BREAKING NEWS :
Ramadhan dan Geopolitik Global: Fahri Hamzah Serukan Konsolidasi Nasional Menuju Indonesia Superpower Baru
MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || SABTU,28 FEBRUARI 2026/JAKARTA — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat fondasi kebangsaan di tengah lanskap geopolitik global yang semakin kompleks dan tidak terprediksi.
Dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan ke-7, Jumat (27/2/2026), Fahri menyampaikan bahwa dunia sedang berada dalam fase turbulensi multidimensi — mulai dari rivalitas kekuatan besar, ketegangan kawasan, hingga potensi konflik terbuka berskala luas.
“Kita harus berbicara serius tentang kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, dan geopolitik. Apa yang terjadi di luar sana bisa menimbulkan guncangan besar. Bahkan, kemungkinan konflik global tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Menurut Fahri, tanpa kesiapan strategis dan konsolidasi nasional yang solid, Indonesia berisiko terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh eskalasi global tersebut.
Perdamaian Dunia adalah Amanat Konstitusi
Fahri menegaskan bahwa keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai inisiatif perdamaian internasional, termasuk partisipasi dalam Board of Peace (BoP), bukanlah kebijakan sesaat, melainkan perwujudan mandat konstitusi.
Sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa seperti Soekarno dan Mohammad Hatta telah menegaskan bahwa Indonesia berdiri bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Karena itu, langkah Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto dalam memperluas partisipasi global Indonesia dinilai sebagai implementasi langsung dari cita-cita konstitusional tersebut.
“Itu bukan sekadar kebijakan politik. Itu adalah mandat sejarah dan konstitusi. Indonesia sejak hari pertama berdiri sudah mencita-citakan peran aktif dalam membangun perdamaian dunia,” tegas Fahri.
Saatnya Elite dan Rakyat Menguatkan Rekonsiliasi
Di dalam negeri, Fahri mengakui masih adanya narasi perpecahan yang berkembang dalam merespons kebijakan strategis pemerintah. Namun ia menilai, kondisi global saat ini justru menuntut bangsa Indonesia untuk meninggalkan fragmentasi dan memperkuat kohesi nasional.
“Kekompakan adalah kebutuhan mendesak. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Bangsa ini membutuhkan persatuan, bukan polarisasi,” katanya.
Fahri menilai, kelemahan dalam mengorganisir kekompakan pada periode sebelumnya menjadi pelajaran penting agar kepemimpinan hari ini mampu membangun tradisi persatuan yang lebih sistematis, rasional, dan berjangka panjang.
Partai Gelora, lanjutnya, terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan melalui forum kajian strategis dan dialog publik sebagai upaya membangun kesadaran kolektif menghadapi era ketidakpastian global.
Ramadan sebagai Momentum Refleksi Nasional
Bulan suci Ramadan, menurut Fahri, merupakan momentum spiritual sekaligus strategis untuk memperkuat rekonsiliasi nasional.
Ia mengajak para elite bangsa untuk menggunakan bulan yang penuh keberkahan ini sebagai ruang refleksi mendalam — bukan hanya tentang moralitas personal, tetapi juga tentang arah kebangsaan.
“Rekonsiliasi tidak boleh berhenti sebagai jargon politik. Ia harus dioperasionalkan menjadi kebijakan dan sikap nyata. Ramadan adalah saat terbaik untuk memperbarui komitmen persatuan nasional,” ujarnya.
Fahri menekankan pentingnya sinkronisasi antara kepemimpinan yang memahami arah besar bangsa dan rakyat yang percaya terhadap visi tersebut. Kepercayaan publik, katanya, adalah modal sosial utama untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Menuju Indonesia sebagai Kekuatan Baru Dunia
Dengan fondasi persatuan yang kokoh dan keterlibatan aktif dalam percaturan global, Fahri optimistis Indonesia memiliki peluang historis untuk tampil sebagai kekuatan baru dunia.
“Indonesia harus berkontribusi dalam peradaban umat manusia. Dengan persatuan nasional dan kepemimpinan yang visioner, kita bukan hanya bertahan dari guncangan global, tetapi justru bangkit sebagai superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah.
~Reporter Perss KOMPAS.SBS.-ACEH-Novi Karno
~Sumber/Photo- BIDANG HUBUNGAN MEDIA
DPP PARTAI GELORA INDONESIA
~RedaksiNasional-KOMPAS.SBS.

