PUPR & camat Tanjung Agung dinilai Abaikan Laporan masyrakat Kecamtan tajung Agung
MUARA ENIM – Proyek Pengembangan Irigasi Air Lemutu / Ataran Sawah Lubuk Genteng Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung TA 2025 dengan nilai Rp. 1.600.400.000,- yang dikerjakan PT. Danadipa Cipta kini lumpuh total
Akibat pekerjaan yang hancur lebur dan longsor, sawah kelompok tani tidak mendapat air. Tahun 2025 hanya panen 1 kali. Tahun 2026 terancam gagal panen dan warga terancam kelaparan.
RESPON BERBEDA DARI INSTANSI
1. PLT BUPATI GERCEP
PLT Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si langsung merespon cepat laporan masyarakat via WhatsApp. Perintah beliau langsung ditindaklanjuti.
2. DINAS PERTANIAN TURUN
Pada Jumat,Sore 4/9/2026. Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim langsung turun ke lokasi untuk survey dan penanganan tanggap darurat.
3. PUPR & CAMAT DIUGA ABAI
Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim selaku pemilik proyek belum memberikan tanggapan dan belum turun ke lokasi.
Camat Tanjung Agung juga diduga mengabaikan laporan masyarakat. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, tidak ada respon sama sekali.
PERNYATAAN WARGA
“Kelompok Tani tidak mengharapkan apa-apa. Kami sanggup ikut membantu secara gotong royong. Yang penting warga Desa Tanjung Bulan tidak kelaparan,” ungkap salah satu warga.
TUNTUTAN KERAS Kompas -Sbs kaperwil MUARA ENIM:
1. Dinas PUPR Muara Enim : Jangan lepas tangan! Segera audit, evaluasi, dan perbaiki tuntas proyek Rp 1,6 Miliar ini. Ini tanggung jawab anda.
2. PT. DANADIPA CIPTA : Bertanggung jawab penuh atas pekerjaan yang gagal. Jangan cuci tangan.
3. Camat Tanjung Agung : Jadilah perpanjangan tangan pemerintah. Jangan abaikan jeritan rakyat.
4. Pemkab Muara Enim : Alokasikan anggaran tanggap darurat melalui BTT. Proses Tipikor berjalan, tapi perut rakyat tidak bisa menunggu.
Kompas: mengapresiasi PLT Bupati Sumarni dan Dinas Pertanian atas kecepatan dan kepeduliannya.
“Kalau proyek sudah ditangani Tipikor bukan berarti masyarakat harus jadi korban. Drainase sudah hancur lebur. Perbaiki sekarang!” tegas Naswani, Kompas-Sbs Muara Enim.
Jurnalis kompas-Sbs Muara Enim
Narahubung: Naswani)

