Top 5 This Week

Related Posts

Bom !! Buku Kaulinan Barudak RP 85, Ribu Diduga Dimonopoli K3S Sundawani Ancam Lapor Kejaksaan

BOM !!. BUKU “KAULINAN BARUDAK” RP 85 RIBU DIDUGA DIMONOPOLI K3S, SUNDAWANI ANCAM LAPOR KEJAKSAAN

Kompas SBS, Subang – 19/8/2026.
Pendidikan dikomersialkan !!.
Buku kokurikuler “Kaulinan Barudak” untuk kelas 5 SD di Kabupaten Subang viral dan jadi sorotan publik. Ironis, buku yang katanya untuk membentuk karakter anak, justru diduga jadi ladang bisnis oknum K3S Subang.

Faktanya:
Buku seharga Rp 85.000 itu sudah beredar di sekolah-sekolah. Pengadaannya dimonopoli 1 CV: Erlangga. CV dan penerbit lain? Cuma jadi penonton.

Skandalnya makin dalam. Distribusi buku diduga dikendalikan oleh salah satu K3S Kecamatan Ciater. Ada dugaan tekanan dan pemaksaan ke K3S kecamatan lain agar mewajibkan sekolah membeli buku tersebut. Padahal pembeliannya dibebankan ke anggaran dana BOS, sementara anggaran BOS masih banyak pos penting yang harus didahulukan.

“Ini buku kokurikuler, sifatnya opsional! Kok bisa dipaksa? Kok 1 CV yang menang? Ini mendidik anak atau ngeruk duit orang tua?” ujar salah satu sumber.

Masalah Legalitas Juga Disorot,
Menurut pemerhati pendidikan, buku yang masuk ke sekolah harus memenuhi standar kelayakan: Lolos Penilaian Kemendikbudristek, Mengikuti panduan perjenjangan buku dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Yang bikin geleng kepala, Dinas Pendidikan Subang mengaku tidak tahu ada praktik “main api” ini di lapangan.

Sundawani Tak tinggal diam, Aktivis Sundawani Subang angkat bicara dan siap melaporkan ke Kejaksaan dan Tipikor. Mereka juga mendesak Ketua K3S Kabupaten Subang segera angkat bicara terkait bisnis buku ini.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Ini sudah mencoreng dunia pendidikan Subang. Jangan jadikan anak-anak sebagai sapi perah bisnis K3S!” tegas Ketua Sundawani Subang.

Publik kini menunggu. Beranikah APH membongkar mafia buku di Subang?

Reporter kompas SBS
D.Jekiw

Popular Articles