaran Banprov,Pemdes Singakerta Bangun Cor Jalan Lingkungan

0

INDRAMAYU,Kompas.sbs – Pemerintah Desa Singakerta Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan pembangunan jalan cor rabat beton dengan anggaran yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) di blok Pesantren lor, dan blok Pesantren kidul, setelah mendapat bantuan dana provinsi (Banprov) Jawa Barat.pada Senin (29/12/2025).

Ruas jalan yang diperbaiki memiliki Total panjang 496,95 meter, dengan lebar 1,20 meter,Tinggi 0,10 Cm, yang terbagi di 2 titik tersebut, tampak papan informasi kegiatan yang terpampang di lokasi pekerjaan. Sebelumnya, kondisi jalan ini rusak dan, menyulitkan warga saat melintas, terutama di musim hujan. Kini, jalan tersebut sudah diperbaiki menggunakan material cor beton dengan anggaran sebesar Rp 98.000.000,- juta yang bersumber dari Dana Banprov tahun anggaran 2025.

Kegiatan pembangunan cor rabat beton jalan itu disambut antusias warga sekitar.

Kuwu Desa Singakerta Urip menjelaskan, bahwa jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan, namun belum dapat diperbaiki karena keterbatasan anggaran desa.Setelah melalui proses pengajuan yang cukup panjang, akhirnya jalan tersebut bisa diperbaiki berkat bantuan dana Banprov Jabar ungkapnya.

Lebib lanjut Sekdes Singakerta Tirta Dwi Saputra S. I. Kom menjelaskan, bahwa pemdes singakerta masih memiliki pekerjaan rumah terkait peningkatan jalan lingkungan di seluruh desa.ia berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki seluru jalan lingkungan dengan memanfaatkam berbagai sumber anggaran yang tersdia.

“Intinya, kami akan terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan desa secara berkelanjutan di seluruh blok.Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh jalan lingkungan di Desa Singakerta dapat diperbaiki,”tegasnya.

Dengan adanya pembangunan betoniaasi ini, diharapkam mobilitas warga Desa Singakerta semakin lancar, kegiatan ekonomi dapat lebih berkembang.

“Kami berharap Banprov terus membantu agar seluruh jalan rusak di desa kami bisa diperbaiki.Jalan yang baik akan mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat,”. pungkasnya,”***

(Saimin)

Gunakan Anggaran Banvrop,Pemdes Singakerta Bangun Jalan Cor Jalan Lingkungan

0

Pemerintah Desa Singakerta Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan pembangunan jalan cor rabat beton dengan anggaran yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) di blok Pesantren lor, dan blok Pesantren kidul, setelah mendapat bantuan dana provinsi (Banprov) Jawa Barat.pada Senin (29/12/2025).

Ruas jalan yang diperbaiki memiliki Total panjang 496,95 meter, dengan lebar 1,20 meter,Tinggi 0,10 Cm, yang terbagi di 2 titik tersebut, tampak papan informasi kegiatan yang terpampang di lokasi pekerjaan. Sebelumnya, kondisi jalan ini rusak dan, menyulitkan warga saat melintas, terutama di musim hujan. Kini, jalan tersebut sudah diperbaiki menggunakan material cor beton dengan anggaran sebesar Rp 98.000.000,- juta yang bersumber dari Dana Banprov tahun anggaran 2025.

Kegiatan pembangunan cor rabat beton jalan itu disambut antusias warga sekitar.

Kuwu Desa Singakerta Urip menjelaskan, bahwa jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan, namun belum dapat diperbaiki karena keterbatasan anggaran desa.Setelah melalui proses pengajuan yang cukup panjang, akhirnya jalan tersebut bisa diperbaiki berkat bantuan dana Banprov Jabar ungkapnya.

Lebib lanjut Sekdes Singakerta Tirta Dwi Saputra S. I. Kom menjelaskan, bahwa pemdes singakerta masih memiliki pekerjaan rumah terkait peningkatan jalan lingkungan di seluruh desa.ia berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki seluru jalan lingkungan dengan memanfaatkam berbagai sumber anggaran yang tersdia.

“Intinya, kami akan terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan desa secara berkelanjutan di seluruh blok.Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh jalan lingkungan di Desa Singakerta dapat diperbaiki,”tegasnya.

