KARO SUMUT, Kompas.SBS| Kehadiran anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Demokrat Dr Hinca I.P Pandjautan XIII, S.H., M.H., ACCS ke Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara adalah bentul kepedulian dan memenuhi undangan warga Desa Kandibata yang sedang mencari keadilan.
Permasalahan yang telah terjadi dan menimpa warga Desa Kandibata adalah alasan mereka mengundang Hinca untuk memberikan harapan dan asa untuk sebagai penemu solusi, karena sampai saat ini warga desa merasakan penderitaan.
Mengawali perjuangan ini, Hinca Pandjaitan bersama tokoh dan masyarakat ziarah ke Makam Leluhur Bulang Guru Penawar, untuk memulai sebuah perjuangan, keadilan yang tertunda, Hinca Pandjaitan menekankan kepada seluruh masyarakat Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe agar ” jangan melupakan leluhur, jangan melupakan kearifan lokal, jangan melupakan adat istiadat Karo, bangga dengan kehadiran wanita wanita karo dengan baju nuansa putih.”
Doa yang dipanjatkan oleh Hinca Pandjaitan, meminta kekuatan kepada Tuhan, karena persoalan yang sedang berlangsung, Hinca Pandjaitan menjadi tumpuan dan harapan, menyelesaikan sebuah problema, Hinca meminta kepada masyarakat agar tidak saling mencurigai, tapi bersatu melawan kezoliman ini, dan saya datng siao untuk diberangkatkan.” Katanya.
Hinca Pandjaitan meminta masyarakat agar berdoa, karena ini bukan lagi harus diselesaikan disini, tapi harus berjuang ditingkat lebih tinggi.
Dalam kesempatan ini, Hinca Pandjaitan diberi lau penguras untuk diminum, usai mengelar ziarah dan doa, Hinca Pandjaitan bersama rombongan dan masyarakat berajak pergi dengan berjalan ke ke Losd ( Jambur) Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara guna berdialog ( Runggu) membahas terkait permasalah warga Desa Kandibata dengan pihak perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ( PLTMH) LB 2 yang dikerjakan PT Senina Hidro Energi.
Menurut warga Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo kalau kehadiran Pak Hinca adalah asa untuk perjuangan mereka, melawan keangkuhan Perusahaan yang mengabaikan kesepakatan kesepakatan yanf dibuat, ini menjolimi kami.” Tutupnya.
(ERI/Kompas.SBS)

