Top 5 This Week

Related Posts

Dari Syamsul Arifin hingga Adiknya Syah Afandin, Sejarah Kelam Korupsi 2004-2026″

Kompas SBS – LANGKAT 
Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan nasional setelah Bupati definitifnya, H. Syah Afandin, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juli 2026. Penangkapan ini seolah melengkapi daftar panjang sejarah kelam kepemimpinan di daerah “Bumi Bertuah Ikhlas Beramal” tersebut, di mana hampir setiap periode kepemimpinan diwarnai oleh skandal korupsi.

Mari kita telusuri jejak kepemimpinan dan integritas para bupati Langkat dari tahun 2004 hingga 2026:

1. Era Syamsul Arifin (1999-2009):

Sang “Sahabat Rakyat” yang Kandas di KPK
Syamsul Arifin, yang menjabat dua periode (1999-2004 dan 2004-2009), dikenal sebagai figur yang sangat merakyat. Ia akrab dengan semua suku dan sering berbagi rezeki kepada pengemudi becak serta warga kurang mampu. Karier politiknya bahkan melambung hingga ia dilantik menjadi Gubernur Sumatera Utara pada 16 Juli 2008.

Namun, citra baiknya runtuh ketika KPK menangkapnya pada 22 Oktober 2010 terkait dugaan penyalahgunaan APBD Langkat periode 2000-2007. Ia akhirnya diberhentikan dari jabatan Gubernur pada 21 Maret 2011 dan harus menjalani hukuman pidana.

2. Era H. Ngogesa Sitepu (2009-2019)

Cahaya Integritas di Tengah Badai
Di tengah gelapnya skandal pendahulunya, muncul sosok H. Ngogesa Sitepu, putra dari almarhum Ngaring Sitepu. Memimpin Langkat selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019), Ngogesa dikenal sebagai pemimpin yang ramah, dermawan, dan sangat peduli pada tetangga serta warganya yang sakit.

Yang paling membanggakan, Ngogesa adalah satu-satunya bupati Langkat dalam dua dekade terakhir yang bersih dari jeratan korupsi dan menyelesaikan masa jabatannya dengan selamat. Bagi banyak warga, ia adalah bukti bahwa memimpin Langkat tanpa korupsi itu mungkin. “Semoga segala amal baik Bapak Ngogesa diterima Allah SWT,” doa seorang warga yang mengaku pernah dibantu langsung oleh sang bupati.

3. Era Terbit Rencana Perangin Angin (2019-2022):

Runtuhnya Dinasti Baru
Pada periode 2019-2024, Langkat dipimpin oleh Terbit Rencana Perangin Angin (Cana) yang berpasangan dengan Syah Afandin. Namun, pemerintahan mereka hanya bertahan sebagian. Pada 19 Januari 2022, Cana ditangkap KPK terkait kasus pengadaan barang dan jasa. Ia pun kandas di penjara,

Kekosongan kepemimpinan diisi oleh wakilnya, Syah Afandin, yang tak lain adalah adik kandung dari mantan Gubernur Syamsul Arifin. Syah Afandin kemudian menjabat sebagai Plt. Bupati hingga akhir periode.

 

4. Era Syah Afandin (2025-2026):

Sejarah Berulang?
Setelah masa transisi dengan Pj Bupati Muhammad Faisal Hasrimy (Februari 2024 – Awal 2025), Syah Afandin resmi menjadi Bupati definitif periode 2025-2030 berpasangan dengan Tiorita Surbakti (istri dari Terbit Rencana).

Namun, nasib buruk sepertinya menghantui keluarga besar ini. Pada 2 Juli 2026, Syah Afandin ditangkap KPK terkait dugaan suap proyek Dinas Perkim dan Pendidikan. Ia harus mengenakan rompi oranye dan masuk ke Gedung Merah Putih KPK, mengikuti jejak abangnya, Syamsul Arifin.

Bayang-Bayang Kasus Pj Bupati Faisal Hasrimy
Selama masa transisi, Pj Bupati Muhammad Faisal Hasrimy juga sempat disebut-sebut dalam sidang Tipikor terkait kasus Smartboard di Dinas Pendidikan Langkat. Meski belum ditetapkan tersangka, nama tersebut menambah daftar panjang pejabat yang terseret isu hukum di Langkat.

Harapan Baru: Tiorita Surbakti
Usai penangkapan Syah Afandin, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, melantik Tiorita Surbakti sebagai Plt. Bupati pada 6 Juli 2026. Dalam serah terima SK, Gubernur berpesan agar Tiorita melayani masyarakat dengan jujur dan tidak mengikuti jejak para pendahulunya yang terjerat hukum.

Seorang warga Langkat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: “Seharusnya jadi bupati itu memikirkan rakyat, bukan proyek. Jalan di Langkat Hulu masih rusak parah, pungli di Serapit sampai Padang Cermin masih marak. Kami berharap Bu Tiorita bisa membawa perubahan nyata.”

Kini, seluruh mata tertuju pada Tiorita Surbakti. Mampukah ia memutus rantai korupsi yang telah menggerogoti Langkat selama lebih dari 20 tahun? Ataukah Langkat akan terus terjebak dalam siklus kepemimpinan yang bermasalah?

(Warianto)

Popular Articles