Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Dapur SPPG tegal rejo #002, Kepala SPPG: “kami tak berwenang jawab resm

 

_Kepala Sekolah SMA Bukit Asam: Sudah Surati SPPG Tapi Tak Ada Balasan Tertulis. Nama Yayasan Mitra Masih Ditutupi, Hanya Sebut “Zulkani Efendi”_

MUARA ENIM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanjung Enim tercoreng. Lauk daging ayam dari Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 yang dikirim ke SMA Bukit Asam ditemukan mengandung telur lalat dan belatung. Parahnya, Kepala SPPG Ikhsan mengaku tidakberwenang mengeluarkan surat resmi karena kewenangan itu ada pada Yayasan Mitra yang identitasnya belum diungkap

Dugaan pelanggaran berat standar keamanan pangan program MBG. Menu daging ayam yang didistribusikan Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 ke SMA Bukit Asam ditemukan mengandung telur lalat dan belatung oleh siswa. Pihak sekolah telah melayangkan surat resmi namun tidak mendapat balasan tertulis. Kepala SPPG berdalih tidak berwenang menjawab resmi karena statusnya hanya “pelaksana lapangan” dari Yayasan Mitra.

-Korban Siswa SMA Bukit Asam, Tanjung Enim.
Terduga : Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002, Perumahan Devros Tegal Rejo RT 14. Kepala SPPG: *Ikhsan*.

Saksi Kunci.Kepala SMA Bukit Asam, *Tenny Dahyani, S.Pd., M.Pd.*
Nama yang Disebut

*Zulkani Efendi*,

diklaim sebagai “mitra” oleh Kepala SPPG. Nama yayasan mitra resmi belum dibuka.
Pengawas. Tim Media dan Ormas Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim (KPK-ME). Komandan KPK-ME:

*Ahmad Nangwi alias Jangkok*.

Temuan makanan berbelatung : Senin, 27 April 2026.
Surat resmi sekolah ke SPPG.Dikirim setelah temuan, akhir April 2026.
-Klarifikasi media & KPK-ME *Mei 2026*.

Lokasi distribusi & temuan SMA Bukit Asam, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul.
Lokasi dapur terduga Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002, Perumahan Devros Tegal Rejo RT 14, Kelurahan Tanjung Enim.

*MENJADI SOROTAN?*

Ancaman Kesehatan Telur lalat dan belatung pada makanan berisiko menyebabkan keracunan dan infeksi pada siswa.
Tidak Ada Pertanggungjawaban Tertulis Sekolah khawatir terhadap keamanan pangan siswa, namun SPPG tidak memberikan jawaban resmi berkop.
Ketidaktransparanan Mitra: Kepala SPPG Ikhsan menyatakan hanya “pelaksana lapangan” dan yang berhak menjawab resmi adalah .Yayasan Mitra. Namun saat ditanya nama yayasan, Ikhsan tidak memberi jawaban jelas dan hanya menyebut nama

*Zulkani Efendi*.

Dugaan Langgar Aturan Peraturan BGN No. 1/2025 mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Dinkes dan transparan soalidentitas pengelola Menjawab lewat WhatsApp dan menutupi nama yayasan berpotensi melanggar SOP.

Temuan Siswa Senin (27/4/2026), siswa SMA Bukit Asam menemukan telur lalat dan belatung pada lauk daging ayam MBG. Siswa langsung melapor ke pihak sekolah.
2.Surat Resmi Sekolah Kepala SMA Bukit Asam, Tenny Dahyani, S.Pd., M.Pd., langsung melayangkan surat resmi ke SPPG Tegal Rejo #002 untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. _”Kami sudah melayangkan surat resmi terkait masalah ini, namun sampai saat ini belum ada jawaban resmi tertulis,”_ tegas Teny kepada media dan Tim KPK-ME.
Klarifikasi ke SPPG. Saat dikonfirmasi di dapur, Kepala SPPG Tegal Rejo #002, Ikhsan, mengklaim surat dari SMA Bukit Asam sudah dibalas via WhatsApp. Ikhsan berdalih, _”Yang berhak mengeluarkan surat hanya Yayasan Mitra. Kami di SPPG sifatnya pelaksana lapangan.”_
Identitas Yayasan Misterius Ketika didesak SPPG Tegal Rejo #002 bermitra dengan yayasan mana, Ikhsan tidak menjawab gamblang. Ia hanya menyebut nama Zulkani Efendi sebagai mitranya, tanpa menyebut badan hukum yayasan.
Sikap Sekolah . Hingga kini pihak sekolah masih menunggu jawaban resmi tertulis sebagai dasar tindak lanjut ke Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

PERNYATAAN TEGAS:
Komandan KPK-ME, Ahmad Nangwi alias Jangkok, mendesak audit total. _”Ini nyawa anak sekolah. Kalau SOP dilanggar dan yayasannya ditutup-tutupi, BGN dan Kejari harus turun. Kalau terbukti, tutup saja SPPG Tegal Rejo #002,”_ tegas Jangkok.

Redaksi telah berupaya meminta kontak resmi Yayasan Mitra kepada Kepala SPPG Ikhsan untuk konfirmasi berimbang, namun belum diberikan hingga berita ini diturunkan.

*Reporter: Tim Investigasi*
*Muara Enim, 11 Mei 2026*

Popular Articles