Beranda blog Halaman 284

Proyek Saluran Gang Aulia : Fisiknya Berantakan. PPK Lemah

0

Pontianak Barat: Satu lagi proyek saluran pembuangan pasang surut milik Dinas Perkim Kota Pontianak di jalan. Kom. Yos Sudarso, Gg Aulia, Kecamatan Pontianak Barat, Jadi omongan publik.

” Kondisi fisiknya tidak beraturan, retak, patah, banyak tambalan dan tampak ditimpa dengan batu-batu untuk mengakali kekurangan jarak atau celah antara turap satu ke yang lainnya tanpa menggunakan redemix, ” terang warga sekitar.

Paket basah kuyup segede Rp.147 juta oleh pelaksana CV Kuda Berantai, katanya, banyak mengurangi volume sehingga badan saluran tersebut tampak agak rapuh dan bisa mengalami roboh.

” Sekarang pekerjaannya sudah selesai dan kini masuk dalam masa pemeliharaan. Mestinya sejak awal, sebelum proyek itu klir, kekurangan dan kelemahan fisik bangunan tadi, harus dituntaskan, karna belum sempurna, bukan baru sekarang, ” ujarnya.

Ia menuding, ini semua akibat berdasarkan laporan ABS makanya bisa PHO. Kalau pengelola saat itu rutin control secara tehnis, otomatis cerminan kualitas dan kwantitas bakal didapat.

Disisi lain, Kabid Perkim Kota Pontianak menjelaskan, memang balok penutup dan sengkang cor manual sesuai kontrak. Giliran saluran yang kelihatan juga di cor manual bukan redemix, apa ada dalan kontrak, beliau diam saja.

Karna ini menyangkut duit APBD Kota Pontianak, tambah warga lain, Walikota jangan vakum. Cek lapangan secara diam-diam, lihat kondisi yang sebenarnya.007/Danil A

0

Pontianak Barat: Satu lagi proyek saluran pembuangan pasang surut milik Dinas Perkim Kota Pontianak di jalan. Kom. Yos Sudarso, Gg Aulia, Kecamatan Pontianak Barat, Jadi omongan publik.

” Kondisi fisiknya tidak beraturan, retak, patah, banyak tambalan dan tampak ditimpa dengan batu-batu untuk mengakali kekurangan jarak atau celah antara turap satu ke yang lainnya tanpa menggunakan redemix, ” terang warga sekitar.

Paket basah kuyup segede Rp.147 juta oleh pelaksana CV Kuda Berantai, katanya, banyak mengurangi volume sehingga badan saluran tersebut tampak agak rapuh dan bisa mengalami roboh.

” Sekarang pekerjaannya sudah selesai dan kini masuk dalam masa pemeliharaan. Mestinya sejak awal, sebelum proyek itu klir, kekurangan dan kelemahan fisik bangunan tadi, harus dituntaskan, karna belum sempurna, bukan baru sekarang, ” ujarnya.

Ia menuding, ini semua akibat berdasarkan laporan ABS makanya bisa PHO. Kalau pengelola saat itu rutin control secara tehnis, otomatis cerminan kualitas dan kwantitas bakal didapat.

Disisi lain, Kabid Perkim Kota Pontianak menjelaskan, memang balok penutup dan sengkang cor manual sesuai kontrak. Giliran saluran yang kelihatan juga di cor manual bukan redemix, apa ada dalan kontrak, beliau diam saja.

Karna ini menyangkut duit APBD Kota Pontianak, tambah warga lain, Walikota jangan vakum. Cek lapangan secara diam-diam, lihat kondisi yang sebenarnya.(007/Danil.A)

Warga dan Karang Taruna Rumka datangi Mapolres KaKaro, Sampaikan Beberapa Tuntutan Te

0

 

KABANJAHE KARO,Kompas.SBS| Kematian almarhum Robby H Perangin-Angin, 30 November 2025 tahun lalu, di Cafe Bravo SGR Kabanjahe masih menyisakan tanda tanya dan ketidak puasan oleh warga desa Rumah Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe dan Warga Desa Ajinembah Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo, serta rekan juang Almarhum, Karang Taruna Rumah Kabanjahe, walau diduga pelaku sudah diamankan Polres Tanah Karo.

Sebelumnya, Jumat (09/01/2026), tepat 40 hari kematian Almarhum Robby H Perangin-Angin, Warga, Karang Taruna Rumah Kabanjahe gelar aksi 1.000 lilin, di lokasi kejadian, lalu hari Senin (12/01/2026) mereka kembali menggelar aksi dengan mendatangi Polres Karo dengan membawa beberapa tuntutan.

