Kamis, Maret 26, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Proyek Pekerjaan Jalan Di Subang Kota Diduga Gagal Kontruksi Kinerja PPK di Pertayaan

*Proyek pekerjaan Jalan Di Subang Kota Diduga Gagal Kontruksi , Kinerja PPK Dipertanyakan*

Subang – program jalan leucir (Mulus/Lancar) adalah program prioritas Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Ray) yang bertujuan meningkatkan infrastruktur jalan Kabupaten pada periode 2025 – 2027 didukung selogan “Subang Ngabret”.
Program ini memfokuskan perbaikan, dan pengerasan jalan untuk meningkatkan konektivitas dan ekonomi warna.
Dengan target seluruh jalan Kabupaten mulus Pada 2027.

Namun kenyataan dilapangan ada salah satu jalan yang baru selesai diperbaiki tepatnya,Jalan Emo Kurnia Atmadja Kelurahan Pasir Kareumbi Kecamatan Subang Kabupaten Subang.

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Segoro dengan pagu Anggaran Rp.691.357.584 -.

Proyek jalan yang baru beberapa bulan diperbaiki oleh CV Segoro tersebut, saat ini mengalami kerusakan, mungkin dikarenakan oleh paktor cuaca, yang beberapa minggu diguyur hujan, atau pengawasan yang tidak maksimal, ada kemungkinan matrial aspal yang digunakan kwalitas tidak sesuai dengan Rencana Angaran Belanja (RAB).

Pantauan awak media ketika melewati arah ke BTN Cihelet menuju Stadion Persikas, ditemukan jalan yang sudah terlihat rusak, padahal diketahui jalan tersebut belum lama selesai dikerjakan diaspal

Salah satu pengendara motor diwawancarai oleh awak media, Anto (43) warga BTN Cihelet mengatakan kekesalan ketika melewati jalan tersebut, setip hari, saya setiap hari melewati jalan ini untuk mengantarkan anak saya kesekolah,ia juga merasa terganggu dengan kondisi jalan seperti ini ujarnya.

Anto menambahkan jalan ini termasuk jalur padat pengendara, apalagi ketika pagi hari sekitar jam 6.pagi banyak lalulalang kendaraan anak sekolah, orang tua yang mengantarkan anak sekolah, juga pekerja kantoran

Yang lebih menjengkelkan lagi ketika hujan turun menggenangi jalan tersebut hingga menutupi lobang,sehingga khawatir terjadi kecelakaan.

Dengan gagalnya matrial aspal yang kurang maksimal ini, jelas kurangnya pengawasan dari Pejabat pembuatan komitmen (PPK) yang mana posisinya dipertanyakan kinerjanya kegagalan ini jelas diduga mutu pekerjaan rendah, ketidaksesuaian matrial, dan perencanaan yang tidak matang, selain teknik ini mencakup kegagalan dalam proses pengadaan barang /jasa dan kurangnya pengawasan laporan pungkasnya.

Reporter D.Jekiw.

Popular Articles