Top 5 This Week

Related Posts

FGD Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat, Serdik Sespimmen Polri Dorong SolusiKonkret di Muara Enim

Lansir  Kompas.sbs MUARA ENIM – Upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara bersama-sama. Kali ini, strategi mitigasi Karhutla berbasis masyarakat dibahas melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan oleh Serdik Sespimmen Polri Dikreg 67 TA. 2026 di Polres Muara Enim, Rabu (9/9/26)

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 personel Tim Edukasi Karhutla Serdik Sespimmen Polri, didampingi dua Perwira Pendamping, yakni Kombes Pol Fauza Barito, SH dan Kombes Pol Purwanto, SIK, MSi serta dihadiri para PJU Polres Muara Enim, Kapolsek jajaran serta Bhabinkamtibmas Kota Muara Enim dan perwakilan bhabinkamtibmas Polsek jajaran.

Kedatangan tim disambut jajaran Polres Muara Enim sebagai bagian dari upaya membangun sinergi, bertukar informasi, serta merumuskan langkah strategis menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Muara Enim.

Dalam sambutan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, SIK, MH yang disampaikan melalui Waka Polres Muara Enim Kompol Toni Arman, SH, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Edukasi Karhutla Serdik Sespimmen Polri di Polres Muara Enim.

“Selamat datang kami sampaikan kepada Tim Edukasi Karhutla Serdik Sespimmen Polri di Polres Muara Enim. Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi momentum penting untuk bersama-sama melihat kondisi Karhutla di wilayah Muara Enim sekaligus mencari langkah dan solusi yang tepat dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” ujar Waka Polres.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika kebakaran telah terjadi, namun harus diperkuat melalui pencegahan, edukasi, pemetaan wilayah rawan, serta pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kombes Pol Purwanto, SIK, MSi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan jajaran Polres Muara Enim yang dinilainya sangat luar biasa.

“Terima kasih atas penyambutannya yang cukup luar biasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari bagaimana langkah kita ke depan dalam menghadapi Karhutla. Dengan keberadaan Serdik Sespimmen di sini, kita berharap dapat bersama-sama menggali berbagai permasalahan di lapangan dan mendapatkan solusi yang terbaik,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa FGD bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi sarana untuk menyatukan persepsi, menggali persoalan yang terjadi di lapangan, serta mencari pendekatan yang lebih efektif dalam mitigasi Karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Herry Widodo, SH, yang mewakili Kasubbag Bin Ops AKP Kamil, SH, memaparkan situasi dan kondisi Karhutla di wilayah Kabupaten Muara Enim.

Dalam paparannya disampaikan bahwa terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena memiliki tingkat kerawanan dan titik hotspot yang cukup tinggi, di antaranya wilayah hukum Polsek Gelumbang, Polsek Sungai Rotan, dan Polsek Lembak.

Data dan kondisi tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam pelaksanaan diskusi, sehingga langkah mitigasi dapat diarahkan secara lebih tepat berdasarkan karakteristik wilayah dan kondisi di lapangan.

Setelah pemaparan situasi Karhutla, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Danpok Kompol Billy Gustiano Barman, SIK, MH dan dilanjutkan Kompol Chindi Heyadi, SIK

Diskusi melibatkan personel Polres Muara Enim bersama peserta didik Serdik Sespimmen Polri dengan membahas berbagai aspek penanganan dan mitigasi Karhutla, khususnya bagaimana membangun strategi pencegahan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Berbagai persoalan turut menjadi bahan pembahasan, mulai dari penyebab terjadinya Karhutla, karakteristik wilayah rawan, efektivitas patroli dan edukasi, peran masyarakat, hingga pentingnya sinergi lintas sektoral.

Dalam FGD tersebut juga ditekankan bahwa pencegahan Karhutla perlu dilakukan dari akar persoalan. Selain meningkatkan patroli dan pengawasan, diperlukan edukasi yang berkelanjutan serta alternatif yang dapat membantu masyarakat dalam mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah strategis yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

FGD Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, masyarakat, akademisi maupun stakeholder lainnya dalam menciptakan sistem pencegahan Karhutla yang lebih efektif, terpadu dan berkelanjutan.

Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan, tetapi persoalan bersama yang harus dicegah sejak dari sumbernya. Dengan sinergi, edukasi dan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran dapat dilakukan secara lebih kuat dan berkelanjutan.

(SETHO  KOMPAS.SBS)

SETA HARTOKO
SETA HARTOKO
Tegas Lugas Easy going Good listening

Popular Articles