Memulai aksi dengan berkumpul dirumah duka, Desa Rumah Kabanjahe, disana mereka mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai simbol duka dan keprihatinan.

Mereka lalu bergerak ke Mapolres Tanah Karo, dengan membentangkan spanduk dan dengan suara lantang, menyampaikan aspirasi, dimana mereka menyerukan agar kasus kematian Robby Perangin Angin, betul betul diusut sampai tuntas, dan diusut secara transparan, dan meminta Polres Tanah Karo menjatuhi tersangka dengan pasal pembunuhan berencana, serta membuka CCTV.

Dalam aksi ini langsung disambut Polres Tanah Karo, dan meminta 10 perwakilan untuk berdialog, mereka pun sepakat, karena harapan mereka, untuk mendapat kejelasan, terkait rekaman CCTV, namun pihak Kepolisian belum bisa membuka CCTV, karena berkas ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan harus menunggu kehadiran pihak kejaksaan di Mapolres Karo.

Pantauan Media Kompas.SBS massa kembali berkumpul di Gerbang masuk Mapolres Karo, dan kembalu berorasi, serta bernyanyi, terlihat juga tulisan dari karton dilengketi di dinding pagar Polres Tanah Karo.

Tuntutan demi tuntutan disuarakan, mereka berorasi secara bergantian, mereka juga menyuarakan bila CCTV tidak dibuka, mereka tidak akan pulang.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

Proyek Saluran Parit Gang Karet Baru : Banyak Retak, Walikota Jangan Diam Panggil Kadis Kabit Dan PPTK

0
Oplus_16908288

Pontianak Barat: Proyek pekerjaan saluran pasang surut di Parit jln Karet GG Karet Baru, kondisi fisiknya sangat berantakan. Masyarakat menuding paket basah kuyup garapan CV AZ Zahra segede Rp. 199 juta, tampak dikerjakan asal jadi.

” melihat dari hasil bangunannya yang banyak retak, tidak beraturan hingga batu dan besi behel kelihatan, menjadi gambaran bahwa pekerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis.

Seharusnya, sebelum pekerjaan tersebut selesai, semua kekurangan dan kelemahan-kelemahan itu masuk dalam catatan PPK. Tetapi karna wujud pengawasan Dinas PUPR Kota agak lemah, terutama Bidang SDA, akhirnya kesalahan tadi lewat lepas begitu saja, ” terang warga, selaku pemerhati pembangunan.

Ia berharap dimasa pemeliharaan ini, Walikota memanggil sekaligus mengajak Kadis, Kabid maupun kontraktor untuk sama terjun langsung kelapangan, tidak hanya mendengar informasi sepihak, guna mengetahui kebenarannya.(007/Danil.A)

Kuwu Desa Tanjakan H. Wadi Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ajak Warga OPSI Saluran Sekunder Siwak

0

Indramayu, Kompas.sbs – Kuwu Desa Krangkeng dan jajaran Forkopimpcam ajak warga untuk membersihkan saluran air dan Irigasi bagi Pertanian diwilayah desa Tanjakan.

Irigasi pengairan merupakan Faktor utama penunjang Suksesnya pertanian khususnya tanaman padi, Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu pada Senin, (12/01/2026).

Jalur Saluran irigasi mulai dari Bendung rentang, Pintu air Kertasmaya, pintu air Mundu, pintu air gang 1 Karangampel dan pintu air Pringgacala, setelah itu baru menuju ke Saluran Skunder Desa Tanjakan.

Dalam pelaksanaannya pembagian atau jadwal air irigasi nyata tidak bisa smpai ke Desa Tanjakan.Hal tersebut terjadi karena beberapa Faktor , antara lain : Debit air yang kurang mencukupi , Jadwal giring air yang bersamaan dengan desa lain (dibagi rata) , Sedimentasi lumpur yang tinggi sehingga debit air terlihat melimpah tapi sebenarnya hanya sedikit, banyaknya gorong gorong ilegal dan sampah sepanjang perjalanan air.

Upaya yang dilakukan Babinsa Tanjakan beserta Kuwu Desa Tanjakan dan Bhabinkamtibmas adalah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BBWS, PSDA dan Mantri pengairan lintas kecamatan , agar bagaimana caranya air irigasi bisa sampai ke desa tanjakan.

