Kompas,sbs||Surabaya – Sikap Kepala Sekolah SMAN 7 Surabaya kembali menjadi sorotan publik.(12/5/2026) Pasalnya, saat sejumlah jurnalis berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait polemik pergantian pengurus komite sekolah, pihak kepala sekolah terkesan menghindar dan tidak memberikan ruang komunikasi yang terbuka.
Upaya klarifikasi tersebut dilakukan untuk menggali informasi berimbang terkait dugaan campur tangan pihak sekolah dalam proses pergantian komite. Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah belum memberikan penjelasan resmi kepada awak media.

Sikap tertutup tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, sebagai lembaga pendidikan negeri yang dibiayai negara, sekolah semestinya menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik, terlebih ketika muncul persoalan yang menjadi perhatian wali murid dan masyarakat luas.
Beberapa pihak menilai, tindakan menghindari wartawan justru memperkuat dugaan adanya persoalan dalam mekanisme pergantian komite sekolah.
Padahal, media hadir bukan untuk mencari sensasi, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi yang berimbang kepada publik.
“Kalau memang semua proses berjalan sesuai aturan, kenapa harus takut memberikan klarifikasi kepada wartawan?” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Diketahui sebelumnya, polemik di SMAN 7 Surabaya mencuat setelah adanya dugaan rekayasa dalam pergantian ketua komite sekolah. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan mekanisme pergantian yang dinilai tidak melalui musyawarah terbuka sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah serta Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2023.
Hingga kini, para jurnalis masih berupaya meminta hak jawab dan klarifikasi resmi dari pihak sekolah agar pemberitaan tetap berjalan profesional, objektif, dan sesuai kode etik jurnalistik.(bersambung)