Denagan adanya pembangunan betoniaasi ini, diharapkam mobilitas warga Desa Singakerta semakin lancar, kegiatan ekonomi dapat lebih berkembang.

“Kami berharap Banprov terus membantu agar seluruh jalan rusak di desa kami bisa diperbaiki.Jalan yang baik akan mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat,”. pungkasnya,”***

(Saimin)

Upaya Paksa Kejati Kalbar: Kantor Distrik Navigasi Pontianak Digeledah Penyidik”

0

Kalbar, Pontianak:Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat pada hari ini Senin (29/12/2025) mulai Pukul 08.30 wib sampai dengan 11.20 wib melakukan Upaya Paksa, menggeledah Kantor Distrik Navigasi Kelas III Pontianak di Jalan Khatulistiwa No.149 Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengadaan minyak Non Subsidi di Distrik Navigasi Kelas III Pontianak Tahun Anggaran 2020. Langkah tegas dengan upaya paksa diambil penyidik Kejati Kalbar menandai keseriusan aparat penegak hukum membongkar praktik penyimpangan anggaran di sektor strategis keselamatan pelayaran (pelayanan publik).

Tim penyidik menyasar sejumlah ruangan vital dan menyita sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan perkara penyimpangan pengadaan Minyak Non Subsidi Tahun 2020. Beberapa berkas dimasukkan ke dalam boks tersegel untuk kemudian dibawa ke Kejati Kalbar guna kepentingan pembuktian.

Penggeledahan dilakukan secara tertutup dan mendapat pengawalan ketat yang didampingi petugas TNI yang ikut mengawal.proses penggeledahan.

Pantauan di lokasi, sejumlah penyidik berpakaian dinas mengenakan rompi terlihat memasuki gedung utama kantor navigasi sejak pagi hari. Aktivitas perkantoran sempat terganggu ketika penyidik menyisir beberapa ruangan strategis, termasuk ruang pimpinan, bagian keuangan, serta ruang pengadaan barang dan jasa.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan membenarkan Upaya Paksa penggeledahan yang dilakukan tim penyidik hari ini*

“Kasi Penkum Kejati Kalbar menyatakan, Jika alat bukti cukup, penetapan tersangka akan dilakukan*. ,” tegas Kasi Penkum (I Wayan Gedin Arianta, SH.MH)

Kejati Kalbar memastikan proses hukum akan berjalan profesional dan transparan. Publik diminta bersabar menunggu hasil penyidikan, sekaligus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum terhadap korupsi terus bergerak, bahkan di sektor yang selama ini luput dari sorotan.(Danil.A)

Gotong Royong Bangun Benteng Pasca Banjir di Langkat Berseri

0
oppo_2

Langkat- Kompas.SBS
Minggu 28 Desember 2025 Warga Lingkungan V Beringin, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, menggelar kegiatan gotong royong membangun benteng penahan air pasca banjir yang melanda Perumahan Langkat Berseri. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar banjir serupa tidak kembali terjadi di kawasan permukiman warga.
Gotong royong tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat, H. Ajai Ismail, SE, yang secara langsung turun ke lokasi dan ikut membantu warga. Kehadiran beliau mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap permasalahan yang dihadapi warga.
Banjir yang terjadi diketahui disebabkan oleh luapan air dari perkebunan milik PTPN KW Bingai yang mengalir ke parit perumahan hingga meluap ke pemukiman. Akibatnya, sejumlah rumah warga sempat tergenang air dan aktivitas masyarakat terganggu.
Sebagai langkah antisipasi, puluhan warga secara bergotong royong membangun benteng darurat dengan menggunakan karung goni yang diisi tanah. Karung-karung tersebut disusun membentuk tanggul yang kokoh untuk menghalau dan mengalihkan aliran air agar tidak kembali masuk ke kawasan perumahan. Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat kebersamaan.
H. Ajai Ismail tiba di lokasi sejak pagi hari dan langsung berbaur dengan warga. Ia juga menyediakan sejumlah peralatan seperti kereta sorong dan cangkul guna mempercepat proses pembangunan benteng. “Saya selalu siap membantu masyarakat Langkat, terlebih dalam kondisi darurat seperti ini. Gotong royong adalah kekuatan kita untuk menyelesaikan masalah bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Perdamaian Akub Iskandar Muda, Kepala Lingkungan V Beringin Makmur, serta perwakilan RT, di antaranya Abdul Murad Lubis dari RT Blok D. Seluruh RT di Lingkungan Beringin juga ikut ambil bagian, mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga.
Warga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada H. Ajai Ismail atas kepedulian dan respon cepatnya terhadap keluhan masyarakat. “Beliau selalu cepat menanggapi laporan kami dan langsung turun ke lapangan. Semoga Pak Ajai selalu sehat dan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam menghadapi bencana, sembari menunggu adanya penanganan jangka panjang dari pihak terkait.