Dari survey Jalur irigasi di duga terjadi pendangkalan di jalur SS Sipetung Si 3 di gang 1 karangampel Kecamatan. Karangampel. Dalam rangka mengupayakan agar air Irigasi bisa mengalir lancar maka dilaksanakan Karya bakti gotong royong Pengurasan dan pembersihan saluran Irigasi secara gotong royong P3A, mitra Cai dan Kelompok tani

Dipimpin kuwu H. Wadi dan didampingi Babinsa Tanjakan serta Bhabinkamtibmas dan sekitar kurang lebih 100 orang warga masyarakat petani melaksanakan pembersihan secara Gotong royong di sepanjang saluran skunder Siwarak

Menurut Kuwu H. Wadi “diharapkan setelah saluran irigasi Siwarak dibersihkan, air irigasi bisa, mengalir lancar dan sampai ke areal lahan persawahan Desa Tanjakan khususnya di blok Panggang jero yg merupakan ujung Desa Tanjakan agar masyarakat bisa Tanam Rendeng MT 1 Tahun 2025/2026 “, Pungkasnya .

Saimin

Diduga, Istri Kepala Desa Tidak Mengizinkan Masyarakat Menggunakan Gedung Posyandu Dan Takut Kotor

0

Sumatra Selatan (PALI)

KOMPAS.SBS

Senin 12 Januari tahun 2026, Tanjung kurung kec, abab kabupaten penukal abab lematang ilir beberapa kader posyandu di desa tanjung kurung, mengeluh kan tindakan tidak profesional yang di lakukan istri kepala desa tanjung kurung yang bernama(IRA PRABU MAYANGSARI)

dengan berikut?!

Melarang gedung posyandu beroperasi melayani warga desa tanjung kurung kec abab kabupaten Penukal abab lematang ilir (PALI)

LANSIA, BALITA REMAJA bertempat di gedung itu untuk berobat, dengan tindakan seorang istri pejabat ini tidak patut di contoh karena negara membangun gedung posyandu itu dari uang rakyat yang sumber dari APBN,

Menurut keterangan dari masyarakat yang berinisial (M) yang tidak mau di sebutkan namanya, mengatakan bahwa kejadian hal yang seperti ini berpengaruh kepada masyarakat, yang seharusnya memberikan pelayanan untuk masyarakat kini malah mempersulit masyarakat dan memberikan pasilitas buruk apa lagi dengan hal yang menyangkut kesehatan

Lanjut ” (M) dan sangat di sayangkan seorang istri kepala desa tanjung kurung itu beroperasi melayani warga dan masyarakat berharap ada tindakan dari bapak BUPATI kabupaten Penukal abab lematang ilir (PALI) untuk memanggil istri kepala desa tanjung kurung harus di mintai klarifikasi untuk di minta keterangan, karena masyarakat desa tanjung kurung resah dan kecawa tindakan yang seharusnya tidak patut di contoh untuk banyak orang!!!!

Alex nasar (team/red)

AMAL JARIAH DAN DOSA JARIAH

0

*Amal Jariah Dan Dosa Jariah*

Setalah kematian, amal manusia terputus, kecuali dari jejak yang ia tinggalkan, jejak itu menjadi amal Jariah yang terus mengalir pahalanya., atau dosa jariyah yang terus mengalir siksaannya.

“*Amal jariyah*
Mengajarkan kebaikan , ilmu bermaaf, dakwah, membangun sarana ibadah, mendidik anak soleh.

“*Dosa Jariyah*
Menyebarkan maksiat, pornografi, membuka aurat, mengajarkan keburukan, atau menyesatkan orang lain.

Setiap orang yang mengikuti keburukannya itu, dosanya mengalir juga kepada yang mencotohkan _ tanpa mengurangi pelakupelakunya sedikit pun.

*Kabar baiknya*

Allah Maha Pengampun siapa yang bertaubat dengan sengguh -sengguh, menyesal, berarti, dan berusaha memperbaiki serta menghapus dampak keburukan yang pernah disebar _ maka Allah akan mengampuni.

” *Renungan*.

Sebelum menulis, memposting mengerjakan atau, mencontohkan sesuatu , tanyakan “jika aku mati hari ini, apakah ini ingin terus mengalir sebagai pahala…. atau dosa?”

Polsek Salapian Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Rumah di Lau Tepu

0

 

Langkat – Kompas.SBS
Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Salapian dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran rumah di Dusun IV Lau Tepu B, Desa Lau Tepu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Senin (12/1/2026).

