Doc Foto Bupati Paulus Henuk, SH berada di Ruang Kelas SMAN I Lobain.2026
ROTE NDAO, KOMPAS.SBS — Sejumlah ruang kelas di Rote Ndao, Senin (24/08/2026), berubah menjadi ruang berbagi inspirasi. Melalui program Rote Mengajar 2026, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., bersama para relawan hadir di 34 sekolah untuk berbagi pengalaman, memotivasi siswa, dan menanamkan keberanian untuk bermimpi serta mengambil peran bagi masa depan daerah.
Kegiatan tersebut mengusung semangat “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” dan melibatkan para relawan dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman serta motivasi kepada para siswa.
Foto bersama Bupati Rote Ndao,staf guru, para Relawan Rote Ndao Mengajar dan siswa-siswi SMA NEGERI 1 Lobain
Paulus Henuk bersama para relawan secara bergantian menyampaikan inspirasi kepada siswa sesuai dengan bidang, pengalaman, dan latar belakang masing-masing.
Tidak hanya menyampaikan materi, para relawan juga mengajak siswa untuk memperluas wawasan, berani bermimpi, dan percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi manusia unggul.
Pada pelaksanaan Kelas Inspirasi tersebut, sekitar 34 sekolah dari jenjang SD hingga SMA menjadi sasaran kegiatan.
Kehadiran para relawan di sekolah-sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengalaman orang dewasa dengan rasa ingin tahu generasi muda.
Bagi para siswa, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan belajar di luar rutinitas sekolah. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman dan pandangan dari berbagai profesi.
“Sehari mengajar mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi inspirasi yang ditanamkan dapat hidup jauh lebih lama, bahkan seumur hidup,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Usai agenda Rote Mengajar, Paulus Henuk melanjutkan perjalanan ke Universitas Nusa Lontar (UNSTAR) untuk mengikuti Kuliah Umum.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Manusia Unggul, Kepemimpinan Berintegritas, dan Partisipasi Inklusif: Fondasi Transformasi Rote Ndao.”
Sejumlah tokoh turut memberikan perspektif dalam kegiatan tersebut. Gita Wirjawan dan Sudirman Said hadir secara daring, sedangkan Yanuar Nugroho dan Sarah Lery Mbuik hadir secara langsung.
Mereka berbagi gagasan dan pengalaman mengenai pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul, kepemimpinan yang berintegritas, serta partisipasi masyarakat yang inklusif sebagai bagian dari proses transformasi Rote Ndao.

Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Inspirasi juga dapat tumbuh melalui perjumpaan, percakapan, dan pengalaman yang dibagikan secara langsung.
Bagi generasi muda Rote Ndao, pesan yang dibawa sederhana: masa depan daerah tidak hanya menunggu untuk diwariskan, tetapi perlu dipersiapkan sejak sekarang oleh mereka yang mau belajar, berani bermimpi, dan mengambil bagian dalam perubahan.

