Jeneponto, 19 Juni 2026 – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo) Kabupaten Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan komunikasi publik dan pendampingan informasi di lapangan.
Hal tersebut ditunjukkan dengan keterlibatan langsung Kominfo dalam pemantauan kegiatan Pengukuran Ulang Serentak Balita Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan Balita Stunting yang dilaksanakan pada 17–19 Juni 2026 di Kelurahan Tombolo, Desa Bontonompo, dan Kelurahan Gantarang.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jeneponto, Achmad S. Tunru, bersama jajaran staf, turun langsung ke lokasi kegiatan untuk memastikan proses penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan efektif, sekaligus mendukung penguatan data balita yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar intervensi pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mempercepat penanganan stunting melalui berbagai program strategis lintas sektor, yang melibatkan perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur TNI-Polri. Salah satu pendekatan yang terus diperkuat adalah Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (GESIT) dengan penekanan pada data presisi sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Pengukuran ulang balita KRS dan balita stunting yang dilaksanakan di berbagai wilayah menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi tumbuh kembang anak terpantau secara berkelanjutan. Data hasil pengukuran ini akan digunakan pemerintah daerah untuk memperkuat ketepatan sasaran intervensi, baik dari sisi kesehatan maupun dukungan lintas sektor lainnya.
Selain melakukan pemantauan, tim Kominfo juga melaksanakan dokumentasi serta publikasi kegiatan sebagai bagian dari fungsi strategis komunikasi publik pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat secara luas.
Di sela kegiatan, Kadis Kominfo Achmad S. Tunru berdialog dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta para orang tua balita yang hadir mengikuti proses pengukuran.
Ia menegaskan pentingnya peran komunikasi publik dalam mendukung keberhasilan program penurunan stunting.
“Kominfo memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi program pemerintah tersampaikan secara utuh, benar, dan mudah dipahami masyarakat. Melalui edukasi dan publikasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong kesadaran bahwa pengukuran balita merupakan langkah penting untuk deteksi dini dan pencegahan stunting. Semakin akurat data yang kita miliki, semakin tepat pula intervensi yang dapat diberikan,” ujar Achmad S. Tunru.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, TPK, KPM, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat yang turut mendukung kegiatan di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci utama dalam memperkuat capaian target penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto.
“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja bersama dan sinergi semua pihak agar hasilnya lebih optimal. Komitmen bersama ini menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi Jeneponto yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Melalui penguatan komunikasi publik, peningkatan literasi informasi masyarakat, serta dukungan terhadap program prioritas daerah, Dinas Kominfo Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting menuju Jeneponto yang Bahagia, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.
#HumasJeneponto #KominfoJeneponto #GESITJeneponto #DataPresisi #CegahStunting #LawanStunting #AksiKonvergensiStunting

