Kompas.sbs – Kota Tangerang | 15 Juli 2026 – Menjelang datangnya musim penghujan, Anas Gondrong kembali menyampaikan aspirasi masyarakat Kota Tangerang yang berharap Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah nyata dan terukur dalam mengantisipasi banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah kawasan permukiman.
Menurut Anas, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah diharapkan mempercepat pembersihan gorong-gorong, normalisasi drainase, pengerukan sedimentasi, serta memastikan saluran air, kali, dan sungai berfungsi dengan baik sebelum curah hujan meningkat.
Anas mengatakan, masyarakat ingin dapat menjalani musim hujan dengan tenang tanpa dihantui kekhawatiran rumah mereka kembali terendam banjir.
“Warga hanya ingin hidup tenang saat hujan turun. Kami sudah lelah. Hampir setiap musim hujan kami harus membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur dan genangan air. Kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir dengan solusi yang nyata,” ujar Anas.
Sebagai warga asli Kelurahan Gondrong, Anas mengaku terpanggil untuk menyampaikan suara masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak banjir.
“Saya asli warga Gondrong. Saya mengetuk hati para pemangku kebijakan atas aspirasi warga Kota Tangerang. Jangan sampai warga yang selalu menjadi korban setiap kali hujan deras turun dan banjir kiriman menyapu permukiman. Masyarakat sudah terlalu sering menanggung kerugian, baik kerugian materi, terganggunya aktivitas sehari-hari, maupun rasa cemas setiap kali awan gelap datang,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, warga juga menyampaikan harapan yang senada kepada Pemerintah Kota Tangerang.
“Harapan kami sederhana, jangan kami selalu dijadikan korban banjir. Setiap hujan deras kami hidup dalam rasa khawatir, harus menyelamatkan barang-barang di rumah, membersihkan lumpur setelah banjir surut, dan menanggung kerugian yang tidak sedikit. Kami ingin pemerintah lebih mengutamakan langkah pencegahan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,” ujar salah seorang warga.
Anas juga mengajak Pemerintah Kota Tangerang untuk membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung aspirasi warga di lapangan.
“Buka pintu hati Bapak Wali Kota. Dengarkan suara rakyat. Kami tidak ingin terus menjadi korban banjir tahunan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata, bukan hanya penanganan ketika banjir sudah terjadi, tetapi upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten sebelum musim hujan tiba,” katanya.
Dalam pernyataannya, Anas turut menyampaikan harapan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian terhadap persoalan banjir yang terus berulang di Kota Tangerang.
“Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap Bapak berkenan turun langsung melihat kondisi permukiman warga ketika banjir datang. Dengan melihat langsung keadaan masyarakat di lapangan, kami berharap persoalan banjir tahunan mendapatkan perhatian yang lebih besar serta menjadi dorongan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan banjir secara menyeluruh,” ujar Anas.
Menurut Anas, banjir tahunan bukan sekadar persoalan genangan air, tetapi juga berdampak terhadap keselamatan warga, kesehatan, pendidikan anak-anak, dan perekonomian keluarga. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Tangerang dapat memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas drainase, melakukan normalisasi saluran air, memperbaiki infrastruktur pengendalian banjir, serta melaksanakan pemeliharaan secara berkala.
Anas menegaskan bahwa aspirasi yang ia sampaikan merupakan suara masyarakat yang mendambakan perubahan nyata. Ia berharap musim hujan tahun ini tidak lagi menjadi musim penuh kecemasan bagi warga Kota Tangerang, melainkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen dalam melindungi masyarakat melalui langkah-langkah pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
Kompas.sbs
Red/tim

