Lansir Kompas.sbs
Muara Enim – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dengan memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Membangun kesadaran masyarakat sejak dini menjadi kunci utama. Semangat inilah yang diwujudkan Satgas Edukasi Karhutla Polda Sumatera Selatan dengan turun langsung menyapa masyarakat di wilayah hukum Polres Muara Enim, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan tiga personel Satgas Edukasi, yakni Mahasiswa S2 STIK Angkatan XVI/WED Bayu Mahardika, S.Tr.K., M.H., Mahasiswa Jeremy Rawis, S.Tr.K., serta Siswa Setukpa Leo Chrima. Seluruh peserta hadir lengkap dan secara langsung menjalankan misi edukasi, mitigasi, serta pencegahan Karhutla di tengah masyarakat.
Sebelum turun ke lapangan, Tim Satgas Edukasi terlebih dahulu menerima arahan dari Kapolres Muara Enim di Polsek Lembak. Arahan tersebut menjadi bekal bagi tim untuk menjalankan kegiatan secara terarah, humanis, dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Dari Polsek Lembak, tim kemudian bergerak menuju Desa Mililian, wilayah hukum Polsek Gelumbang. Kehadiran tim di desa tersebut bukan sekadar menyampaikan imbauan, tetapi menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama mengambil peran dalam mencegah Karhutla.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, SIK, MH melalui Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam strategi pencegahan Karhutla. Menurutnya, masyarakat merupakan garda terdepan yang dapat mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi bencana.
“Upaya pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran bersama. Edukasi secara langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting agar warga memahami bahaya dan dampak kebakaran hutan maupun lahan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar AKP RTM Situmorang.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Satgas Edukasi juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mililian mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pesan-pesan pencegahan disampaikan secara langsung agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan semakin menyentuh ketika tim tidak hanya membawa pesan keselamatan lingkungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan dan membangun kepedulian terhadap masyarakat merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.
Sebagai pengingat berkelanjutan, Tim Satgas Edukasi juga melakukan pemasangan pamflet imbauan pencegahan Karhutla di Kantor Kepala Desa. Dengan adanya media informasi tersebut, pesan pencegahan diharapkan dapat terus terlihat dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
AKP RTM Situmorang menambahkan bahwa sinergi antara Polri, peserta didik pendidikan kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Satu tindakan kecil untuk mencegah api dapat menyelamatkan lingkungan yang jauh lebih luas,” tegasnya.
Kegiatan Satgas Edukasi Karhutla di Desa Mililian berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Melalui pendekatan edukasi yang humanis serta kepedulian sosial, Polres Muara Enim bersama Satgas Edukasi Polda Sumatera Selatan terus menanamkan pesan bahwa mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada memadamkan api yang telah terlanjur membesar.
STOP KARHUTLA! Jangan Bakar Hutan dan Lahan. Jaga Alam Hari Ini, Selamatkan Masa Depan Generasi Mendatang.
(SETHO KOMPAS.SBS)

