Top 5 This Week

Related Posts

Miris!!! Ritasari Mutasi di Disdik Subang, Siluman Usulan K3S Di Abaikan , Amburadul Sundawani Geleng Kepala

*Miris !!! Rotasi Mutasi di Disdik Subang Siluman Usulan K3S di Abaikan, Amburadul Sundawani Geleng Kepala*

Kompas SBS, Subang – Kebijakan mutasi dan rotasi kepala sekolah SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang memicu sorotan publik. Isu ini kembali mencuat setelah Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), resmi memberikan penugasan baru kepada 238 kepala sekolah serta melantik 20 pejabat fungsional di Aula Pemkab Subang ( Selasa 19 Mei 2025 ).

Langkah rotasi massal ini menuai beragam respons dan kritik tajam dari para pengamat pendidikan maupun elemen masyarakat terutama para K3S dan para kepala sekolah.

Kritik yang muncul terhadap kebijakan perombakan posisi kepala sekolah ini umumnya berfokus pada Momentum yang Kurang Tepat.

Yosep Ketua Sunda Wani Subang, menilai pergeseran posisi kepala sekolah sering kali dilakukan di tengah agenda krusial sekolah yang belum tuntas. Contohnya seperti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penyusunan rapor, atau penandatanganan ijazah kelulusan siswa. Penyesuaian mendadak ini dikhawatirkan dapat mengganggu manajemen administrasi sekolah. Bahkan Beberapa keputusan pemindahan dinilai kurang mempertimbangkan domisili kepala sekolah dan keadaan fisik kepala sekolah.

Terdapat keluhan di mana kepala sekolah yang tinggal di wilayah dekat sekolah kini dipindahkan ke lebih jauh dari kediamanya.

ironisnya kepala sekolah yang beberapa bulan memasuki massa pensiun dan diponis sakit (sedang menjalankan perawatan berobat kontrol, harus banyak istirahat ) malah dipaksa pidah tanpa melihat usulan draf dari K3S, konon seolah pihak dinas memperparah penyakitnya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, Hambatan jarak ini dinilai berpotensi menurunkan efektivitas dan produktivitas kerja dalam memimpin sekolah. Seharusnya pihak dinas lebih peka terhadap hal yang kritis seperti ini. Tandas Yosep.

Publik menuntut agar penunjukan kepala sekolah terbebas dari kepentingan politik dan praktik pungutan liar (pungli). Dinas Pendidikan dituntut ketat dalam menyaring kompetensi kepemimpinan, dan pake Hati jugaa nurani bahkan memakai kaca pembesar. mengingat beberapa kasus tata kelola dan infrastruktur sekolah di Subang sempat viral dan mendapat teguran keras dari tingkat provinsi.

Diharapakan rotasi dan mutasi terbut segera dikaji ulang, sebelum badai pendidikan akan lebih terpuruk.

Reporter Kompas SBS
D.Jekiw.

Popular Articles