Top 5 This Week

Related Posts

BBM Langka Empat Hari di Rote Ndao, Simson Polin Desak Seluruh SPBU Segera Dibuka

Kompas.sbs-Rote Ndao — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di sejumlah wilayah Kabupaten Rote Ndao mulai dikeluhkan masyarakat dalam empat hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas warga, khususnya para petani yang sedang memasuki musim panen dan perontokan padi.

Keluhan masyarakat itu disampaikan kepada anggota DPRD propinsi Nusa Tenggara Timur, Simson Polin, yang kemudian melakukan komunikasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab kelangkaan BBM tersebut.

Dalam percakapan yang diterima media ini pada s

Senin (04/05/2026), Simson Polin menyampaikan bahwa masyarakat merasa kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan kerja dan transportasi sehari-hari.

“Ini sudah empat hari masyarakat mengeluh. Kasihan masyarakat kecil dan para petani yang sedang kerja rontok padi,” ujar Simson Polin.

Ia juga meminta pihak Pertamina memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak ada permainan dalam proses penyaluran.

“Saya minta segera dicek stok masing-masing SPBU supaya diketahui apakah benar kosong atau ada kendala lain,” katanya.

Selain itu, Simson Polin secara tegas meminta seluruh SPBU dan pihak Pertamina di Rote Ndao segera membuka pelayanan penyaluran BBM pada sore hari itu juga agar masyarakat tidak semakin kesulitan.

“Pak, perintahkan untuk segera dibuka hari ini. Ini cukup meresahkan masyarakat Rote Ndao dan sangat menyulitkan masyarakat kecil serta para petani,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak terkait menjelaskan bahwa pasokan BBM sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju Rote Ndao menggunakan Kapal Ferimas dan diperkirakan tiba pada malam hari.

“Kapal Ferimas dalam perjalanan ke Rote, estimasi malam ini mendarat dan besok pagi sudah bisa disalurkan,” demikian penjelasan yang diterima DPRD.

Meski demikian, Simson meminta agar SPBU yang masih memiliki stok tetap membuka pelayanan kepada masyarakat guna mengurangi keresahan warga.

“Kami minta maksimalkan penyaluran hari ini. Harus dibuka karena ini sangat menyulitkan masyarakat kecil dan petani,” lanjut Simson Polin.

Berdasarkan data stok BBM per 4 Mei 2026 di wilayah Pulau Sabu, sejumlah SPBU masih memiliki cadangan BBM, meski dalam jumlah terbatas.

Di SPBU Sanggoen misalnya, stok Pertalite tercatat tersisa 2,5 KL, Pertamax 0,7 KL, dan Bio Solar 1,2 KL. Sementara di SPBU Metina tersedia Pertalite 9,5 KL dan Solar 15,1 KL dengan tambahan pasokan yang direncanakan mencapai 50 KL Pertalite dan 55 KL Pertamax.

Adapun SPBU Pantai Baru dan Busalangga juga masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, serta Solar sambil menunggu suplai tambahan. Sedangkan SPBU Nembralla tercatat memiliki stok Pertalite sebesar 21,8 KL dan Pertamax 13,7 KL.

Kondisi kelangkaan BBM ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian yang saat ini sedang memasuki masa panen. Warga berharap distribusi BBM dapat kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.YH

Popular Articles