*KPKH Mengajak Masyarakat Mengawal Anggaran 7,7Miliar Benar -benar Untuk Rakyat,Bukan Untuk Bancakan*
*Kompas sbs, Subang, 6 Juli 2026* – KPKH menemukan `dugaan rekayasa sistematis` dalam 3 paket pekerjaan drainase di Kab. Subang dengan total nilai *Rp 7,7 Miliar*. Ketiganya memiliki `BAB K. PERSYARATAN BAHAN yang copy-paste` dan `diduga melanggar Perpres PBJ`.
*DAFTAR PAKET :*
No Nama Paket Pagu
1 Drainase Jalan Pejuang 45 – Sutaatmaja Rp 2,5 Miliar
2 Drainase Jalan Agus Salim – MT. Haryono Rp 3,2 Miliar
3 Drainase Jalan Brigjen Katamso – SDIT Alamy Rp 2 Miliar
**TOTAL** **Rp 7,7 Miliar**
*4 PERANGKAP IDENTIK YANG DIDUGA MELANGGAR ATURAN:*
1. *`Wajib Tahun 2026`* → Melanggar `Asas Efisiensi Pasal 18 Perpres 16/2018`
2. *`Wajib Setempat`* → Melanggar `Asas Tidak Diskriminatif Pasal 50 Perpres 16/2018`
3. *`Wajib Dokumen BP`* AMDALIN, PBG, SLO → Melanggar `SE LKPP No.3/2020`
4. *`Tidak ada syarat Batu & Pasir`* → Melanggar `Asas Efektif Pasal 18 Perpres 16/2018`
*PERNYATAAN KPKH, :*
> “Ini bukan kebetulan. 7,7 Miliar uang rakyat diproses dengan RKS yang `cacat hukum`. `Kalau 1 paket salah itu lalai, kalau 3 paket sama itu sistematis`,” tegas Pram.
>
> “Kami sudah layangkan surat resmi. Kami minta Pokja `taat aturan`, bukan `taat pesanan`. Jika tidak direvisi, kami akan bawa ke `LKPP, Inspektorat, dan APH`,” lanjut Pram.
*TUNTUTAN KPKH:*
1. `Tunda dan Revisi Segera` RKS 3 paket tersebut.
2. `Audit` terhadap penyusun RKS dan Pokja Pemilihan.
KPKH mengajak masyarakat mengawal agar `anggaran 7,7 Miliar benar-benar untuk rakyat, bukan untuk bancakan`.
*NARAHUBUNG:*
*PRAM P.Q*
Reporter Kompas sbs
D.Je kiw.