Reporter Warianto

Polres Langkat Amankan Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan di Kecamatan Wampu

0

 

Langkat – Kompas.SBS

Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Langkat berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Lingkungan I Bingai, Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Minggu (27/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban yang merupakan pemilik ruko tiba di lokasi dan masuk ke dalam ruko miliknya. Namun secara tiba-tiba, pelaku sudah berada di depan pintu ruko dan langsung melakukan kekerasan terhadap korban.

Pelaku melakukan aksi kekerasan dengan cara menendang pintu, mendorong tubuh korban, memukul bagian mulut hingga mengalami luka, mencekik leher, serta mencakar lengan korban. Korban sempat melakukan perlawanan sambil berteriak meminta pertolongan hingga teriakan tersebut didengar oleh warga sekitar. Menyadari kehadiran warga, pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Langkat guna diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K., S.I.K., M.H., melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekira pukul 21.30 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka di rumahnya yang masih berada di wilayah Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polres Langkat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo S.H, S.I.K, M.Si, Prasojo melalui Kasi Humas IPTU Jekson Situmorang S.H, menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kapolres Langkat menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional dan tuntas. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan serta rasa aman warga,” ujar IPTU Jekson Situmorang.

Lebih lanjut, IPTU Jekson juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian. Apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110,” pungkasnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Polres Langkat dan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Reporter Warianto

Supaya Lebih Metaksu : Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Melaksanakan Upacara Mejaya-jaya

0

KOMPAS SBS #

Tabanan – Bali || Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Kabupaten Tabanan melaksanakan upacara mejaya-jaya di Pura Siwa Pangkung Prabu, pada Sabtu 27 Desember 2025.

Upacara mejaya-jaya yang dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Preteka Dukuh Prabu diikuti sebanyak 50 orang Pinandita Ganesh Pratama.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Pinandita Ganesh Pratama Jro Mangku Andre yang juga ikut dalam upacara mejaya-jaya.

Sembari menyampaikan, melalui upacara mejaya-jaya ini berharap para Pinandita Ganesh Pratama bisa lebih menemukan sosok jati dirinya, dan yang utama adalah bisa lebih metaksu.

“Dari upacara mejaya-jaya ini juga berharap bisa selalu mendapatkan berkah baik dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Jro Mangku Andre.

Ditambahkan, upacara mejaya-jaya yang dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ananda Preteka Dukuh Prabu, upacaranya bisa dikatakan berjalan dengan baik.

“Semoga dengan telah dilaksanakan upacara mejaya-jaya ini kedepanya keberadaan Paiketan Pinandita Ganesh Pratama Kabupaten Tabanan bisa selalu dipandang baik oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (Bud)

BRI Rayakan 130 Tahun dengan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera”

0

Kompas.sbs | JAKARTA – Merayakan perjalanan panjang selama 130 tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar puncak peringatan HUT dengan suasana yang penuh semangat kebersamaan dan kepedulian. Mengambil tema “Satukan Langkah untuk Sumatera”, acara yang dipusatkan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Minggu (21/12) ini diawali dengan kegiatan jalan sehat (fun walk) yang diikuti oleh ribuan Insan BRILian.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan bentuk aksi nyata BRI Group sebagai bagian dari Danantara untuk merespons bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di Sumatera.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemberian bantuan dana sebesar Rp50 miliar. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana di Sumatera, mulai dari perbaikan akses jalan, jembatan, hingga fasilitas umum lainnya yang krusial bagi roda ekonomi masyarakat.

