Rote Ndao | Kompas.sbs — Kepedulian masyarakat Rote Ndao terhadap warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores diwujudkan melalui pengumpulan bantuan kemanusiaan di Posko Peduli Kemanusiaan Polres Rote Ndao.
Setelah dibuka sejak 18 Agustus 2026, posko tersebut akhirnya mengirimkan bantuan yang terkumpul ke Kupang untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak di Flores.
Bantuan dilepas secara simbolis oleh Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol I Wayan Sunarta, S.E., dan sejumlah pejabat utama Polres Rote Ndao, Rabu (26/08/2026).
Apel pelepasan armada bantuan sembako untuk masyarakat terdampak gempa di Flores.
Pelepasan bantuan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak, mulai dari personel Polres Rote Ndao, TNI, masyarakat, organisasi, komunitas, hingga sejumlah pihak lainnya.
Selain bantuan berupa barang, posko juga menerima dukungan dana sebesar Rp50.450.000. Seluruh dana tersebut telah dibelanjakan menjadi barang sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Dengan demikian, tidak ada uang tunai yang dikirimkan sebagai bantuan. Dana yang terkumpul telah dikonversi menjadi kebutuhan logistik agar dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.
“Selain bantuan dalam bentuk barang, juga terdapat bantuan berupa uang tunai yang telah dibelanjakan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Henry.
Bantuan yang dikumpulkan berupa makanan instan, kopi, bahan pangan, pakaian layak pakai, susu bayi, susu untuk ibu menyusui, perlengkapan tidur, terpal, perlengkapan mandi, serta berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.
Henry mengatakan, seluruh bantuan telah didata oleh personel yang bertugas di Posko Peduli Kemanusiaan Polres Rote Ndao sebelum diberangkatkan.
“Semoga bantuan yang diberikan oleh masyarakat maupun anggota TNI dan Polri dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah dan kesulitan akibat bencana gempa bumi di Flores,” ujar Henry.

Bantuan dari Rote Ndao dijadwalkan tiba di Kupang pada Kamis (27/8/2026). Selanjutnya, bantuan akan diserahkan kepada Polda NTT, khususnya bagian logistik, untuk didistribusikan ke wilayah terdampak di Flores.
Henry menjelaskan, penyaluran melalui Polda NTT dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan agar bantuan dapat dikoordinasikan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan yang terkumpul akan langsung dikirim ke Polda NTT, khususnya bagian logistik, karena seluruh bantuan telah dipusatkan di sana,” katanya.
Ia memastikan bantuan yang telah dikumpulkan akan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.
Setelah bantuan diberangkatkan, Posko Peduli Kemanusiaan Polres Rote Ndao untuk sementara ditutup.
Henry mengatakan, keputusan tersebut diambil karena animo masyarakat untuk membantu sudah cukup tinggi dan bantuan yang terkumpul telah mencukupi untuk pengiriman tahap ini.
“Untuk sementara, Posko Bantuan kami tutup terlebih dahulu karena melihat animo masyarakat yang sudah cukup baik dalam memberikan dan menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Henry menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, TNI, Polri, organisasi, komunitas, dan pihak lainnya yang telah ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang terkumpul bukan hanya soal nilai barang maupun besaran dana, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat Rote Ndao terhadap saudara-saudara mereka di Flores.
“Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi ladang pahala dan amal bagi kita semua,” kata Henry.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa bagi warga terdampak serta personel Polri yang masih menjalankan tugas di wilayah bencana.
“Semoga saudara-saudara kita di sana senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan,” pungkasnya.

Dari Rote Ndao, bantuan senilai Rp50,45 juta yang telah diwujudkan dalam bentuk barang, bersama berbagai bantuan logistik lainnya, kini bergerak menuju Kupang sebelum diteruskan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.
