Top 5 This Week

Related Posts

Gerak cepat Polsek Tompobulu

MAROS, SUL-SEL KOMPAS.SBS – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tompobulu bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan kematian seekor sapi milik warga yang diduga akibat diracun oleh orang tidak dikenal (OTK) di Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan pemilik sapi, Dg. Labbang, mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp12 juta.

Kematian ternak tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi korban. Ia berharap pemerintah setempat bersama aparat kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kematian sapinya, termasuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Saya berharap pihak kepolisian dan pemerintah dapat membantu mengungkap kejadian ini sampai tuntas. Kerugian yang saya alami cukup besar, sekitar Rp12 juta,” ungkap Dg. Labbang dengan nada sedih saat ditemui awak media di kediamannya, wilayah Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Kanit Reskrim Polsek Tompobulu, Saharuddin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Ia juga meminta pemilik sapi agar tetap bersabar dan memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menangani laporan tersebut.

“Kami bersama anggota segera turun ke TKP. Kami memohon agar pemilik sapi bersabar. Pihak kepolisian siap 1 x 24 jam melayani setiap aduan masyarakat. Polri hadir untuk masyarakat,” ujar Saharuddin.

Langkah cepat kepolisian tersebut diharapkan dapat menjadi awal pengungkapan penyebab kematian ternak sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban.

Kepala Bidang Investigasi dan Keamanan Ormas Kiwal Garuda Hitam Kabupaten Maros, Rudi Dg Ruma, turut menyoroti peristiwa tersebut.

Ia meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh dugaan peracunan sapi tersebut, termasuk menelusuri siapa pemilik racun dan pihak yang diduga memasangnya.

Menurut Rudi, penyelidikan perlu dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat, khususnya para peternak di wilayah Kecamatan Tompobulu.

Terlebih, belakangan ini Polres Maros dikabarkan berhasil mengungkap kelompok yang diduga terlibat dalam pencurian ternak sapi di Kabupaten Maros.

“Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kematian sapi ini. Harus diungkap siapa pemilik racun dan siapa yang memasang racun tersebut. Jangan sampai masyarakat terus dihantui kejadian serupa,” tegas Rudi Dg Ruma.

Meski demikian, ia menegaskan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Biarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta dan siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Masyarakat pun berharap penanganan kasus tersebut berjalan transparan, profesional, dan memberikan kepastian hukum kepada korban.(*RD)

Popular Articles