Top 5 This Week

Related Posts

DPRD Rote Ndao Minta Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan di Proyek Tambak Garam

Kompas.sbs-Rote Ndao — Jufri Laela, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek tambak garam yang tengah dikembangkan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya perhatian masyarakat terkait dominasi tenaga kerja dari luar daerah pada proyek yang diproyeksikan menyerap lebih dari 26.000 pekerja itu.

Jufri memberikan apresiasi kepada Paulus Henuk selaku Bupati Rote Ndao atas komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek strategis tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Rote Ndao, atas komitmen yang disampaikan dalam rapat bersama kementerian untuk terus mendorong prioritas tenaga kerja lokal,” kata Jufri

Menurut dia, komitmen antara pemerintah daerah dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak boleh berhenti pada sebatas pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.

Ia menilai pemerintah perlu segera melakukan pendataan secara menyeluruh terkait jumlah tenaga kerja yang direkrut, asal daerah pekerja, hingga mekanisme perekrutannya.

“Data sangat penting untuk memastikan berapa banyak pekerja yang ada di sana, berasal dari daerah mana, dan bagaimana mekanisme perekrutannya,” ujarnya.

Jufri mengakui proyek berskala besar tetap membutuhkan tenaga teknis dari luar daerah. Namun, menurut dia, masyarakat lokal juga harus diberikan ruang agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Kita memahami bahwa tenaga teknis tertentu masih dibutuhkan dari luar daerah. Tetapi anak-anak daerah juga harus mendapat kesempatan bekerja,” katanya.

Selain itu, DPRD berharap pemerintah daerah segera melakukan pertemuan lanjutan bersama kementerian terkait dengan membawa data yang akurat agar pengawasan terhadap perekrutan tenaga kerja dapat berjalan maksimal.

Di sisi lain, proyek tambak garam tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rote Ndao. Jika telah beroperasi penuh, proyek itu diharapkan mampu mendukung sektor pertanian, perikanan, serta pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kalau tambak garam ini sudah beroperasi, tentu PAD daerah akan meningkat dan membantu kebutuhan masyarakat,” ujar Jufri.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, DPRD menilai jumlah tenaga kerja dari luar daerah masih lebih dominan dibandingkan pekerja lokal. Karena itu, DPRD berharap komposisi tenaga kerja lokal dapat ditingkatkan hingga mencapai sekitar 60 persen.

“Kami berharap masyarakat lokal mendapat porsi lebih besar sehingga manfaat proyek ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Rote Ndao,” tutupnya.

Pengamat media menilai pernyataan DPRD tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap dampak sosial dari investasi berskala besar di daerah. Isu tenaga kerja lokal dinilai menjadi indikator penting dalam memastikan pembangunan ekonomi berjalan seimbang dan berpihak kepada masyarakat setempat.

Selain itu, transparansi dalam perekrutan tenaga kerja dianggap penting untuk mencegah kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Proyek tambak garam dinilai tidak hanya harus berhasil dari sisi investasi dan peningkatan PAD, tetapi juga mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.YH

Popular Articles