Pontianak __ Tahun 2025 dan 2026, proyek Pemerintah yang dikelola oleh Dinas Perkim Propinsi Kalbar tidak ada perbedaan, tetap sama berantakan dan jauh dari cerminan kualitas maupun kwantitas.
Coba lihat, kata warga sekitar, paket rabat beton di Gang Wakaf RT. 004 RW. 028 Jalan Padat Karya Kebangkitan Nasional Pontianak Utara segede Rp. 197 juta, yang baru saja digarap CV. Karya Bangun Konstruksi, kini kondisi fisiknya sudah banyak yang retak.
” Umurnya masih bayi lho, namun kondisi badan jalan yang tampak sekarang, sudah pada rusak. Kabid Perkim Jimmy Riantu harus jelaskan ke publik jangan pegang kalkulator terus.
” Masak setiap tahun begitu terus, percuma dong duit APBD dikeluarkan hanya untuk itu-itu dan balik lagi kesitu, tidak ada perubahan sama sekali. Ini yang bikin kontraktor dan lain-lainnya gemuk banget, ” sindir warga tersebut.
Ia menerangkan, memang sih disatu sisi, masyarakat bersyukur adanya pembangunan di tempat kami. Tetapi dilain sudut, warga merasa kecewa berat, karna baru selesai dibangun sudah hancur.
” Kami berpikir wujud pengawasan terlalu lemah, makanya wajar kalau mayoritas Proyek Perkim Propinsi tidak karuan. Mestinya ini juga menjadi atensi Gubernur. Saran saya sih lakukan sidak termasuk panggil kontraktor tanya ada setoran atau tidak, ” tegasnya.(007/Danil.A)