Komisaris Utama BRI, Kartika Wirjoatmodjo, bersama Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa di usia yang ke-130, BRI ingin memberikan dampak yang lebih mendalam bagi Indonesia.

Branch Office Head BRI BO Panglima Polim, Ana Damayanti, menyampaikan bahwa keterlibatan jajarannya merupakan bentuk solidaritas tanpa batas.

“Ini adalah momen bagi kami di Branch Office Panglima Polim untuk bersinergi dengan seluruh keluarga besar BRI Group. Kami tidak hanya merayakan usia baru bank ini, tetapi juga menguatkan nilai sosial dalam melayani bangsa. Kami berharap bantuan infrastruktur senilai Rp50 miliar ini dapat mempercepat pemulihan di Sumatera dan mengembalikan senyum saudara-saudara kita di sana,” ungkap Ana Damayanti, Minggu (21/12).

Sederhana Namun Bermakna, rangkaian HUT ke-130 ini tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan dan nilai sosial. Selain jalan sehat, BRI Group juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan keterlibatan aktif karyawan untuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka bagi korban bencana.
Dengan semangat “Satukan Langkah”, BRI membuktikan diri bahwa sebagai lembaga keuangan terbesar, mereka tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi akar kekuatan selama 130 tahun berdiri.

(red)

Pesta Rakyat Adat Ngarot Desa Nunuk Digelar Meriah, Warga Tumpah Ruah Hadiri Tradisi Tahunan

0

INDRAMAYU, Kompas.sbs – Tradisi adat Ngarot kembali digelar dengan meriah di Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (28/12/2025).

Gelaran pesta rakyat ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terlihat dari ribuan warga yang memadati halaman Kantor Desa Nunuk sejak pagi hari.

Berbagai rangkaian acara budaya turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya tari topeng, sendratari, serta beragam kesenian tradisional khas Indramayu lainnya.

Tradisi Ngarot merupakan warisan budaya leluhur yang sarat makna, khususnya sebagai simbol kebersamaan dan persiapan generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan desa.

Kuwu/Kepala Desa Nunuk, Andi Purnomo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa gelaran adat Ngarot tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Alhamdulillah, pelaksanaan tradisi adat Ngarot berjalan aman dan kondusif. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, ini menunjukkan bahwa budaya leluhur masih dijaga dan dicintai bersama,” ujar Andi Purnomo.

Ia juga berharap tradisi Ngarot dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya desa sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan warga serta mendukung semangat ketahanan pangan melalui nilai-nilai kearifan lokal.***(Saimin)

Benarkah Suku Melayu Kehabisan Figur Pemimpin?

0

Dominasi Birokrasi di Tubuh MABMI Labura: Benarkah Suku Melayu Kehabisan Figur Pemimpin?

LABURA – Penunjukan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis PPPA) H. Dedi Aksaris sebagai ketua Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara memicu kritik pedas dari berbagai kalangan. Langkah ini dinilai memperkuat kesan adanya upaya “Birokratisasi” lembaga adat yang seharusnya menjadi benteng independen bagi marwah suku Melayu.

Penunjukan pejabat aktif di pucuk pimpinan MABMI memunculkan pertanyaan besar: Apakah etnis Melayu di Labura sedang mengalami krisis kader hingga harus menggantungkan kepemimpinan pada jabatan struktural pemerintahan?

Effendi Miraza: “Seolah Tidak Ada Orang Melayu Lain.” Kritik keras datang dari tokoh Melayu yang berdomisili di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Effendi Miraza. Beliau menyatakan keberatan yang mendalam atas kebijakan pengangkatan tersebut. Menurutnya langkah ini seakan akan menegasikan keberadaan tokoh-tokoh Melayu lain yang mumpuni di luar lingkaran birokrasi.

“Pengangkatan Kepala Dinas PPPA sebagai ketua MABMI Labura ini sangat mengecewakan. Tindakan ini seolah-olah menunjukkan bahwa tidak ada lagi orang Melayu di Labura ini yang mampu memimpin selain dari kalangan kepala dinas,” Tegas Effendi Miraza dengan nada kecewa, kepada awak media, Minggu (28/12/2025).