Kegiatan bantuan sosial tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolsek Salapian IPTU M. K. Bima Prakasa, S.Tr.K, yang diwakili oleh Wakapolsek Salapian IPTU Jasmin, bersama personel Polsek Salapian. Bantuan diberikan kepada pasangan suami istri Misnan dan Nurul Alfina, warga setempat yang rumahnya mengalami kebakaran akibat korsleting arus listrik.

Adapun bantuan sosial yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban serta membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakejadian.

Kapolsek Salapian melalui Wakapolsek menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan kepedulian dan empati kepada warga yang sedang mengalami musibah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Secara terpisah, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, melalui Kasi Humas menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Salapian yang dengan cepat dan tanggap membantu warga terdampak musibah. Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan informasi terkait gangguan kamtibmas.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya Polres Langkat.

Reporter Warianto

Miris! Siswa MI Al-Zahroh Menjalan Upacara Bendera Di Jalan Gang Sangat prihatin Butuh Perhatian Pemerintah

0

Prihatin Siswa Siswi MI AL Zahroh,Melaksanakan Upacara Bendera Dijalan Gang,Dinas Terkait Dimohon

Subang – Pada Senin 12 Januari 2026,nampak puluhan siswa dan siswi berseragam keatas menggunakan pakaian putih dan kebawah celana merah berderet rapi di jalan gang di depan bangunan sekolah,pada kesempatan tersebut di depan barisan ada seorang anak

bertindak sebagai Pemimpin berdiri menghadap bendera yang di kibarkan diatas tiang sederhana,memimpin barisannya untuk menghormat bendera Merah Putih yang dikibarkan.

Mereka adalah siswa siswi MI AL Zahroh yang beralamat Kp.Campaka RT 14 RW 03 Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang yang sedang melaksanakan upacara bendera kegiatan rutinitas mingguan yang dilaksanakan setiap hari Senin di jalan gang tersebut pasalnya keberadaan MI AL Zahroh tidak memiliki halaman sekolah/lapangan sekolah untuk pelaksanaan upacara bendera.

Ati Pitriati,S.Pd.I selaku Kepala Madrasah ( Kamad ) saat di temui mengakui awak media bahwa pihaknya terpaksa memanfaatkan jalan umum untuk upacara bendera karena sekolah tidak memiliki lapangan atau pun halaman sekolah untuk pelaksanaan kegiatan sekolah termasuk kegiatan upacara bendera,ucapnya.

Kamad menerangkan bahwa MI AL Zahro berdiri sejak tahun 1981selain tidak memiliki halaman sekolah juga kondisi pisik bangunan sudah pada lapuk dan atap pada bocor,menurutnya MI AL Zahroh pada tahun 2007 pernah mendapat bantuan DAK sejak itu sampai sekarang belum ada lagi bantuan untuk pembangunannya.

Kamad MI AL Zahroh saat di tanya jumlah siswa dan tenaga pengajar di Madrasah yang di bawahinya,menerangkan jumlah siswa ada118 orang,dan jumlah guru ada 12:orang,terangnya.

“Sekolah kami memiliki 5 rombel dan kekurangan 1 rombel,untuk kekurangannya 1 rombel,Kami menyewa rumah warga”

Masih tutur Kamad Ati Pitriati,” Yang menjadi kendala Kami pada saat ini belum memiliki lapangan sekolah/ lapangan madrasah sehingga melaksanakan upacara bendera dilaksanakan di jalan gang,selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ini Kami mohon kepada dinas terkait menurunkan bantuan sarana lapangan sekolah untuk pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan sekolah lainnya.” Harap Kamad Ati Supriarkti.

Lebih lanjut Ati Supriarkti,S.Pd.I menyampaikan rencana selanjutnya untuk permasalahan Madrasalnya belum memiliki lapangan sekolah dirinya memiliki solusi menjadikan bangunan MI AL Zahroh menjadi 2 lantai,karena tidak memiliki lahan ke kosong baik ke depan,ke belakang maupun pinggir kiri dan pinggir kanan merupakan lahan warga,ujarnya

” Solusi satu – satunya menjadikan bangunan sekolah Kami dua lantai,dan bangunan yang sebelah timur yang terpisah dijadikan lapangan sekolah agar bisa di gunakan untuk kegiatan upacara bendera dan kegiatan sekolah lainnya.”Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut tidak ketinggalan Ati Supriati,S.Pd.I selaku Kamad MI AL Zahroh berulang- ulang bermohon kepada instansi terkait,baik dinas pendidikan,Kemenag maupun Ke Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) Gubernur Jawa Barat untuk meninjau MI AL Zahro yang di bawahinya,dan sekaligus menurunkan dana bantuan untuk pembangunannya,demi menciptakan putra putri yang berkualitas dan berkualitas.

