Top 5 This Week

Related Posts

Satpas colombo dibawah sorotan,dugaan “dana komando’ dan pertanyaan besar atas transparasi ujian sim

Kompas,sbs||Surabaya – Pelayanan publik seharusnya menjadi ruang keadilan bagi seluruh masyarakat, bukan melahirkan kecurigaan bahwa kejujuran justru dipersulit. Namun, dugaan praktik yang mencuat dari proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Colombo kini memantik pertanyaan serius yang menuntut jawaban terbuka dari aparat penegak hukum.

Sejumlah warga mengaku harus berulang kali mengikuti ujian praktik SIM meski telah memenuhi persyaratan dan merasa mampu mengendarai kendaraan dengan baik. Bahkan, ada yang mengaku gagal berkali-kali hingga belasan atau puluhan kali. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya praktik yang tidak transparan dalam proses penilaian kelulusan.

Di tengah keluhan tersebut, beredar tudingan mengenai adanya oknum personel Satlantas Polrestabes Surabaya berinisial W yang diduga menawarkan bantuan kelulusan dengan meminta sejumlah imbalan. Hingga kini, tudingan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan resmi dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Jika dugaan itu benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin, melainkan ancaman serius terhadap integritas pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat akan terkikis apabila kelulusan SIM dipersepsikan dapat dipengaruhi oleh uang, bukan kemampuan dan kompetensi berkendara.

Sudah saatnya pimpinan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mekanisme ujian praktik, mengevaluasi setiap tahapan penilaian, serta mengusut tuntas setiap laporan masyarakat tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada ruang bagi oknum yang diduga memanfaatkan kewenangannya untuk keuntungan pribadi.

Masyarakat tidak membutuhkan janji. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap peserta ujian memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan, bukan berdasarkan dugaan adanya transaksi di balik proses pelayanan.

Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu, seluruh dugaan tersebut perlu diuji melalui proses penyelidikan yang independen, transparan, dan akuntabel agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap.(bersambung)

Popular Articles