Beliau menambahkan, “bahwa lembaga adat seperti MABMI seharusnya dipimpin oleh sosok yang memiliki waktu penuh dan dedikasi murni untuk mengurus persoalan adat dan budaya, bukan seseorang yang sudah terbebani oleh tanggung jawab di kedinasan.”

Ancaman Terhadap Independensi Adat

Lebih lanjut, Effendi Miraza mengkhawatirkan bahwa penempatan birokrat aktif akan membelenggu independensi MABMI. Sebagai lembaga yang seharusnya berdiri di atas semua golongan, MABMI beresiko terjebak dalam kepentingan politik praktis atau hanya menjadi instrumen pendukung kebijakan pemerintah tanpa daya kritis.

“Jika nakhodanya adalah seorang pejabat publik, bagaimana mungkin MABMI bisa bicara lantang membela hak-hak masyarakat Melayu jika suatu saat berbenturan dengan kebijakan pemerintah? Kita ingin MABMI yang berwibawa, bukan MABMI yang hanya menjadi pelengkap seremonial birokrasi.” Lanjutnya.

Kesan “Krisis Tokoh” yang timbul akibat keputusan ini dianggap merendahkan martabat intelektual dan tokoh tokoh Melayu lainnya yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari akademisi, pengusaha, hingga praktisi budaya.

Publik kini menuntut adanya transparansi dalam proses pemilihan dan mendesak agar marwah MABMI dikembalikan sebagai lembaga independen. Masyarakat Melayu Labura tetap menjadi penjaga identitas yang murni, sesuai dengan semangat “Takkan Melayu Hilang di Bumi”, tanpa harus terkooptasi oleh struktur kekuasaan formal.

(Tim-Red)

Wajah Baru Puskesmas Siantan Tengah Membantah Keraguan, Fakta Lapangan Menampar Asumsi

0

PONTIANAK UTARA, KALIMANTAN BARAT | Minggu, 28 Desember 2025 —
Pembangunan dan renovasi Puskesmas Siantan Tengah di Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, telah rampung dan kini dimanfaatkan penuh oleh masyarakat. Kondisi fisik bangunan yang berdiri kokoh, tertata, dan fungsional menjadi bantahan telak atas berbagai keraguan dan narasi negatif yang sempat digulirkan selama proyek berjalan.

Fakta di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan yang nyata. Ruang pelayanan lebih layak, fasilitas lebih tertib, dan lingkungan puskesmas kini memberikan rasa aman serta nyaman bagi pasien. Penilaian ini datang langsung dari warga sebagai pengguna layanan, bukan dari opini sepihak yang tidak bersandar pada kondisi riil.

Ketua RW 18, Samsudi, menegaskan bahwa masyarakat tidak menilai pembangunan dari isu, melainkan dari hasil yang bisa disentuh dan dimanfaatkan.

> “Kami tidak bicara asumsi. Kami melihat dan merasakan langsung. Bangunannya sekarang jauh lebih baik dan benar-benar bisa dipakai untuk pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh tokoh lingkungan lainnya. Ketua RT 3 RW 18, Hendi, menyebut perubahan fisik puskesmas sangat mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya. Ketua RT 2 RW 19, Helmi, menilai fasilitas baru meningkatkan kenyamanan dan rasa aman bagi pasien.

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 18, Tarmidi, mengingatkan bahwa warga lebih membutuhkan pelayanan kesehatan yang berjalan optimal ketimbang kegaduhan yang tidak berdampak langsung pada layanan. Ketua RT 5 RW 15, Julkifli, menambahkan bahwa perhatian publik seharusnya diarahkan pada mutu pelayanan, bukan polemik yang berulang tanpa dasar lapangan.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Karena itu, hasil pembangunan yang kini dimanfaatkan secara nyata menjadi ukuran paling objektif atas sebuah proyek publik, bukan narasi yang dibangun dari kejauhan.

Renovasi Puskesmas Siantan Tengah sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan publik harus dinilai dari hasil, fungsi, dan manfaatnya bagi warga. Fakta lapangan hari ini berbicara tegas: fasilitas ada, bangunan berdiri, dan pelayanan berjalan—sementara keraguan gugur dengan sendirinya.

Tim: Liputan
Narasumber: Warga Kelurahan Siantan Tengah