Doc Foto usai UPacara HUT RI Kabupaten Rote Ndao.2026
ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Nuansa berbeda terlihat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao. Peserta upacara mengenakan pakaian adat khas daerah, menghadirkan suasana budaya yang kuat di tengah peringatan hari kemerdekaan.
Pemandangan tersebut mendapat perhatian Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexon Lumba, yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Alexon menilai penggunaan pakaian adat khas Rote Ndao menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan upacara.
“Cukup bagus. Peserta upacara memakai pakaian adat Rote Ndao yang sangat unik. Ini ciri khas Rote Ndao,” kata Alexon.
Menurut dia, penggunaan pakaian adat dalam kegiatan resmi tidak hanya menunjukkan identitas budaya masyarakat Rote Ndao, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan daerah kepada masyarakat luar.
Ia berharap Rote Ndao semakin dikenal, termasuk oleh wisatawan nasional maupun mancanegara.
“Ini sekaligus promosi pariwisata bagi Kabupaten Rote Ndao, khususnya Nusa Tenggara Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Alexon mengatakan Rote Ndao memiliki potensi wisata yang cukup besar, terutama wisata bahari. Keindahan laut di daerah tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan berbagai aktivitas wisata, termasuk olahraga laut.
Selain mengikuti upacara, Alexon juga hadir membawa agenda pemerintahan. Ia menyerahkan Keputusan Gubernur NTT tentang lokasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Zona I Tahap I di Kabupaten Rote Ndao.
Lokasi yang ditetapkan mencakup empat desa, yakni Serubeba, Matasio, Keru Ndale, dan Lakamola, yang berada di Kecamatan Rote Timur dan Kecamatan Landu Leko.
Bagi Alexon, upacara kemerdekaan dengan balutan pakaian adat menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan sekaligus dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

