Top 5 This Week

Related Posts

Festival Budaya Rote Malole 2026 Resmi Dibuka, Libatkan 16 Rombongan Parade Budaya

ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Festival Budaya Rote Malole Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 resmi dibuka pada Selasa (18/08/2026) di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut melibatkan sanggar seni budaya, paguyuban etnis, komunitas seni dan budaya, pelajar SMP dan SMA, serta masyarakat umum.

Berdasarkan laporan panitia, Festival Budaya Rote Malole digelar sebagai wadah pelestarian, pengembangan, dan promosi budaya Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat interaksi dan persatuan masyarakat lintas etnis.

Festival tersebut memiliki sejumlah agenda, salah satunya parade budaya yang diikuti 16 rombongan dari sanggar seni, paguyuban etnis, dan komunitas budaya.

Parade dimulai dari depan Bank NTT, kemudian mengelilingi Lapangan Christian Nehemia Dillak dan berakhir di depan panggung hiburan Food Republik Indonesia.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara resmi melepas peserta parade budaya dengan mengangkat bendera tanda dimulainya kegiatan.

“Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, saya Bupati Rote Ndao secara resmi melepaskan seluruh peserta parade budaya Festival Rote Malole untuk menampilkan berbagai atraksi budaya Nusantara yang ada di Kabupaten Rote Ndao,” kata Paulus saat melepas peserta.

Parade budaya tersebut diawali penampilan drum band dari SMA Negeri 1 Rote Ndao.

Selain parade, rangkaian Festival Budaya Rote Malole juga diisi pertunjukan seni dan budaya berupa tarian, musik tradisional, serta berbagai atraksi budaya yang ditampilkan oleh peserta dari sanggar, paguyuban, dan komunitas budaya.

Panitia juga menjadwalkan sosialisasi dan kampanye edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta kuis berhadiah yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia.

Dalam sambutannya, Paulus mengatakan Festival Budaya Rote Malole merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan budaya daerah.

Menurut dia, tradisi, tarian, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi merupakan bagian dari identitas masyarakat Rote Ndao.

“Festival Budaya Rote Malole ini juga menjadi cerminan bahwa Kabupaten Rote Ndao merupakan rumah bagi berbagai budaya dan etnis,” ujar Paulus.

Ia mengatakan pelestarian budaya juga dapat mendukung pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Paulus menyebut pelaksanaan festival tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yaitu “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa”, yang dijabarkan melalui sembilan agenda perubahan Mbule Sio.

Di antaranya Mbule Ha (Rote Ndao Sejahtera), Mbule Falu (Rote Ndao Malole), Mbule Ne (Rote Ndao Berdaya), dan Mbule Sio (Rote Ndao Harmoni).

Ia menjelaskan, pelestarian budaya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan UMKM dalam kegiatan festival juga diharapkan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Paulus turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Rote Malole Tahun 2026.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan penguatan potensi daerah.

“Kami berharap kerja sama dan dukungan ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao,” katanya.

Paulus juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan serta menjaga kebersihan dan keamanan selama festival berlangsung.

Ia berharap Festival Budaya Rote Malole dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan budaya leluhur, serta mendorong Rote Ndao menjadi daerah yang bermartabat dan berbudaya.

Popular Articles