Top 5 This Week

Related Posts

Camat Tamalate Diduga Tak Mendukung Asta Cita Presiden Soal Pemberantasan Narkoba!

MAKASSAR – KOMPAS.Sebuah tamparan keras mendarat di wajah birokrasi Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Di tengah gencarnya semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk membersihkan tanah air dari jeratan narkotika, pihak kecamatan justru dituding menjadi penghambat gerakan mulia tersebut.

Lembaga Masyarakat Anti Narkoba (MAKI) Sulsel secara terang-terangan meluapkan kemarahannya setelah kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dijadwalkan digelar di Aula Kantor Kecamatan Tamalate pada Rabu (13/5/2026), berakhir dengan kegagalan total alias batal digelar.

Sikap Acuh yang Memberi Ruang Bagi Bandar.?
Pembina MAKI Sulsel, Yusri Maliang, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers darurat di sebuah warkop di Daeng Tata, ia menilai sikap pasif pihak kecamatan dan kelurahan seolah-olah memberikan karpet merah bagi peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Kami hadir untuk menyelamatkan generasi melalui edukasi, tapi hampir dua jam kami menunggu, peserta tidak ada yang muncul! Jika kegiatan edukasi seperti ini saja tidak direspons, maka secara tidak langsung ada ruang yang sengaja dibiarkan terbuka bagi peredaran narkoba!” tegas Yusri dengan nada tinggi di hadapan awak media.

Undangan Sudah Masuk, Tapi Kursi Kosong Melongpong
Meski surat undangan telah dilayangkan jauh-jauh hari dan komunikasi lisan telah dilakukan hingga H-1, kenyataan di lapangan sungguh memprihatinkan.

Aula Kosong Hanya perwakilan kecamatan yang hadir, sementara perwakilan dari kelurahan-kelurahan di Tamalate tidak tampak batang hidungnya.

Miskomunikasi atau Sabotase : Peserta yang akhirnya datang terlambat mengaku baru diberi tahu pagi hari sebelum acara dimulai.

Camat Tamalate yang seharusnya menjadi pionir karena lokasi sekretariat MAKI berada di sana, justru menjadi titik lemah dari 15 kecamatan yang ditargetkan.

Kesbangpol Makassar: “Ini Evaluasi Keras! Kegagalan ini juga memicu kemarahan Badan Kesbangpol Kota Makassar.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas, Chaedir, menegaskan bahwa tindakan Camat Tamalate ini sangat mencederai program strategis nasional.

“Ini bukan sekadar agenda biasa. Ini adalah bagian dari Asta Cita Presiden tentang pengentasan narkoba MAKI sudah bekerja nyata, tapi pihak kecamatan sebagai fasilitator justru gagal total menghadirkan peserta Ini akan menjadi bahan evaluasi serius,” ujar Chaedir dengan nada kecewa.

Camat Tamalate Berdalih ini “Salah Paham”
Di sisi lain, Camat Tamalate tampak mencoba “mencuci tangan” dengan mengklaim adanya miskomunikasi di tingkat internal.

Ia mengaku tidak menerima surat secara langsung dan menuding balik bahwa ada ketidak jelasan mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab mengundang warga.

Namun, pembelaan tersebut dinilai lemah oleh MAKI Sulsel Yusri berharap insiden memalukan ini segera sampai ke telinga Wali Kota Makassar agar dilakukan tindakan tegas terhadap pejabat yang dianggap tidak becus mendukung program penyelamatan masyarakat dari bahaya narkotika.

MAKI Sulsel menegaskan tidak akan mundur dan akan terus bergerak meski dihambat oleh tembok birokrasi yang dianggap tidak kooperatif.(**)

Popular Articles