KUBU RAYA,- Proyek revitalisasi SDN 35 Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. Pekerjaan yang seharusnya mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tersebut kini menuai perhatian terkait dugaan lemahnya pengawasan serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut menjadi perhatian karena adanya dugaan bahwa aspek pengawasan dan penerapan standar keselamatan kerja belum berjalan secara optimal.
Penerapan K3 dalam pekerjaan konstruksi merupakan hal penting untuk melindungi para pekerja maupun pihak lain yang berada di sekitar lokasi proyek, terlebih kegiatan pembangunan berlangsung di lingkungan sekolah yang berpotensi melibatkan aktivitas siswa dan tenaga pendidik.
Dugaan lemahnya pengawasan juga menjadi perhatian karena pengawasan yang optimal diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, ketentuan keselamatan kerja, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan pelaksanaan proyek revitalisasi SDN 35 Sungai Kakap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pihak pelaksana proyek dan instansi yang bertanggung jawab diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan pekerjaan, termasuk penerapan K3 dan mekanisme pengawasan selama proyek berlangsung.
Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja maupun standar teknis, masyarakat berharap agar pihak berwenang mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.
Saat dikonfirmasi melalui whatsapp kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Firdaus mengatakan coba koordinasi sama ibu kabid ya,” jelas firdaus dengan singkat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan lemahnya pengawasan dan penerapan K3 dalam proyek revitalisasi SDN 35 Sungai Kakap.
Sumber: Tim Investigasi