“Kami mohon permohonan ini terkabulkan oleh Alloh SWT.Amin.” Pungkasnya.

D Jekiw/Asep Nasa.

Miris! Siswa -Siswi MI AL Zahroh Menjalankan Upacara Di Gang Pritahatin Butuh Perhatian dari Pemerintah

0

Prihatin Siswa Siswi MI AL Zahroh,Melaksanakan Upacara Bendera Dijalan Gang,Dinas Terkait Dimohon

Subang – Pada Senin 12 Januari 2026,nampak puluhan siswa dan siswi berseragam keatas menggunakan pakaian putih dan kebawah celana merah berderet rapi di jalan gang di depan bangunan sekolah,pada kesempatan tersebut di depan barisan ada seorang anak

bertindak sebagai Pemimpin berdiri menghadap bendera yang di kibarkan diatas tiang sederhana,memimpin barisannya untuk menghormat bendera Merah Putih yang dikibarkan.

Mereka adalah siswa siswi MI AL Zahroh yang beralamat Kp.Campaka RT 14 RW 03 Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang yang sedang melaksanakan upacara bendera kegiatan rutinitas mingguan yang dilaksanakan setiap hari Senin di jalan gang tersebut pasalnya keberadaan MI AL Zahroh tidak memiliki halaman sekolah/lapangan sekolah untuk pelaksanaan upacara bendera.

Ati Pitriati,S.Pd.I selaku Kepala Madrasah ( Kamad ) saat di temui mengakui awak media bahwa pihaknya terpaksa memanfaatkan jalan umum untuk upacara bendera karena sekolah tidak memiliki lapangan atau pun halaman sekolah untuk pelaksanaan kegiatan sekolah termasuk kegiatan upacara bendera,ucapnya.

Kamad menerangkan bahwa MI AL Zahro berdiri sejak tahun 1981selain tidak memiliki halaman sekolah juga kondisi pisik bangunan sudah pada lapuk dan atap pada bocor,menurutnya MI AL Zahroh pada tahun 2007 pernah mendapat bantuan DAK sejak itu sampai sekarang belum ada lagi bantuan untuk pembangunannya.

Kamad MI AL Zahroh saat di tanya jumlah siswa dan tenaga pengajar di Madrasah yang di bawahinya,menerangkan jumlah siswa ada118 orang,dan jumlah guru ada 12:orang,terangnya.

“Sekolah kami memiliki 5 rombel dan kekurangan 1 rombel,untuk kekurangannya 1 rombel,Kami menyewa rumah warga”

Masih tutur Kamad Ati Pitriati,” Yang menjadi kendala Kami pada saat ini belum memiliki lapangan sekolah/ lapangan madrasah sehingga melaksanakan upacara bendera dilaksanakan di jalan gang,selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ini Kami mohon kepada dinas terkait menurunkan bantuan sarana lapangan sekolah untuk pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan sekolah lainnya.” Harap Kamad Ati Supriarkti.

Lebih lanjut Ati Supriarkti,S.Pd.I menyampaikan rencana selanjutnya untuk permasalahan Madrasalnya belum memiliki lapangan sekolah dirinya memiliki solusi menjadikan bangunan MI AL Zahroh menjadi 2 lantai,karena tidak memiliki lahan ke kosong baik ke depan,ke belakang maupun pinggir kiri dan pinggir kanan merupakan lahan warga,ujarnya

” Solusi satu – satunya menjadikan bangunan sekolah Kami dua lantai,dan bangunan yang sebelah timur yang terpisah dijadikan lapangan sekolah agar bisa di gunakan untuk kegiatan upacara bendera dan kegiatan sekolah lainnya.”Jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut tidak ketinggalan Ati Supriati,S.Pd.I selaku Kamad MI AL Zahroh berulang- ulang bermohon kepada instansi terkait,baik dinas pendidikan,Kemenag maupun Ke Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) Gubernur Jawa Barat untuk meninjau MI AL Zahro yang di bawahinya,dan sekaligus menurunkan dana bantuan untuk pembangunannya,demi menciptakan putra putri yang berkualitas dan berkualitas.

“Kami mohon permohonan ini terkabulkan oleh Alloh SWT.Amin.” Pungkasnya.

D Jekiw/Asep Nasa.