Talang Ubi – Video viral di Facebook yang memperlihatkan seorang ibu guru terjatuh di jalan berlumpur di Dusun 4, Desa Benuang (Kampai), Kecamatan Talang Ubi, memicu keprihatinan luas. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar insiden, melainkan gambaran nyata buruknya infrastruktur yang diduga dibiarkan tanpa penanganan serius.
Jalan tersebut diketahui merupakan akses utama warga sekaligus jalur operasional menuju area migas milik Pertamina. Kondisinya rusak parah, berlumpur, dan dipenuhi lubang, bahkan disebut berada tak jauh dari titik aktivitas pengeboran.

Dalam video yang beredar, sang guru tampak berjuang menembus medan licin demi menjalankan tugasnya, hingga akhirnya terjatuh. Kondisi ini disebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan.
Aktivis muda Desa Benuang, Haris Munandar, angkat suara. Ia menilai kondisi jalan tersebut sebagai bentuk kelalaian yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan. Guru saja bisa jatuh, bagaimana dengan anak-anak sekolah? Ini jelas harus jadi perhatian serius,” tegas Haris.
Menurutnya, dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan tenaga pendidik, tetapi juga para pelajar yang kesulitan mengakses sekolah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, anak-anak terpaksa tidak masuk sekolah karena jalan tidak bisa dilalui.

Tak hanya itu, jalan tersebut juga menjadi jalur utama aktivitas ekonomi warga. “Masyarakat menggantungkan hidup dari akses ini. Kalau jalannya seperti ini, aktivitas ekonomi ikut lumpuh,” tambahnya.
Haris juga menyoroti dugaan kurangnya tanggung jawab dari pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun perusahaan yang menggunakan akses tersebut.
“Kalau ini jalan yang dilalui aktivitas migas, harusnya ada tanggung jawab perawatan. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton di tengah kerusakan yang terus dibiarkan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Warga berharap ada langkah nyata secepatnya, sebelum insiden serupa kembali terulang.

